Rupiah dan IHSG Menguat, Danantara: Persepsi Investor Berbalik Positif

Sedang Trending 4 hari yang lalu
 Persepsi Investor Berbalik Positif CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.(Antara/Muhammad Adimaja)

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menilai kepercayaan penanammodal terhadap Indonesia mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Perubahan persepsi tersebut tercermin dari penguatan pasar modal (IHSG) dan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Rosan, tren positif ini merupakan hasil dari serangkaian kebijakan pemerintah serta langkah proaktif Danantara melakukan roadshow investasi di beragam pusat finansial dunia. Ia menegaskan bahwa kondisi pasar finansial tidak bakal membaik secara organik tanpa upaya membangun kembali kepercayaan penanammodal terhadap prospek ekonomi nasional.

"Kalau kita lihat memang beberapa hari terakhir ini baik dari pasar modal kita maupun rupiah kita mengalami penguatan nan relatif sigap juga," ujar Rosan dalam konvensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/6).

Dampak Roadshow ke 122 Investor Global

Salah satu aspek utama nan membalikkan sentimen pasar adalah pertemuan intensif Danantara dengan sekitar 122 penanammodal internasional. Rosan menjelaskan bahwa para penanammodal tersebut bukan sekadar calon pembeli obligasi dunia Danantara, melainkan pelaku pasar nan mempunyai eksposur besar di beragam instrumen finansial Indonesia.

Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Rosan mengakui ada diskusi nan sangat bergerak dan kritis mengenai kondisi ekonomi domestik, arah kebijakan pemerintah, hingga tata kelola internal Danantara.

"Memang tanya-jawabnya kencang, sangat kencang. Jadi memang itu menunjukkan kesungguhan mereka," ungkapnya. Namun, perbincangan terbuka tersebut justru membuahkan respons positif lantaran memberikan kejelasan nan dibutuhkan pasar.

Fundamental Ekonomi Tetap Solid

Rosan menilai tekanan pasar nan sempat terjadi lebih banyak dipicu oleh aspek persepsi daripada esensial ekonomi. Ia meyakini bahwa dalam jangka menengah dan panjang, ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur nan kuat.

Investor lembaga global, lanjut Rosan, condong mengambil keputusan berasas prospek jangka panjang. Mereka memberikan perhatian unik pada pertumbuhan sektor perbankan nan solid, imbal hasil (yield) nan menarik, serta valuasi perusahaan Indonesia nan saat ini dinilai cukup murah setelah koreksi pasar beberapa bulan terakhir.

"Pada saat mereka memandang esensial kita bagus, perbankan kita pertumbuhan nan bagus, dividend-nya bagus, yield-nya bagus, harganya di bawah, ya otomatis mereka memandang ini adalah time to buy," jelas Rosan.

Komitmen Tata Kelola Danantara

Sebagai lembaga pengelola investasi berdaulat (sovereign wealth fund), Danantara berkomitmen menerapkan prinsip keterbukaan, tata kelola nan baik (good corporate governance), dan akuntabilitas. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjaga kredibilitas di mata internasional.

Rosan menambahkan bahwa banyak penanammodal mengapresiasi program-program Danantara nan dinilai mempunyai prospek cerah dan dikelola oleh tim profesional. Kepercayaan ini pula nan mendorong respons positif terhadap beragam inisiatif lembaga, termasuk rencana publikasi obligasi dunia perdana.

"Persepsinya sekarang, alhamdulillah, sudah ke tren positif dan kita harapkan tentunya ini terus meningkat seiring dengan konsistensi kebijakan dan transparansi nan kita jaga," pungkasnya. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia