Review Sweet Like Acai Bowl: Saat Cegil Jatuh Cinta pada Cowok Dingin!

Sedang Trending 2 jam yang lalu

sweet like acai bowl – Halo, Grameds! Semanis namanya, novel Sweet Like Acai Bowl karya Jue menghadirkan kisah cinta remaja nan bikin senyum-senyum sendiri lewat perjuangan nekat Sheey Mirani untuk meluluhkan hati Sadib Satya. Tapi, di kembali manisnya romansa pandangan pertama ini, tersimpan juga bentrok family dan persahabatan nan nggak kalah pelik.

Lantas, apakah upaya Sheey sukses meluluhkan hati Sadib? Yuk, simak sinopsis berikut untuk mengetahui apakah novel ini cocok masuk daftar bacaanmu!

Sinopsis Buku Sweet Like Acai Bowl 

Sheey Mirani tidak pernah butuh waktu lama untuk jatuh cinta, melalui satu tatapan mata dan senyum singkat dari seorang laki-laki tampan saja dia sudah terpana. Begitulah semuanya dimulai, sebuah momen sederhana nan bagi Sheey terasa manis. Dalam sekejap, nama Sadib Satya langsung menempati ruang paling ramai di kepalanya.  

Dengan keberanian tanpa rem, cegil itu nekat mendekat—masuk ke sekolah nan sama dengan Sadib, berada di sekitar Sadib, membuka upaya açaí bowl, hingga memaksakan diri mengikuti OSN demi ‘setara’ dengan Sadib. Perlahan, usahanya tidak sepenuhnya sia-sia, Sadib mulai merespons. Laki-laki manis itu sesekali membuka ruang nan sebelumnya tertutup rapat untuk siapa pun.   

Namun, semuanya berubah saat Sadib mendadak mendorongnya menjauh—tanpa argumen nan jelas dan kalimat menyakitkan. Di saat nan sama, datang seseorang nan dianggap ‘setara’ dengan laki-laki itu. Hingga untuk pertama kalinya, Sheey mulai goyah, mempertanyakan apakah semua usahanya bakal berhujung bahagia, alias justru sia-sia. 

novel sweet like acai bowl

Tentang Penulis Sweet Like Acai Bowl 

Jue merupakan penulis novel Sweet Like Acai Bowl, sebuah cerita fiksi bergenre romansa remaja nan diterbitkan oleh Akad x Skuad pada 2026. 

Melalui kisah Sheey Mirani dan Sadib Satya, Jue menghadirkan cerita tentang jatuh cinta, keberanian mendekati seseorang nan disukai, serta upaya untuk menjadi sosok nan dianggap sepadan dengan orang tersebut.

Dalam novel ini, Jue mengangkat pengalaman jatuh cinta nan terasa manis, tetapi juga penuh ketidakpastian. Perjalanan Sheey memperlihatkan gimana emosi suka bisa mendorong seseorang melakukan beragam perihal di luar kebiasaannya, sekaligus membuatnya mempertanyakan nilai diri ketika harapannya nggak melangkah sesuai keinginan. Kisah tersebut dapat menjadi referensi bagi fans romansa remaja nan menyukai dinamika hubungan, perjuangan mendapatkan cinta, dan proses memahami emosi sendiri.

Cewek Mengejar Cowok Duluan, Kenapa Nggak?

Sheey Mirani nggak ragu menunjukkan perasaannya kepada Sadib Satya. Mulai dari masuk sekolah nan sama hingga membuka upaya acai bowl demi mendekatinya, Sheey melakukan beragam langkah untuk mendapatkan perhatian laki-laki nan disukainya. Kisahnya menarik lantaran memperlihatkan bahwa wanita juga bisa mengambil inisiatif dalam percintaan tanpa kudu selalu menunggu pihak laki-laki memulai terlebih dahulu.

Namun, upaya Sheey juga mengundang pertanyaan tentang pemisah dalam memperjuangkan cinta. Berusaha mendekati seseorang memang nggak salah, tetapi kita tetap perlu memahami apakah emosi tersebut mendapat respons nan sama. Dari kisah Sheey, pembaca bisa memandang bahwa keberanian mengungkapkan emosi merupakan perihal nan patut dihargai, tetapi kebahagiaan diri sendiri juga nggak boleh dilupakan.

