Rupiah Sentuh Rp17.600, Ini Penjelasan Menko Airlanggaamp;nbsp;

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Rupiah Sentuh Rp17.600, Ini Penjelasan Menko Airlangga 

Menko Airlangga (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk memandang pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) secara utuh berasas konteks historis.

Pemerintah menegaskan bahwa kualitas ketahanan ekonomi nasional saat ini jauh lebih solid dan sehat dibandingkan dengan dua dasawarsa sebelumnya, meskipun mata duit domestik tengah dibayangi tekanan eksternal.

Airlangga membandingkan info depresiasi mata duit Garuda serta laju inflasi dari beberapa periode pemerintahan terakhir guna meluruskan persepsi publik.

“Tadi Pak Misbakhun mengomentari 98, saya dukung. Saya hanya menyampaikan bahwa rupiah itu di tahun 2004-2014 terdepresiasinya 40 persen dalam 10 tahun. Dan itu dengan inflasi nan di tahun 2005 17 persen lantaran nilai minyak naik ke 140 per barrel,” urai Airlangga dalam aktivitas KNPED OJK di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Airlangga menjabarkan bahwa situasi tersebut berangsur membaik pada periode sepuluh tahun berikutnya.

Di tengah lanskap ekonomi dunia nan dinamis, bauran kebijakan moneter dan fiskal terbukti bisa memitigasi kejatuhan nilai tukar secara lebih terukur.

“Sedangkan di periode 2014-2024 itu rupiah depresiasinya 30,6 persen dan inflasinya 3 persen. Jadi beda nih kualitas dalam dua dasawarsa terakhir dan per hari ini inflasi kita jaga di 2,4 dan depresiasi rupiah 5 persen. Jadi konteksnya saya sepakat sama Pak Misbakun kudu dilihat secara konteks,” tegas Airlangga.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com