
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 23 poin alias sekitar 0,14 persen ke level Rp16.886 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2026).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal ialah pasar terguncang oleh gangguan di pasar energi, lantaran Iran mulai memblokir Selat Hormuz sebagai tanggapan terhadap serangan AS dan Israel terhadap negara tersebut.
“Teheran mengatakan bakal terus menyerang kapal-kapal di selat tersebut hingga penghentian permusuhan terhadap Republik Islam,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Presiden AS Donald Trump menyatakan minggu ini bahwa perang nyaris berakhir. Tetapi Iran menolak klaimnya, menyatakan bahwa Teheran bakal memutuskan kapan bentrok berakhir. Selat Hormuz adalah jalur pengiriman minyak dan gas utama untuk Asia, dengan gangguan pasokan nan berkepanjangan diperkirakan bakal mempunyai akibat jelek bagi perekonomian nan sangat berjuntai pada impor energi.
Selain itu, Data CPI AS untuk bulan Februari bakal dirilis pada hari Rabu dan diharapkan memberikan petunjuk nan lebih jelas tentang inflasi dan suku kembang di ekonomi terbesar di dunia. Inflasi CPI utama diperkirakan tetap stabil di 2,4% tahun-ke-tahun, sementara CPI inti diperkirakan tetap di 2,5%.
Meskipun nomor tersebut kemungkinan tidak bakal mencerminkan lonjakan nilai daya setelah perang Iran, nomor tersebut tetap bakal dipantau secara jeli untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang pengeluaran konsumen dan kesehatan ekonomi secara keseluruhan.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·