Ilustrasi perangkat tes virus ebola.(Dok. Magnific)
PEMERINTAH Rusia melalui badan pengawas kewenangan konsumen dan kesejahteraan masyarakat federal, Rospotrebnadzor, resmi menyalurkan lebih dari 7.000 perangkat tes pemeriksaan Ebola ke negara-negara di Afrika. Langkah ini diambil sebagai respons sigap terhadap ancaman pandemi baru nan dipicu oleh virus Ebola strain Bundibugyo.
Strain Bundibugyo merupakan salah satu jenis virus Ebola nan mempunyai tingkat fatalitas tinggi. Saat ini, Republik Demokratik Kongo dan Uganda menjadi titik konsentrasi perhatian bumi setelah WHO menetapkan status darurat akibat lonjakan kasus nan juga menakut-nakuti keselamatan tenaga kesehatan di garda terdepan.
Dalam pernyataan resminya pada Jumat (19/6), Rospotrebnadzor mengungkapkan bahwa pengembangan perangkat tes berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction) ini dilakukan dalam waktu sangat singkat, ialah hanya empat hari. Kecepatan ini menjadikan Rusia sebagai salah satu negara pertama di bumi nan bisa memproduksi perangkat pemeriksaan spesifik untuk jenis Bundibugyo.
“Menanggapi ancaman pandemi Ebola Kongo dan Uganda, Rospotrebnadzor menjadi salah satu lembaga pertama nan mengembangkan dan mengatur produksi perangkat tes untuk pemeriksaan PCR jenis virus ini,” tulis lembaga tersebut dalam keterangan resminya.
Perluasan Bantuan Internasional
Selain menyasar negara-negara di Benua Hitam, sistem pengetesan buatan Rusia ini juga telah diserahkan kepada Korea Utara dan Turkmenistan sebagai bagian dari upaya penguatan keamanan kesehatan global. Distribusi ini diharapkan dapat mempercepat penemuan awal dan menekan laju penularan di wilayah-wilayah berisiko tinggi.
Hingga saat ini, kerjasama teknis terus dilakukan di lapangan. Para mahir dari Rusia dan Uganda dilaporkan telah melakukan lebih dari 1.500 penelitian terhadap bahan biologis, baik dari pasien nan terkonfirmasi positif maupun penduduk nan diduga terjangkit virus mematikan tersebut.
Kehadiran 7.000 perangkat tes ini diharapkan bisa menutup celah kebutuhan diagnostik di Afrika, mengingat kecepatan penemuan menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan Ebola nan sekarang tengah meluas di puluhan area kesehatan.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·