Rusia vs Ukraina: NATO Tembak Jatuh Pesawat tanpa Awak di Atas Latvia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 NATO Tembak Jatuh Pesawat tanpa Awak di Atas Latvia Ilustrasi.(Magnific)

JET tempur Prancis nan tergabung dalam misi patroli udara NATO menembak jatuh pesawat tak berawak (drone) nan memasuki wilayah udara Latvia dari arah Rusia pada Senin (8/6). Insiden ini menjadi babak baru ketegangan keamanan di sepanjang perbatasan timur Eropa di tengah berkecamuknya perang Rusia-Ukraina.

Menteri Pertahanan Latvia, Raivis Melnis, menyatakan bahwa komando NATO memerintahkan penghancuran drone tersebut setelah terdeteksi ada penggunaan peperangan elektromagnetik oleh Rusia di area tersebut. Drone itu jatuh di dekat desa Berzgale, sekitar 20 mil dari perbatasan, pada Senin pagi waktu setempat. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai kerusakan properti alias korban luka.

Eskalasi di Wilayah Baltik

Meskipun jenis dan asal pasti drone tersebut tetap dalam penyelidikan, peristiwa ini menandai pertama kali NATO menembak jatuh drone di atas wilayah udara Latvia. Namun, kejadian serupa berulang kali memicu sirine di Eropa Timur dan Tengah dalam beberapa bulan terakhir.

Bulan lalu, jet tempur NATO juga menembak jatuh drone nan diduga milik Ukraina di atas Estonia. Di Lithuania, presiden dan perdana menteri apalagi sempat dilarikan ke bunker bawah tanah setelah drone melanggar wilayah udara negara tersebut. Sementara itu di Rumania, drone Rusia dilaporkan menabrak gedung apartemen di Galati dan melukai dua orang.

Konteks Politik: Ketegangan ini berakibat pada stabilitas politik domestik. Di Latvia, jatuhnya beberapa drone Ukraina bulan lampau memicu jatuhnya pemerintahan Perdana Menteri Evika Silina setelah dia memecat Menteri Pertahanan Andris Spruds lantaran dianggap kandas menjaga keamanan langit negara.

Tantangan Perang Modern

Munculnya drone militer di langit Eropa menimbulkan kekhawatiran mengenai kesiapan negara-negara NATO dalam menghadapi tantangan perang modern. Salah satu rumor krusial adalah efisiensi penggunaan jet tempur dan rudal seharga jutaan dolar hanya untuk menjatuhkan drone mini nan relatif murah.

Sebagai respons, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah menyerukan pembentukan Tembok Drone (drone wall). Proyek ini merupakan jaringan sensor dan perangkat peperangan elektronik nan dirancang unik untuk mencegat drone kecil. Namun, proyek tersebut tetap dalam tahap perencanaan jangka panjang.

Untuk sementara, Latvia berencana mengerahkan lebih banyak tim pencegat, ialah unit mini tentara nan dilengkapi kendaraan taktis dan drone pembunuh yang bisa menghancurkan sasaran di sepanjang perbatasan dengan Rusia dan Belarus.

Serangan Balasan Ukraina

Di sisi lain, Ukraina terus meningkatkan serangan drone jauh ke dalam wilayah Rusia. Laporan terbaru menyebut drone Ukraina sukses menghantam terminal minyak di St. Petersburg dan pangkalan angkatan laut Kronstadt yang berjarak lebih dari 600 mil dari perbatasan Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa serangan-serangan ini merupakan upaya untuk mengakhiri perang, meskipun dia mengakui armada dronenya juga menghadapi hambatan teknis akibat peperangan elektronik Rusia, termasuk kejadian drone laut nan menyimpang hingga ke wilayah Rumania dan Yunani.

Kehadiran jet Prancis di Latvia sendiri merupakan bagian dari misi kepolisian udara NATO nan menjaga tiga negara Baltik sejak mereka berasosiasi dengan aliansi tersebut pada 2004. (Washington Post/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia