Mengenal Sejarah Munculnya Houthi dan Kekuatannya di Yaman

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Sejarah Munculnya Houthi – Halo, Grameds! Sejarah munculnya Houthi bermulai dari sebuah aktivitas pembaharuan keagamaan di pegunungan utara Yaman, nan sekarang menjelma menjadi salah satu kekuatan militer paling ditakuti dan memperkeruh peta geopolitik Timur Tengah.

Inilah kisah di kembali lahirnya kelompok Houthi—atau Ansar Allah—yang aksinya kerap menguncang dunia.

Latar Belakang Munculnya Gerakan Houthi

Untuk memahami sejarah munculnya Houthi, kita perlu memandang kondisi Yaman sebelum golongan tersebut berkembang menjadi kekuatan politik dan militer.

Houthi berasal dari wilayah Saada di Yaman bagian utara. Gerakan ini berakar pada organisasi Zaidiyah, salah satu bagian Syiah dalam Islam nan telah lama berkembang di wilayah tersebut.

Pada 1962, sistem imamah Zaidiyah di Yaman Utara berhujung setelah revolusi nan mengarah pada pembentukan republik. Perubahan tersebut turut mengubah susunan kekuasaan politik dan sosial nan sebelumnya berkembang selama berabad-abad.

Dalam beberapa dasawarsa berikutnya, sebagian masyarakat Zaidiyah merasa tradisi keagamaan dan pengaruh politik mereka semakin terpinggirkan. Pada saat nan sama, pengaruh golongan keagamaan Salafi nan berasal dari tradisi Sunni juga berkembang di wilayah utara.

Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang munculnya aktivitas kebangkitan Zaidiyah. Meski demikian, nggak semua penganut Zaidiyah berasosiasi dengan Houthi. Gerakan ini hanya mewakili salah satu golongan nan berkembang dari lingkungan sosial dan keagamaan tersebut. 

Awal Berdirinya Houthi pada 1990-an

Gerakan nan menjadi cikal bakal Houthi mulai berkembang pada akhir 1980-an hingga 1990-an. Pada tahap awal, aktivitasnya berfokus pada pendidikan agama, penguatan identitas Zaidiyah, dan upaya mempertahankan tradisi masyarakat di Yaman bagian utara.

Salah satu aktivitas pendahulunya dikenal sebagai Believing Youth alias Shabab al-Mu’min. Gerakan ini menjadi wadah bagi aktivitas pendidikan dan kebangkitan keagamaan Zaidiyah, terutama di wilayah Saada dan sekitarnya.

Hussein Badreddin al-Houthi kemudian menjadi salah satu tokoh krusial dalam perkembangan aktivitas tersebut. Ia berbareng lingkaran pendukungnya membawa aktivitas itu ke arah nan semakin politis, terutama ketika kritik terhadap pemerintah Yaman mulai menguat.

Pada awalnya, aktivitas aktivitas ini belum sebesar kekuatan politik dan militer nan dikenal saat ini. Namun, ketidakpuasan terhadap pemerintah, persoalan ketimpangan, dan perbedaan pandangan mengenai arah politik Yaman membantu memperluas dukungannya.

Dari sinilah aktivitas Houthi mulai berkembang melampaui aktivitas keagamaan dan memasuki arena politik nasional. 

Peran Hussein al-Houthi dalam Perkembangan Gerakan

Hussein Badreddin al-Houthi merupakan salah satu tokoh utama dalam sejarah awal Houthi. Ia dikenal sebagai pemimpin keagamaan dan politik nan mendorong aktivitas tersebut menjadi lebih aktif dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah Yaman.

Pada awal 2000-an, Hussein semakin vokal menentang kebijakan pemerintah nan dipimpin Presiden Ali Abdullah Saleh. Ia juga mengkritik hubungan pemerintah Yaman dengan Amerika Serikat, terutama setelah invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003.

Sikap tersebut membikin hubungan aktivitas Hussein dengan pemerintah semakin tegang. Pemerintah memandang aktivitas golongan itu sebagai ancaman terhadap stabilitas dan kewenangan negara.

Pada 2004, upaya pemerintah untuk menangkap Hussein berujung pada bentrok bersenjata di wilayah utara Yaman. Peristiwa ini menandai awal pemberontakan Houthi secara terbuka.

Hussein akhirnya tewas pada September 2004 dalam operasi militer pemerintah. Namun, kematiannya nggak menghentikan aktivitas tersebut. Kepemimpinan kemudian beranjak kepada adiknya, Abdul-Malik al-Houthi, nan kelak menjadi pemimpin utama golongan ini. 

Konflik Houthi dengan Pemerintah Yaman pada 2004–2010

Setelah bentrok pertama pada 2004, bentrok antara Houthi dan pemerintah Yaman berjalan dalam beberapa gelombang pertempuran. Pemerintah berupaya mempertahankan kendali atas wilayah utara, sedangkan Houthi terus membangun kekuatan dan memperluas pengaruhnya.

