Rugi 677 M & Utang Rp 4,7 T, INKA Buka Suara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

PT Industri Kereta Api (Persero) alias INKA buka bunyi soal pengarahan terbaru dari Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) untuk melakukan langkah transformasi dan pembenahan perusahaan.

General Manager Corporate Secretary PT INKA (Persero), Bambang Sutrisno menyampaikan pengarahan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perbaikan perusahaan secara menyeluruh, mulai dari proses internal hingga efektivitas penyelenggaraan proyek.

"INKA menindaklanjuti pengarahan BP BUMN dengan mempercepat transformasi nan saat ini terus berjalan. Fokus kami adalah membangun esensial perusahaan nan lebih sehat, proses upaya nan semakin efektif, serta keahlian nan semakin kuat dalam menjalankan dan menyelesaikan setiap proyek," ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembenahan INKA

Pembenahan dilakukan dengan memperkuat keterkaitan antara perencanaan, pengelolaan kontrak, penyelenggaraan proyek, proses produksi hingga penyelesaian pekerjaan kepada pelanggan.Sejalan dengan itu, INKA juga terus melakukan langkah perbaikan terhadap kondisi likuiditas dan struktur finansial perusahaan.

Menurut Bambang, disiplin pengelolaan proyek menjadi bagian krusial dalam memperkuat keahlian perusahaan, baik dalam pengendalian jadwal, biaya, akibat maupun pemenuhan komitmen kepada pelanggan.

"Setiap proyek kudu dikelola secara disiplin sejak awal, baik dari aspek teknis, kontraktual maupun finansial. Dengan pengelolaan nan semakin baik, setiap pekerjaan kudu bisa memberikan nilai bagi pengguna sekaligus memperkuat kondisi perusahaan," lanjut Bambang.

Pada saat nan sama, INKA terus memperkuat proses produksi dan sistem kualitas untuk memastikan sarana nan dihasilkan memenuhi aspek keselamatan, keandalan serta standar nan dipersyaratkan.

Transformasi tersebut juga diarahkan untuk menjaga dan mengembangkan kapabilitas industri perkeretaapian nasional, mulai dari keahlian engineering dan manufaktur, tenaga kerja terampil, teknologi hingga ekosistem industri pendukung.

"Yang mau kami bangun bukan hanya keberlanjutan perusahaan, tetapi juga keahlian industri perkeretaapian Indonesia. Untuk itu, INKA kudu semakin sehat, profesional, berkualitas, dan kompetitif dengan melibatkan seluruh stakeholder perkeretaapian," tutup Bambang.

INKA Rugi

Sebelumnya, Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus COO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria mendorong perbaikan keahlian finansial INKA. Dia menyebut kerugian nan dialami INKA mencapai Rp 677 miliar dengan unsustain loan alias utang sebesar Rp 4,7 triliun.

Menurutnya perbaikan kudu dilakukan lewat tata kelola nan kuat, perencanaan nan komprehensif, dan benchmark ke praktik terbaik di industri. Ia meminta seluruh jejeran untuk punya komitmen nan sama untuk membawa INKA jadi lebih baik.

"Jadi menurut saya, INKA ini tidak dalam kondisi nan baik-baik saja. Kan aneh, Pak, masa kita rugi Rp 677 miliar. Orang perusahaan manufaktur, kemudian juga jelas nan diservisnya siapa. Rugi, terus ada unsustain loan Rp 4,7 triliun itu lawannya apa dulu," ungkap Dony sebagaimana dikutip dalam unggahan IG @bumn_id, Selasa (15/9/2026).

BP BUMN mendorong transformasi total di tubuh INKA. Mulai dari model bisnis, tata kelola, budaya kerja, kualitas produksi, hingga sistem operasional. Dari semua itu, peningkatan kualitas produksi jadi prioritas utama. Dony juga meminta INKA untuk segera menyusun grand plan transformasi.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance