Rohman Wibowo
, Jurnalis-Sabtu, 16 Mei 2026 |12:15 WIB

Nilai tukar rupiah nan ambruk hingga Rp17.600 menjadi pukulan telak bagi industri manufaktur Tanah Air. (foto: Okezone.com)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah nan ambruk hingga Rp17.600 menjadi pukulan telak bagi industri manufaktur Tanah Air. Ketergantungan nan tinggi terhadap bahan baku hingga peralatan modal impor membikin ongkos produksi pabrikan membengkak drastis di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kondisi tersebut tidak hanya disebabkan oleh selisih kurs semata. Rantai pasok dunia nan terganggu sejak meletusnya perang pada Februari lampau telah mengerek biaya logistik, asuransi, hingga nilai komoditas penolong seperti plastik dan energi, nan pada akhirnya membebani operasional industri.
Tekanan berat nan menimpa sektor ini tercermin pada laju Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) manufaktur Indonesia. Indikator aktivitas pabrik tersebut terus merosot dan pada akhirnya berbalik mengalami kontraksi pada April lalu.
Situasi pelik ini memaksa pabrikan memutar otak lantaran mereka tidak bisa serta-merta meningkatkan nilai jual produk di pasaran. Daya beli masyarakat nan melemah membikin konsumen sangat sensitif terhadap perubahan harga.
“Jadi, pelemahan nilai tukar ini pada dasarnya memperumit kondisi industri pada saat ini. Artinya, dari sisi langkah kebijakan, stabilitas nilai tukar sangat krusial untuk meredam akibat eksternal terhadap ekonomi domestik,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, Sabtu (16/5/2026).
Jika dibiarkan tanpa intervensi perlindungan, tren pelemahan ini berisiko memicu gelombang penutupan pabrik. Pasalnya, kondisi setiap subsektor dalam industri manufaktur berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan.
Oleh lantaran itu, pemerintah diminta turun tangan dengan tidak menambah beban baru berupa pungutan pajak bagi sektor nan sedang terpuruk, seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kebijakan pemberian insentif nan selektif dan tepat sasaran dinilai dapat menjadi penyelamat bagi industri strategis nan menyerap banyak tenaga kerja.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·