Pertempuran tersebut terjadi dalam enam putaran utama antara 2004 dan 2010. Konflik melibatkan operasi militer pemerintah, perlawanan golongan Houthi, serta ketegangan dengan sejumlah golongan lokal.

Perselisihan ini nggak hanya berangkaian dengan persoalan agama. Ada pula aspek politik, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, serta tuntutan mengenai kekuasaan dan perlakuan terhadap masyarakat di wilayah utara.

Konflik nan terus berulang membikin Houthi semakin terorganisasi sebagai golongan bersenjata. Pengalaman menghadapi militer pemerintah juga membantu golongan ini memperkuat posisi mereka di wilayah Saada.

Dengan demikian, periode 2004–2010 menjadi fase krusial nan mengubah Houthi dari aktivitas kebangkitan keagamaan dan politik menjadi kekuatan pemberontak nan lebih terstruktur. 

Pengaruh Arab Spring terhadap Perkembangan Houthi

Pada 2011, gelombang demonstrasi nan dikenal sebagai Arab Spring turut mengguncang Yaman. Masyarakat turun ke jalan untuk memprotes pemerintahan Ali Abdullah Saleh nan telah berkuasa selama puluhan tahun.

Tekanan politik akhirnya membikin Saleh meninggalkan kedudukan presiden. Pada 2012, Abd Rabbuh Mansur Hadi mengambil alih kepemimpinan dalam masa transisi nan diharapkan dapat membawa perubahan politik.

Namun, proses transisi tersebut menghadapi beragam masalah, termasuk ketidakstabilan ekonomi, persaingan antarkelompok politik, dan ketidakpuasan terhadap pembagian kekuasaan.

Houthi memanfaatkan situasi ini untuk memperluas pengaruhnya. Kelompok tersebut juga terlibat dalam proses perbincangan nasional nan bermaksud membahas masa depan pemerintahan dan penyusunan konstitusi Yaman.

Meski ikut dalam proses politik, Houthi tetap memperkuat pengaruhnya di lapangan. Ketegangan dengan pemerintah pusat terus bersambung hingga akhirnya berkembang menjadi perebutan kekuasaan nan lebih besar.

Houthi Merebut Ibu Kota Sanaa pada 2014

Salah satu peristiwa paling krusial dalam sejarah munculnya Houthi adalah pengambilalihan Sanaa, ibu kota Yaman, pada September 2014.

Sebelum peristiwa tersebut, Houthi telah memperluas pengaruhnya dari Saada menuju wilayah lain. Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah, lemahnya lembaga negara, dan persaingan politik memberikan ruang bagi golongan tersebut untuk memperkuat posisinya.

Houthi kemudian memasuki Sanaa dan mengambil alih sejumlah lembaga penting. Pemerintah Yaman kehilangan kendali efektif atas ibu kota, sementara situasi politik dan keamanan negara semakin memburuk.

Pengambilalihan Sanaa menjadi titik kembali lantaran Houthi nggak lagi hanya beraksi sebagai golongan pemberontak di wilayah utara. Mereka sekarang mempunyai kendali atas pusat pemerintahan dan menjadi tokoh utama dalam menentukan arah politik Yaman.

Peristiwa tersebut juga memicu kekhawatiran negara-negara di kawasan, terutama Arab Saudi, nan memandang ekspansi kekuasaan Houthi sebagai ancaman terhadap keamanan regional.

Intervensi Arab Saudi dan Perluasan Konflik pada 2015

Konflik Yaman semakin meluas pada Maret 2015 ketika koalisi militer ketua Arab Saudi melancarkan intervensi untuk mendukung pemerintahan Hadi nan diakui secara internasional.

Intervensi tersebut bermaksud menghentikan ekspansi kekuasaan Houthi dan memulihkan posisi pemerintah nan kehilangan kendali atas Sanaa. Namun, operasi militer justru memperbesar skala perang dan membikin bentrok semakin kompleks.

Hubungan Houthi dengan Iran turut menjadi salah satu aspek dalam persaingan regional. Iran memberikan support kepada golongan tersebut, sedangkan Arab Saudi mendukung pihak-pihak nan menentang kekuasaan Houthi.

Meski sering dikaitkan dengan persaingan Iran dan Arab Saudi, bentrok Yaman juga mempunyai akar domestik nan kuat. Persaingan politik, persoalan pemerintahan, dan perbedaan kepentingan antar golongan di dalam negeri turut menentukan perkembangannya.

Perang nan berkepanjangan menimbulkan kerusakan infrastruktur, pengungsian, dan krisis kemanusiaan nan berat bagi masyarakat Yaman. 

