Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap lima wartawan dan tiga kru kapal nan lenyap kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari keempat, pencarian sekarang mencakup empat sektor utama dan satu sektor unik dengan total area sekitar 3.243 nautical mile (NM).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan ekspansi area dilakukan berasas hasil pertimbangan operasi sebelumnya serta perkembangan kondisi di lapangan.

"Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor unik di sekitar letak nan menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana nan tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang nan tetap dalam pencarian," ujar Al Amrad dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).

Pencarian diperkuat sejumlah perangkat utama sistem persenjataan (alutsista) dan sarana pendukung. Di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta TB Gunung Santri.

Tim juga menggunakan dua unit drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh. Selain itu, sejumlah sarana darat dan pendukung lain dikerahkan dalam operasi pencarian.

Kondisi cuaca di sekitar wilayah operasi pada hari keempat diperkirakan cerah hingga berawan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-20 knot, sedangkan tinggi gelombang diperkirakan 0,5-2,5 meter.

Al Amrad mengatakan kondisi cuaca dan gelombang menjadi salah satu pertimbangan dalam pergerakan tim SAR. Pemantauan dilakukan secara berkala selama operasi berlangsung.

"Kami tetap mempertimbangkan aspek keselamatan dalam setiap pergerakan tim. Kondisi cuaca dan gelombang terus kami monitor, sementara pencarian dilakukan secara terkoordinasi dan maksimal di seluruh sektor nan telah ditentukan," katanya.

Operasi hari keempat melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta unsur masyarakat dan relawan.

Perluasan wilayah pencarian dan penambahan kekuatan tersebut diharapkan dapat menemukan keberadaan delapan orang nan tetap dalam pencarian. Tim SAR bakal terus mengevaluasi perkembangan operasi untuk menentukan langkah berikutnya.

"Kami berambisi ekspansi area dan penambahan kekuatan unsur pencarian ini dapat memberikan titik terang. Operasi tetap terus berjalan dan setiap perkembangan di lapangan bakal kami pertimbangan untuk menentukan langkah pencarian berikutnya," ujar Al Amrad.

Rombongan nan terdiri dari delapan orang tersebut lenyap kontak pada Senin (7/9). Mereka terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu.

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, menggunakan speedboat sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sekitar pukul 14.42 WIB, mereka sempat mengirimkan letak terkini kepada seorang rekan wartawan di Lampung.

Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Delapan orang nan berada dalam rombongan tersebut ialah Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), Heriyanto (49) sebagai pemandu, serta lima wartawan ialah M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, dan Donal nan merupakan wartawan lepas.

Di tengah pencarian nan memasuki hari keempat, organisasi pekerjaan Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) juga dijadwalkan menggelar angan berbareng untuk lima wartawan dan tiga kru kapal tersebut.

Doa berbareng bakal digelar setelah waktu magrib pada Jumat (11/9) di salah satu titik area Bundaran HI nan selama ini menjadi tempat berkumpul wartawan foto di Jakarta.

(del/bac)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional