Jakarta, CNBC Indonesia - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melontarkan klaim mengejutkan bahwa kehancuran parah nan terjadi di Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait sebenarnya disebabkan oleh hantaman rudal Patriot milik Amerika Serikat (AS). Sistem pertahanan udara milik Washington tersebut dituding mengalami kegagalan kegunaan saat berupaya menghalau gelombang serangan rudal kiriman Teheran nan membidik pangkalan militer Amerika Serikat di negara Teluk tersebut.
Insiden fatal di airport tersebut meletus di tengah tindakan saling balas serangan rudal nan terjadi pada hari Rabu antara militer AS dan Iran. Eskalasi mematikan ini dipicu oleh serangan Washington terhadap sebuah kapal tanker nan tengah melaju menuju Pulau Kharg, serta apa nan disebut oleh Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) sebagai serangan melindungi di Pulau Qeshm.
Mengutip instansi buletin Russia Today (RT) pihak militer Iran langsung membantah keras tuduhan nan menyebut bahwa pasukannya telah sengaja membidik akomodasi penerbangan sipil tersebut. Seorang ahli bicara resmi IRGC mengumumkan rincian hasil investigasi internal mereka secara terbuka kepada publik pada hari Rabu.
"Investigasi dan penelitian kami terhadap serangan terminal penumpang Kuwait menunjukkan bahwa angkatan udara IRGC tidak menembak ke sasaran ini, dan hancurnya terminal penumpang airport Kuwait disebabkan oleh kesalahan pada sistem Patriot Amerika, nan mendarat di terminal ini setelah kandas mencegat rudal-rudal Iran," kata ahli bicara IRGC tersebut, dikutip Kamis (4/6/2026).
Kendati demikian, klaim Teheran ini langsung menuai sanggahan dari otoritas setempat.
Sebelumnya, detik-detik Bandara Internasional Kuwait dihantam drone dipublikasikan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait (DGCA). Sebuah video menunjukkan saat pesawat tak berawak Iran menabrak terminal di bandara, 3 Juni kemarin.
"Momen pertama agresi sadis Iran melalui drone, nan menjadi sasaran Terminal 1 (T1) Bandara Internasional Kuwait pada tanggal 3 Juni 2026," tulis DGCA di akun X @Kuwait_DGCA, Kamis.
"Menyebabkan hilangnya nyawa, cedera parah pada manusia, dan kerusakan material nan parah," tambahnya.
Pada video terlihat gimana beberapa letak diambil merujuk CCTV bandara. Lokasi pertama menunjukkan sisi luar terminal, saat tiba-tiba sebuah drone jatuh menembus genting kiri terminal, dan menimbulkan ledakan api serta asap hitam pekat.
Tak jauh dari lokasi, terlihat deretan pesawat berjejer. Situasi luar airport juga tetap dipenuhi penduduk lampau lalang di siang hari.
Video lain kemudian memperlihatkan parkiran mobil di dekat gedung terminal saat kejadian. Bagaimana ledakan mengejutkan letak itu. Ada pula situasi di dalam terminal saat serangan terjadi. Diperlihatkan beberapa orang sedang melangkah di letak dan tiba-tiba panik lantaran gedung runtuh.
Insiden ini terjadi setelah terjadinya baku tembak antara AS dan Iran. IRGC mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk markas Armada Kelima AS, setelah serangan Amerika di Pulau Qeshm.
Departemen Perang AS, Pentagon, menyatakan bahwa rudal Iran nan ditembakkan ke Kuwait kandas mencapai sasarannya, dan mengatakan dua proyektil kandas alias pecah dalam perjalanan. Kuwait mengatakan pertahanan udaranya merespons serangan rudal dan drone selama kejadian tersebut.
Mengutip AFP, ahli bicara Kementerian Kesehatan Abdullah al-Sanad mengatakan 25 ambulans dikirim ke Bandara Internasional Kuwait. Puluhan orang menderita luka lantaran ledakan termasuk di kepala, pendarahan otak, amputasi dan luka serius nan tidak dijelaskan jenisnya.
"Mereka termasuk penduduk sipil, dan orang-orang nan bekerja di airport dan wisatawan," tambahnya menyebut serangan tersebut merusak misi diplomatik nan tidak disebutkan namanya.
Dalam pernyataan berbeda Kementerian Luar Negeri India mengatakan salah satu warganya tewas di airport dan mengutuk serangan tersebut. Ia diidentifikasi sebagai seorang pelancong.
(tps/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·