Haruskah Kita Menjadi Setara agar Layak Dicintai?

Salah satu upaya Sheey untuk mendekati Sadib adalah mengikuti OSN agar merasa setara dengan laki-laki nan dikenal pandai tersebut. Hal ini menunjukkan gimana rasa suka terkadang membikin seseorang mau meningkatkan kualitas dirinya demi mendapatkan perhatian orang lain. Sheey rela mencoba hal-hal nan mungkin sebelumnya nggak terpikirkan hanya lantaran mau berada di lingkungan nan sama dengan Sadib.

Di sisi lain, kisah ini juga membujuk pembaca mempertanyakan apakah kita kudu menjadi sehebat seseorang agar layak dicintai. Mengembangkan diri tentu merupakan perihal positif, tetapi bakal lebih berarti jika dilakukan untuk diri sendiri, bukan semata-mata demi mendapatkan pengakuan orang lain. Hubungan nan sehat semestinya memberikan ruang bagi kedua pihak untuk berkembang tanpa membikin salah satunya merasa lebih rendah.

Cowok Dingin nan Ternyata Bisa Bikin Baper

Sadib Satya digambarkan sebagai siswa pandai nan kaku, pendiam, dan terkesan susah didekati. Kepribadiannya membikin banyak orang segan untuk mendekatinya, termasuk lantaran reputasinya sebagai siswa berprestasi. Namun, ketika Sheey mulai datang dalam kehidupannya, pembaca perlahan bisa memandang sisi Sadib nan berbeda dari kesan awalnya.

Dinamika keduanya menjadi salah satu daya tarik cerita lantaran Sheey nan ceria dan ceplas-ceplos berjumpa dengan Sadib nan condong kaku. Perbedaan kepribadian ini menghasilkan hubungan nan menarik, terutama ketika Sadib mulai memberikan respons terhadap upaya Sheey. Bagi pembaca nan menyukai karakter laki-laki dingin dengan sisi manis nan muncul secara perlahan, hubungan mereka bisa menjadi bagian paling menghibur dari novel ini.

Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama, Seindah Itu alias Justru Berisiko?

Perasaan Sheey kepada Sadib bermulai dari tatapan mata dan senyum singkat. Momen sederhana tersebut langsung membikin Sadib memenuhi pikirannya dan mendorong Sheey melakukan beragam langkah untuk mendekatinya. Dari pertemuan singkat itu, kesukaan Sheey berkembang menjadi emosi nan cukup kuat hingga memengaruhi banyak keputusan dalam hidupnya.

Kisah ini menarik untuk membahas gimana jatuh cinta pada pandangan pertama bisa membikin seseorang membayangkan banyak kemungkinan sebelum betul-betul mengenal orang nan disukai. Perasaan tersebut memang bisa menjadi awal kisah romantis nan manis, tetapi mengenal kepribadian seseorang tetap memerlukan waktu. Dengan begitu, kita bisa membedakan antara menyukai sosok nan terlihat menarik dan betul-betul memahami orang di kembali kesan pertamanya.

Di Balik Cowok Pintar, Ada Tekanan nan Nggak Terlihat

Sadib bukan hanya dikenal sebagai siswa pandai nan dikagumi banyak orang, tetapi juga sebagai anak nan menghadapi tekanan dari keluarganya. Orang tuanya sangat berfokus pada nilai akademik sehingga Sadib kudu berupaya memenuhi ekspektasi mereka. Kondisi ini memperlihatkan bahwa seseorang nan terlihat dahsyat di mata orang lain belum tentu menjalani kehidupan nan mudah.

Bagian ini mengangkat persoalan nan dekat dengan kehidupan pelajar, ialah tuntutan untuk terus berprestasi demi memenuhi angan keluarga. Nilai akademik memang penting, tetapi kebutuhan emosional anak juga semestinya mendapat perhatian. Melalui kisah Sadib, pembaca diajak menyadari bahwa dukungan, komunikasi, dan kasih sayang sama pentingnya dengan pencapaian akademik dalam proses tumbuh dewasa.

