Tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.(Dok. Antara)
PEMERINTAH memastikan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah nan belakangan mengalami tekanan terhadap dolar AS. Di tengah perubahan tersebut, Istana menegaskan bahwa kondisi esensial ekonomi Indonesia tetap berada dalam posisi nan kuat dan stabil.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, terus melakukan koordinasi intensif. Langkah ini diambil untuk mencermati perkembangan di pasar finansial dunia sekaligus menyiapkan strategi nan diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menurut Prasetyo, konsentrasi pemerintah tidak hanya tertuju pada pergerakan nilai tukar, tetapi juga pada beragam parameter makro nan mencerminkan kesehatan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.
"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintahan dalam perihal ini Kementerian Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," ujar Prasetyo kepada awak media, Kamis (4/6).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu merasa cemas berlebihan terhadap fluktuasi rupiah. Prasetyo menekankan bahwa sejumlah parameter utama menunjukkan kondisi ekonomi nasional tetap sangat terjaga di tengah ketidakpastian global.
Pertumbuhan ekonomi nan tetap melangkah positif serta tingkat inflasi nan terkendali menjadi bukti nyata bahwa fondasi perekonomian domestik berada dalam kondisi solid. Hal ini menjadi modal krusial bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan eksternal.
"Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita kudu percaya sesungguhnya esensial ekonomi kita nan tergambar dari pertumbuhan ekonomi kemudian dari inflasi nan tetap terjaga, insyaallah sesungguhnya kita mempunyai esensial ekonomi nan cukup kuat," pungkasnya. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·