Perkembangan Houthi hingga Menjadi Kekuatan Regional

Seiring berjalannya waktu, Houthi berkembang menjadi golongan nan mempunyai keahlian politik dan militer lebih besar dibandingkan ketika pertama kali muncul pada 1990-an.

Kelompok ini menguasai Sanaa dan sejumlah wilayah di Yaman bagian utara serta barat. Di bawah kepemimpinan Abdul-Malik al-Houthi, mereka juga mengembangkan keahlian persenjataan, termasuk rudal dan drone.

Pengaruh Houthi semakin mendapat perhatian internasional sejak November 2023, ketika golongan tersebut mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah. Houthi menyatakan tindakan itu sebagai corak support terhadap Palestina dalam perang di Gaza.

Serangan tersebut mengganggu jalur pelayaran internasional nan menghubungkan Asia dan Eropa melalui Laut Merah dan Terusan Suez. Sejumlah perusahaan pelayaran mengalihkan rute kapal untuk mengurangi risiko, sehingga perjalanan dan biaya pengiriman dapat meningkat.

Perkembangan ini menunjukkan perubahan besar dalam perjalanan Houthi. Gerakan nan awalnya berakar pada kebangkitan keagamaan di wilayah utara Yaman sekarang mempunyai pengaruh terhadap keamanan dan perdagangan internasional. 

Siapa Saja Tokoh Penting dalam Sejarah Houthi?

Berikut adalah tokoh-tokoh krusial nan menjadi pelopor Houthi, nan perlu Anda ketahui, Grameds.

  • Hussein Badreddin al-Houthi

Tokoh nan berkedudukan krusial dalam perkembangan awal aktivitas Houthi dan memimpin perlawanan terhadap pemerintah Yaman pada 2004.

  • Abdul-Malik al-Houthi

Adik Hussein nan mengambil alih kepemimpinan setelah kematian kakaknya. Ia kemudian membawa Houthi berkembang menjadi kekuatan politik dan militer nan berpengaruh.

  • Ali Abdullah Saleh

Mantan presiden Yaman nan pemerintahannya terlibat dalam bentrok bersenjata dengan Houthi sejak 2004. Hubungan politiknya dengan Houthi kemudian mengalami perubahan seiring perkembangan konflik.

Faktor nan Mendorong Perkembangan Houthi

  • Ketegangan sosial dan keagamaan

Sebagian masyarakat Zaidiyah di Yaman utara merasa identitas dan tradisi mereka semakin terpinggirkan, sehingga muncul aktivitas untuk memperkuat kembali pengaruh organisasi tersebut.

  • Ketidakpuasan terhadap pemerintah

Persoalan politik, ketimpangan ekonomi, dan hubungan antara pemerintah pusat dengan wilayah utara turut mendorong support terhadap Houthi.

  • Ketidakstabilan politik Yaman

Pergantian kepemimpinan setelah Arab Spring pada 2011 menciptakan situasi nan dimanfaatkan Houthi untuk memperluas pengaruh dan kekuasaannya.

Perubahan Houthi dari Gerakan Lokal Menjadi Kekuatan Regional

  • Memperkuat kekuasaan di Yaman

Setelah merebut Sanaa pada 2014, Houthi berkembang dari aktivitas nan berpusat di wilayah utara menjadi kekuatan nan menguasai sejumlah wilayah strategis di Yaman.

  • Mendapat support dari Iran

Hubungan dengan Iran, termasuk support militer dan teknologi persenjataan, membantu meningkatkan keahlian Houthi. Meski demikian, golongan ini juga mempunyai kepentingan politiknya sendiri.

  • Terlibat dalam ketegangan internasional

Serangan Houthi terhadap kapal di Laut Merah sejak 2023 membikin golongan ini semakin mendapat perhatian bumi lantaran dampaknya terhadap keamanan area dan perdagangan internasional.

Kesimpulan

Grameds, sejarah munculnya Houthi berasal dari aktivitas kebangkitan tradisi keagamaan Zaidiyah di wilayah utara Yaman pada akhir 1980-an hingga 1990-an. Gerakan ini kemudian berkembang menjadi kekuatan politik di bawah pengaruh Hussein al-Houthi dan memasuki bentrok bersenjata dengan pemerintah pada 2004.

Setelah melewati beragam konflik, perubahan politik akibat Arab Spring, dan perebutan ibu kota Sanaa pada 2014, Houthi tumbuh menjadi salah satu tokoh utama dalam bentrok Yaman. Hubungan dengan Iran serta serangan terhadap kapal di Laut Merah kemudian memperluas pengaruhnya ke tingkat regional dan internasional.

