Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 241 unit rumah rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari kedua penanganan musibah pada Minggu (16/8/2026). Kerusakan terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Barat.
"Rumah rusak berat 154, kemudian rusak sedang 49, rumah rusak ringan 38," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam konvensi pers daring, Minggu (16/8/2026).
Berdasarkan rincian sementara BNPB, Manggarai Barat mencatat 69 rumah rusak berat, 30 rusak sedang, dan 16 rusak ringan. Dengan demikian, total rumah rusak di wilayah tersebut mencapai 115 unit.
Sementara itu, Manggarai Timur mencatat 54 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan 11 rusak ringan alias total 74 unit.
Di Kabupaten Manggarai, terdapat 29 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan sembilan rusak ringan alias total 47 unit. Adapun Nagekeo mencatat dua rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan alias total lima unit.
Abdul menegaskan info kerusakan rumah tersebut tetap berkarakter sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.
“Ini tetap dilakukan pendataan dan pemutakhiran di lapangan,” ujarnya.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·