Dua Keluarga, Dua Cara Mencintai Anak

Keluarga Sheey digambarkan sebagai family nan hangat dan penuh dukungan. Mereka memberikan ruang bagi Sheey untuk menjalani kehidupannya, termasuk dalam urusan percintaan. Bahkan, Sadib juga mendapatkan sambutan hangat dari family Sheey. Kehadiran family nan suportif membikin Sheey mempunyai tempat untuk bercerita dan merasa diterima ketika menghadapi beragam situasi.

Sebaliknya, Sadib kudu menghadapi tekanan nan lebih besar dari keluarganya, terutama mengenai prestasi akademik. Perbedaan ini memperlihatkan gimana lingkungan family dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang. Setiap anak memerlukan pendekatan nan berbeda, tetapi kasih sayang dan kesediaan untuk mendengarkan tetap menjadi bagian krusial dalam hubungan orang tua dan anak.

Apakah Usaha dalam Cinta Selalu Berakhir Bahagia?

Sheey melakukan banyak perihal untuk mendekati Sadib, mulai dari mencari kesempatan untuk berjumpa hingga berupaya memahami hal-hal nan disukai laki-laki tersebut. Perjuangannya memperlihatkan gimana emosi cinta bisa mendorong seseorang menjadi lebih berani dan mencoba perihal baru. Namun, perjalanan mereka juga menunjukkan bahwa hubungan romantis nggak hanya berjuntai pada seberapa besar upaya nan dilakukan satu pihak.

Pada akhirnya, memperjuangkan seseorang memang bisa menjadi pengalaman nan menyenangkan, tetapi kita juga perlu memahami bahwa emosi nggak bisa dipaksakan. Usaha nan besar nggak selalu menjamin hasil sesuai harapan. Kisah Sheey dan Sadib bisa menjadi pengingat bahwa mencintai seseorang semestinya nggak membikin kita melupakan kebutuhan, kebahagiaan, dan nilai diri sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Sweet Like Acai Bowl

Kelebihan Buku Sweet Like Acai Bowl

  • Karakter utama nan menarik dan menghibur

Sheey Mirani menjadi salah satu daya tarik utama novel ini berkah kepribadiannya nan ceria, ceplas-ceplos, dan berani menunjukkan perasaan. Usahanya untuk mendekati Sadib menghadirkan beragam kejadian nan menghibur sekaligus membikin pembaca penasaran dengan kelanjutan kisah mereka.

  • Romansa nan manis dan bikin baper

Interaksi antara Sheey dan Sadib menjadi bagian nan menyenangkan untuk diikuti. Perbedaan kepribadian mereka menciptakan dinamika nan menarik, terutama ketika Sadib mulai membuka diri kepada Sheey. Momen romantisnya juga terasa manis melalui perhatian dan langkah mereka menghargai upaya satu sama lain.

  • Memiliki bentrok family nan menyentuh

Cerita ini nggak hanya berfokus pada percintaan, tetapi juga mengangkat tekanan akademik nan dialami Sadib dari keluarganya. Konflik tersebut memberikan gambaran tentang beban nan bisa dirasakan anak ketika terus dituntut untuk berprestasi. Sisi ini membikin karakter Sadib terasa lebih kompleks lantaran pembaca bisa memandang masalah nan tersembunyi di kembali kesan pintarnya.

  • Karakter pendukung membikin cerita lebih hidup

Kehadiran Jidan, Jeresa, dan family Sheey memberikan warna tersendiri dalam cerita. Jidan menghadirkan hubungan nan menghibur, sedangkan Jeresa dan family Sheey memperlihatkan sisi hangat dari hubungan keluarga. Tokoh-tokoh pendukung ini membikin cerita nggak hanya berputar pada hubungan Sheey dan Sadib, tetapi juga memperlihatkan lingkungan sosial nan memengaruhi kehidupan mereka.

Kekurangan Buku Sweet Like Acai Bowl

  • Usaha Sheey terkadang terasa berlebihan

Keberanian Sheey dalam mengejar Sadib memang menjadi daya tarik cerita, tetapi beberapa tindakannya mungkin terasa berlebihan bagi sebagian pembaca. Usahanya untuk berada di lingkungan nan sama dengan Sadib hingga mengikuti aktivitas demi merasa setara dengannya bisa menimbulkan kesan bahwa Sheey terlalu berpusat pada orang nan disukainya. Meski begitu, perihal ini juga menjadi bagian dari karakter Sheey nan penuh semangat ketika jatuh cinta.

