Jakarta, CNN Indonesia --
Selain rumah warga, rumah ibadah hingga sekolah di Desa Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, hancur akibat gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 nan mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin pagi pukul 06.37 WIB.
"Guncangan pelan dulu baru kuat, baru kayak getarannya ada turun-naik, dia goyang kanan-kiri, tiba-tiba turun naik. Itulah nan menyebabkan rumah-rumah ataupun bangunan, rumah ibadah, sekolah itu mengalami kehancuran," ujar Sekretaris Desa Kawio, Risto Mandiangan kepada CNN Indonesia TV, Senin (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risto mengatakan getaran gempa terjadi cukup lama dan kuat. Bahkan, sampai saat ini gempa susulan tetap terjadi.
"Getaran terasa lama sekali. Itu kuat. Bahkan, sampai saat ini juga gempa susulannya tetap kuat," ungkapnya.
Risto mengatakan Desa Kawio dihuni oleh 178 Kepala Keluarga (KK) dengan 480 jiwa. Mayoritas adalah sebagai nelayan. Saat ini, seluruhnya sedang berkumpul di area terbuka lantaran gempa susulan tetap terjadi.
Risto berambisi ada support segera nan diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
"Baru dari Kabupaten mereka minta data. nan jadi persoalan jangan info dulu. Saya sudah kirim foto-foto di grup Pemerintah Kabupaten, saya sudah posting di FB di grup pembangunan Sangihe. Artinya, gimana langkah-langkah penanganan untuk segera, lantaran minta maaf, sampai dengan saat ini masyarakat tetap trauma, mereka ada di ruang terbuka, mereka belum masak apa pun," ucap Risto.
"Ini pun kami gunakan WiFi. Kami ada WiFi Starlink itu nan bisa mengakses lantaran semua pada mati. Listriknya tenaga surya nan dipakai untuk berasosiasi di luar wilayah kami. Belum ada support ke Kawio," imbuhnya.
(ryn/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·