Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |15:39 WIB

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 12 poin alias sekitar 0,07 persen ke level Rp16.798 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (2/2/2026).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal ialah Presiden AS Donald Trump menominasikan mantan gubernur Fed Kevin Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan ketua petahana Jerome Powell di pucuk ketua bank sentral.
“Warsh sebagian besar dianggap setuju dengan seruan Trump untuk menurunkan suku kembang secara tajam. Namun, dia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, nan menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak nan diantisipasi pasar pada awalnya,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Namun, Warsh mungkin bakal menekankan kelemahan pasar tenaga kerja sebagai akibat nan lebih besar terhadap mandat Fed untuk mencapai lapangan kerja maksimal dan stabilitas nilai dan kemungkinan bakal mendukung lebih banyak penurunan suku kembang jika dikonfirmasi dalam beberapa bulan mendatang. Masa kedudukan Powell berhujung pada bulan Mei. Ketua Fed pekan lampau mendesak penggantinya untuk tidak terjebak dalam politik pemilihan.
Pada hari Sabtu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Iran "serius berbicara," beberapa jam setelah pejabat keamanan tertinggi Teheran, Ali Larijani, mengatakan pengaturan untuk negosiasi sedang berlangsung. Komentar Trump, berbareng dengan laporan bahwa angkatan laut Garda Revolusi Iran tidak mempunyai rencana untuk latihan tembak langsung di Selat Hormuz, adalah tanda-tanda de-eskalasi.
Di Asia, Perdana menteri Jepang Takaichi membicarakan faedah mata duit nan lebih lemah selama pidato kampanye baru-baru ini, nan agak kontras dengan sinyal dari pemerintahannya nan memperingatkan terhadap pelemahan mata duit nan berkepanjangan.
Takaichi mengatakan yen nan lebih lemah menguntungkan eksportir, meskipun dia kemudian terlihat melunakkan pendiriannya. Sejumlah pejabat Jepang, termasuk Takaichi sendiri, telah memperingatkan pasar terhadap pergerakan yen nan berlebihan, memicu kekhawatiran bahwa intervensi pemerintah bakal segera terjadi.
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·