Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia dan Amerika Serikat (AS) memandang kesempatan untuk kembali membangun hubungan di sektor finansial meski hubungan kedua negara tetap dibayangi bentrok geopolitik. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan perbincangan ekonomi dapat menjadi pintu masuk untuk meredakan persoalan politik.
Dalam laporan Interfax pada Rabu (2/9/2026), Siluanov mengungkapkan perihal tersebut setelah berjumpa Menteri Keuangan AS Scott Bessent di sela konvensi para pemimpin finansial G20 di North Carolina, Senin.
"Kedua pihak sepakat bahwa ada argumen untuk mengembangkan hubungan keuangan, meskipun ada komplikasi," kata Siluanov, seperti dikutip Interfax.
Pertemuan tersebut menjadi nan pertama antara Siluanov dan Bessent. Siluanov menilai pejabat dari sektor finansial terkadang dapat menemukan titik jumpa lebih sigap dibandingkan para politisi.
"Jadi kita kudu selalu terus berbicara; kita perlu melanjutkan dialog," ujar Siluanov. Menurut dia, Rusia dan AS perlu mengembangkan kepentingan berbareng nan tetap ada agar pembahasan mengenai rumor politik dapat menjadi lebih mudah.
"Jika kita menemukan titik-titik kuat dari kepentingan berbareng - dan itu memang ada - kita perlu mengembangkannya. Kemudian masalah politik juga bakal lebih mudah diselesaikan," tambahnya.
Namun, kesempatan tersebut tetap menghadapi halangan besar mengenai perang Rusia-Ukraina. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa seorang sumber nan mengetahui pertemuan Siluanov dan Bessent mengatakan Bessent menegaskan bahwa support ekonomi untuk Rusia maupun kesepakatan mengenai rumor lainnya tidak mungkin dilakukan sebelum perang di Ukraina berakhir.
Dengan demikian, meski Rusia memandang ruang untuk mempererat kembali hubungan finansial dengan AS, Washington tetap mengaitkan langkah ekonomi lebih jauh dengan penyelesaian perang di Ukraina.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·