Cara Mendapatkan Kenikmatan Saat Ibadah

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Cara Mendapatkan Kenikmatan Saat Ibadah

Ilustrasi.

JAKARTA – Banyak umat Muslim merasa sudah disibukkan oleh beragam aktivitas ibadah. Namun, hanya sedikit nan meluangkan waktu untuk mengevaluasi apakah ibadah tersebut betul-betul membekas dalam jiwa dan kehidupan sehari-hari. Padahal, ibadah nan berarti semestinya bisa menghadirkan kenikmatan jiwa dan rasa dekat dengan Allah SWT, sebuah karunia luar biasa bagi setiap hamba.

Pada hakikatnya, seluruh corak ibadah merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Lantas, sudahkah seorang hamba merasakan kedekatan itu dalam setiap ibadah nan dijalankannya?

Para ustadz salaf pernah menyatakan:

عَبَدْتُ اللهَ خَمْسِينَ سَنَةً، فَمَا وَجَدْتُ حَلاَوَةَ العِبَادَةِ حَتَّى تَرَكْتُ ثَلاَثَةَ أَشْيَاءَ: تَرَكْتُ رِضَى النَّاسِ حَتَّى قَدَرْتُ أَنْ أَتَكَلَّمَ بِالحَقِّ، وَتَرَكْتُ صُحْبَةَ الفَاسِقِينَ حَتَّى وَجَدْتُ صُحْبَةَ الصَّالِحِينَ، وَتَرَكْتُ حَلاَوَةَ الدُّنْيَا حَتَّى وَجَدْتُ حَلاَوَةَ الآخِرَةِ

"Aku telah beragama kepada Allah selama 50 tahun. Aku tidak dapat merasakan manisnya ibadah sampai saya meninggalkan tiga perkara:

  • Aku meninggalkan ridha manusia, sehingga saya bisa mengatakan kebenaran (hanya lantaran Allah Ta'ala semata).
  • Aku meninggalkan persahabatan dengan orang fasik, sehingga saya dapat berkawan dengan orang saleh.
  • Aku meninggalkan kelezatan dunia, sehingga saya mendapatkan kelezatan akhirat." (Dikutip dari kitab Siyar A’lam An-Nubala karya Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah).

Apabila seseorang belum bisa merasakan manisnya beribadah, bisa jadi salah satu dari poin di atas, alias apalagi ketiganya, tetap melekat dalam dirinya. Dalam kitab Syarah al-Wajibat, ibadah secara bahasa dimaknai sebagai perendahan diri, ketundukan, dan kepatuhan.

Sementara secara istilah syariat, para ustadz mengemukakan beragam definisi. Salah satu nan dinilai paling baik dan paling komplit adalah arti nan disampaikan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah suatu istilah nan mencakup segala sesuatu nan dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, nan tersembunyi (batin) maupun nan tampak (lahir).”

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