Rupiah Terancam Tembus Rp17.100 pada Pekan Depan Imbas Krisis Energi Global

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 29 Maret 2026 |11:38 WIB

Rupiah Terancam Tembus Rp17.100 pada Pekan Depan Imbas Krisis Energi Global

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diprediksi bakal terus mengalami tekanan dahsyat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan depan Senin (30/3/2026).

Pengamat pasar duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memperingatkan bahwa mata duit Garuda berpotensi menyentuh level psikologis baru nan cukup mengkhawatirkan akibat penguatan indeks dolar.

“Itu (rupiah) kemungkinan besar bakal menuju level Rp17.100. Ingat Rp17.100,” tegas Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (29/3/2026).

Ibrahim juga memproyeksikan indeks dolar bakal bergerak kuat di rentang 99,300 hingga 101,600, nan secara langsung bakal memicu pelemahan mata duit negara berkembang, termasuk Indonesia.

Faktor utama nan mendorong penguatan dolar dan pelemahan rupiah adalah memanasnya situasi di Timur Tengah, terutama mengenai ancaman pemblokiran Selat Hormuz. Eskalasi militer nan melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah menyebabkan gangguan serius pada produksi minyak dunia.

Menurut Ibrahim, produksi minyak di Timur Tengah berkurang hingga 10 juta barel per hari. Kondisi ini diperparah dengan serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak di Rusia nan memicu kelangkaan daya global.

“Geopolitik di Timur Tengah ini pun juga tetap rame. Apalagi tentang pembatasan transportasi di Selat Hormuz. Kemudian tentang penyerangan nan ditunda. Perang pun juga tetap terus terjadi. Bahkan Timur Tengah sendiri sampai saat ini mengalami pengurangan itu 10 juta barel per hari,” jelasnya.

Di sisi domestik Amerika Serikat, kepemimpinan Donald Trump mulai digoyang oleh penurunan tingkat kepercayaan publik di bawah 40 persen akibat mahalnya nilai bahan bakar dan status darurat penerbangan. Namun, pelaku pasar sekarang menanti kepemimpinan Kevin Hoss di Bank Sentral AS pada April mendatang, nan diprediksi bakal mengambil langkah berani untuk menurunkan suku kembang meskipun inflasi tetap tinggi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com