Rekomendasi Buku Terkait

Pahlawan Kebanggaan Indonesiaku, Kisah Heroik Perjuangan Pahlawan Bangsaku

Pahlawan Kebanggaan Indonesiaku, Kisah Heroik Perjuangan Pahlawan Bangsaku

Indonesia mempunyai banyak pahlawan bangsa nan begitu hebat. Mere Soepratman pada zamannya demi mempertahankan tanah kelahirannya. Sayangnya, dewasa ini pahlawan bangsa itu sering terlupakan. Anak-anak kurang begitu tahu siapa pahlawan bangsa nan mereka kagumi? Anak-anak era now lebih tahu pahlawan alias superhero dari movie luar. Selain, perjuangannya nan luar biasa, ada banyak perihal nan bisa kita ambil sebagai pelajaran moral dan motivasi bagi anak-anak untuk kehidupan sehari-hari. Di antaranya, adalah untuk pantang menyerah. Di kitab ini, penulis membikin kitab pahlawan nasional nan berbeda dari biasanya. Jika biasanya kitab pahlawan berisi riwayat hidup dan sejarah singkat, penulis menceritakan sungguh heroik para pahlawan nasional kita dengan tetap berasal pada kisah nyatanya. Semoga dengan adanya kitab ini, dapat memberikan warna baru pada kitab pahlawan nan ada di pasaran. Dan, anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa menyukai kitab ini. Selamat membaca. Merdeka!

 Buku Pintar Mengenal Pahlawan Indonesia

Buku Pintar Mengenal Pahlawan Indonesia 

Buku “Buku Pintar Mengenal Pahlawan Indonesia” memuat tentang profil pahlawan nasional Indonesia. Ada lebih dari 150 pahlawan Indonesia nan dibahas dalam kitab setebal 420 laman ini, nan dikategorikan ke dalam 6 bab utama, di antaranya Pahlawan Masa Penjajahan Belanda dan Jepang, Pahlawan Proklamasi, Pahlawan Revolusi Kemerdekaan, dan lain-lain. Pembahasan setiap pahlawan meliputi profil singkat, riwayat hidup, perjalanan perjuangannya untuk Indonesia, serta jasanya untuk bangsa. Buku “Buku Pintar Mengenal Pahlawan Indonesia” bakal membujuk pembaca untuk mengenal pahlawan-pahlawan nan telah berjasa, nan beberapa namanya mungkin terdengar asing. Buku ini juga bakal menambah rasa nasionalisme dan kecintaan pembaca terhadap tanah air.

 Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi 

 Kisah Seorang Pahlawan Revolusi

Sosok Pierre Andries Tendean kerap disebut setiap harinya, entah sebagai nama jalan, gedung ataupun simbol militer. Kisah-kisah hidupnya berseliweran di blog bumi maya, baik nan berbasis kebenaran maupun kisah-kisah fiksi karangan semata. Sesungguhnya, sosok original si pemilik nama jarang diungkap lebih perincian dalam riwayat hidup resmi ataupun literatur sejarah di negeri ini. Saat gugur dalam peristiwa satu, pangkat nan rendah jika dibandingkan dengan enam kompatriotnya nan gugur waktu itu. Pierre gugur saat menjabat sebagai ajudan Menko Hankam/Kasab Jenderal Abdul Haris Nasution. 

  • Arti BPA Free
  • Aktivitas Teamwork Indoor
  • Apa itu Danantara
  • Apa itu Mikroplastik
  • Bahaya Mikroplastik
  • Barang untuk Mudik
  • BPA Free vs Plastik Biasa
  • Cara Kerja Ombudsman
  • Cara Melapor ke Ombudsman
  • Cara Mengembangkan Kreativitas Anak
  • Cara Merawat Stainless Steel
  • Cara Memilih Plastik Aman Makanan
  • Contoh Kasus Ombudsman
  • Danantara vs INA
  • Food Grade Artinya Apa
  • Jenis Plastik
  • Jenis Stainless Steel
  • Kaca vs Plastik
  • Kapan Botol Plastik Harus Diganti
  • Kelebihan dan Kekurangan Stainless Steel
  • Kode Plastik
  • Kode Stainless Steel
  • Mengenal Sejarah Munculnya Houthi
  • Panduan Lengkap Mengurangi Mikroplastik
  • Panduan Praktis Hidup Ramah Lingkungan
  • Perbandingan Bambu vs Plastik
  • Perbandingan Silikon vs Plastik
  • Perbedaan BPK dan BPKP
  • Perbedaan MA dan MK
  • Perbedaan KPK dan Kejaksaan
  • Plastik PET
  • Resep Matcha
  • Siapa Itu Houthi
  • Stainless Steel Food Grade
  • Stainless Steel vs Aluminium
  • Stainless Steel vs Besi
  • Stainless Steel vs Kaca
  • Stainless Steel vs Tembaga
  • Teacher Training Workshop
  • Tips Mengurangi Jejak Karbon
  • Teknik Memanjat dalam Canyoneering
  • Tugas dan Fungsi Ombudsman
  • Tujuan Ombudsman
Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