Taufik Fajar
, Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |15:37 WIB

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 20 poin alias sekitar 0,11 persen ke level 18.080 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (23/10/2026).
Analis pasar duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal ialah kekhawatiran bakal adanya gangguan lebih lanjut pada pasokan daya menyusul serangan golongan Houthi terhadap Arab Saudi.
Adapun Saudi Aramco pada hari Kamis memerintahkan pemindahan instansi pusatnya di Dhahran, nan terletak di area Teluk dekat Bahrain, seiring dengan meningkatnya pertempuran antara eksportir minyak mentah terbesar di bumi tersebut dan golongan Houthi nan berbasis di Yaman.
“Bentrokan antara golongan Houthi dan koalisi ketua Arab Saudi nan mendukung pemerintah Yaman nan diakui secara internasional terus berkecamuk sejak golongan Houthi nan berafiliasi dengan Iran bergerak maju menuju Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran strategis di mulut Laut Merah,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Di Libya, sebuah katup pada pipa minyak nan menghubungkan ladang minyak Hamada dan Tahara ke pelabuhan Zawiya telah ditutup, nan menyebabkan penurunan produksi di kedua ladang minyak tersebut, ungkap kepala National Oil Corporation.
Secara terpisah, Rusia menyatakan pada hari Rabu bahwa mereka siap untuk melanjutkan kembali perundingan dengan Ukraina nan dimediasi oleh Amerika Serikat pada bulan depan, menyusul pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan utusan AS, Steve Witkoff, di St. Petersburg. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan dia berambisi perundingan tersebut, nan bakal menjadi nan pertama sejak Februari, dapat terlaksana pada awal November.
Data klaim pengangguran awal AS untuk pekan nan berhujung pada 17 Oktober tercatat lebih baik dari perkiraan, ialah sebesar 194 ribu, nomor nan berada di bawah perkiraan maupun nomor sebelumnya sebesar 200 ribu sekaligus mencapai level terendah dalam nyaris 57 tahun terakhir. Pekan lalu, info inflasi AS tercatat lebih tinggi dari ekspektasi, namun hingga saat ini para pelaku pasar telah mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku kembang pada bulan Oktober.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·