  • Konflik romansa terasa cukup familiar

Tema wanita nan mengejar laki-laki dengan kepribadian dingin merupakan pola nan cukup sering ditemukan dalam novel romansa remaja. Pembaca nan sudah berkawan dengan aliran teenlit mungkin bisa menebak beberapa perkembangan hubungan mereka. Meski demikian, hubungan para tokoh dan bentrok family nan menyertainya tetap memberikan ragam dalam cerita.

  • Karakter Sadib terkesan terlalu kaku

Sadib digambarkan sebagai sosok nan pintar, pendiam, dan condong umum ketika berkomunikasi, termasuk dengan menggunakan sapaan “saya-kamu”. Karakterisasi ini memang membedakannya dari tokoh laki-laki nan lebih santai, tetapi bagi sebagian pembaca, langkah bicaranya mungkin terasa kurang natural dalam situasi tertentu. Namun, kekakuan tersebut juga bisa menjadi karakter unik nan membikin interaksinya dengan Sheey terasa berbeda dan menghibur.

Kesimpulan

Grameds, Sweet Like Acai Bowl karya Jue Jue cocok untuk pembaca nan menyukai novel teenlit dengan kisah cinta manis, karakter nan menghibur, dan bentrok family nan menyentuh. Perjalanan Sheey dalam mendekati Sadib menghadirkan momen romantis nan bikin baper, sementara kehadiran karakter pendukung membikin cerita terasa lebih hidup.

Meski beberapa bentrok terasa familiar dan upaya Sheey terkadang berlebihan, novel ini tetap menarik untuk menemani waktu luang. Selain menyuguhkan kisah cinta remaja, ceritanya juga mengingatkan bahwa memperjuangkan seseorang boleh saja, tetapi jangan sampai membikin kita kehilangan jati diri. 

Rekomendasi Buku Terkait

Laiqa: Hijrah Kayra – Fiatuzzahro 

 Hijrah Kayra

“Karena cinta nan sebenarnya cinta, hanya nan mendekatkan kita kepada nan Mahacinta.”

Menurutku, hidup tak lebih dari melakukan apa nan kita suka tanpa kudu memikirkan omongan nyinyir orang di luar sana. Tetapi, sebuah kasih sayang lembut bisa mengeluarkanku dari prinsip itu. Tadinya hanya berupa hal-hal pahit nan menyakitkan. Hal-hal rumit nan menyesakkan. Dan baru kusadari, kasih sayang tak selalu tentang perihal manis. Inilah perjalanan hijrahku nan tak mudah…. Kupersembahkan kepada kalian nan sedang istiqomah….

Laiqa: Lari Dari Pesantren – Andri Saptono 

 Lari dari Pesantren

Apa kalian tidak jenuh terus-terusan dikurung di Pondok Al-Ikhlas ini? Mau begini tidak boleh! Mau begitu tidak boleh! Ustaznya galak! Pelajarannya bikin ngantuk. Sudah begitu makanannya itu-itu saja! Menunya membosankan semua! Kalian kudu cari pengalaman di luar. Lihat kehidupan di luar tembok pondok! Kalian tetap muda! Lihat tuh di luar anak-anak bermain sebebas-bebasnya. Pergi ke mana mereka suka. Apa kalian tidak iri? Albar dan Ilyas lari dari tempat mereka menimba ilmu. Rencananya hanya satu hari. Tapi, tak disangka menjadi nyaris satu bulan! Banyak peristiwa di luar dugaan nan mereka temukan. Seperti apa Albar dan Ilyas menghadapi realita di luar sana?

Laiqa: Wedding Agreement – Mia Chuz
 Wedding Agreement

Tak lama setelah pernikahannya, Tari disodori lembaran kertas oleh Bian, suaminya.
“Apa ini?”
“Kesepakatan pernikahan selama kita menikah.”
“Aku tetap belum mengerti.”
“Sejak awal saya memang berencana untuk berpisah setelah satu tahun menikah. Mungkin Anda belum tahu jika saya sudah bertukar cincin sebelumnya.”

Tari menatap suaminya dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin dia menikahi laki-laki seperti itu? Suaminya berencana menikah dengan wanita lain setelah menceraikannya. Ia hanya punya waktu satu tahun untuk menjalani pernikahan ini. Apakah ada nan lebih jelek daripada itu?

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