Emiten migas, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5 guna meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memperluas pedoman penanammodal ritel.
Dalam keterbukaan info di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/6), perseroan menyampaikan bahwa rencana tersebut telah diajukan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) nan digelar pada 23 Juni 2026.
Dalam skema tersebut, setiap satu saham lama bakal dipecah menjadi lima saham baru. Nilai nominal saham bakal turun dari Rp 25 per saham menjadi Rp 5 per saham. Sementara itu, jumlah saham nan ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 4,23 miliar saham menjadi sekitar 21,14 miliar saham.
"Aksi korporasi ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan sekaligus memperluas pedoman penanammodal di pasar modal," ujar Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi.
Dalam RUPSLB, perseroan juga bakal membagikan dividen tunai untuk tahun kitab 2025 sebesar Rp 274,17 miliar alias setara Rp 65 per saham. Dividen terdiri atas tas dividen interim sebesar Rp 25 per saham nan telah dibagikan pada 29 Januari 2026 dan dividen final sebesar Rp 40 per saham nan bakal dibagikan sesuai agenda nan bakal diumumkan di laman keterbukaan informasi.
"Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar USD 266,7 juta pada 2025, meningkat 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta untung bersih sebesar USD 35,0 juta, tumbuh 20,3 persen secara tahunan," jelasnya.
Djauhar menyampaikan, keahlian perseroan nan terus bertumbuh sepanjang 2025, memberikan landasan nan kuat bagi kami untuk membagikan nilai kepada pemegang saham melalui dividen serta meningkatkan likuiditas saham melalui stock split.
"Di saat nan sama, kami juga terus mempersiapkan generasi kepemimpinan berikutnya guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan Perseroan dalam jangka panjang. Langkah-langkah tersebut mencerminkan komitmen kami untuk menciptakan nilai nan berkepanjangan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," kata Djauhar.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan kontribusi upaya gas, proyek EPC Ubadari, beroperasinya Fasilitas Kompresor Gas Sengkang, serta kontribusi dari Grup Hafar pada upaya Offshore EPCI dan Shipping.
Para pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh personil Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, serta mengangkat Praba Diwangkara Caraka Putra Soma sebagai Direktur Perseroan nan baru. Pengangkatan tersebut merupakan bagian dari strategi regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang perseroan. Masa kedudukan Direksi dan Dewan Komisaris bertindak hingga penutupan RUPST Perseroan tahun 2029.
Memasuki tahun 2026, perseroan tetap optimistis terhadap prospek industri daya nasional. Dengan portofolio upaya nan terdiversifikasi mulai dari hulu, midstream, hilir hingga beragam inisiatif daya masa depan, didukung esensial finansial nan sehat, pengembangan proyek-proyek strategis, serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan dan penerapan ESG.
"Perseroan berada pada posisi nan kuat untuk melanjutkan pertumbuhan berkepanjangan dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan," tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·