Rupiah Melemah Lagi ke Rp17.762 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Rupiah Melemah Lagi ke Rp17.762 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah Melemah Lagi ke Rp17.762 per Dolar AS, Ini Penyebabnya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 37 poin alias sekitar 0,22 persen ke level Rp17.762 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.

Analis pasar duit Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen datang dari eksternal ialah optimisme seputar kesepakatan AS-Iran nan bermaksud untuk mengakhiri permusuhan di Timur Tengah. Kesepakatan tersebut, nan mencakup ketentuan nan memungkinkan Iran untuk melanjutkan ekspor minyak dan memperpanjang gencatan senjata sementara negosiasi berlanjut.

“Rincian kesepakatan perdamaian sementara mulai muncul pada hari Selasa dengan Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan itu bakal mengesampingkan senjata nuklir untuk Teheran dan seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan itu bakal memungkinkan Iran untuk menjual minyak setelah penandatanganan,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Memorandum of Understanding, nan belum dipublikasikan, memperpanjang gencatan senjata nan rentan nan diumumkan pada bulan April selama 60 hari lagi untuk memungkinkan pembicaraan menuju gencatan senjata permanen. 

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Amerika Serikat bakal mencabut blokade pelabuhan Iran, sementara Teheran bakal mengizinkan lampau lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, nan secara efektif diblokir sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari.

Namun demikian, para pejabat industri mengatakan bahwa kembalinya produksi dan penyulingan ke tingkat pra-perang kemungkinan bakal menyantap waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, alias apalagi bertahun-tahun. Israel telah menjauhkan diri dari gencatan senjata April dan perjanjian AS-Iran terbaru, menambah ketidakpastian apakah gencatan senjata baru ini bakal bertahan. 

Serangan pesawat tak berawak Israel menargetkan tiga kendaraan di Lebanon selatan pada hari Selasa, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lainnya, lapor Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA). Trump mengeluarkan teguran publik nan jarang terjadi terhadap strategi militer Israel..

Fokus pasar sekarang sepenuhnya pada pengumuman kebijakan pertama Federal Reserve di bawah Ketua Kevin Warsh. Bank sentral secara luas diperkirakan bakal mempertahankan suku kembang tidak berubah, tetapi penanammodal bakal mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan apa nan disebut "plot titik" untuk petunjuk tentang jalur kebijakan di masa depan. Pasar sangat sensitif terhadap sinyal apa pun tentang apakah para kreator kebijakan tetap memandang ruang untuk pelonggaran di akhir tahun ini.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com