Manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengambil langkah tegas menyusul kasus bayi milik Ibu Nina Saleha nan nyaris dibawa oleh orang tidak dikenal di lingkungan rumah sakit.
Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata Marsidi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjatuhkan hukuman terhadap perawat nan terlibat dalam kejadian tersebut.
“Perawatnya sudah kami nonaktifkan dari pelayanan langsung kepada pasien, dipindahkan ke bagian lain, serta diberikan Surat Peringatan (SP) 1,” ujar Rachim dalam keterangan tertulis nan diterima, Jumat (10/4).
Selain itu, RSHS juga menyatakan kesiapan untuk dilakukan pertimbangan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai kejadian tersebut.
“Kami siap untuk dilakukan pertimbangan oleh Kementerian Kesehatan, dan kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Kemenkes,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit terbuka terhadap segala corak pengawasan dan pembinaan guna meningkatkan kualitas pelayanan serta keamanan pasien.
Lebih lanjut, RSHS bakal melakukan pertimbangan internal secara menyeluruh, khususnya terhadap prosedur operasional standar (SOP) dalam penyerahan bayi kepada orang tua.
“Ke depan, kami bakal melakukan pertimbangan dan pembinaan kembali kepada para perawat mengenai kepatuhan dalam melaksanakan SOP, terutama dalam proses penyerahan bayi kepada orang tuanya,” jelas Rachim.
Menurutnya, selama ini prosedur tersebut telah melangkah dengan baik, namun kejadian ini menjadi bahan pertimbangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pihak RSHS juga menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan seluruh tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas, terutama dalam situasi nan melibatkan keselamatan pasien.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan tengah dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian guna memastikan ada tidaknya unsur kelalaian maupun tindak pidana.
Sekilas Kasus
Seorang ibu berjulukan Nina Saleha mengungkap peristiwa mengejutkan nan dialaminya saat mendampingi bayinya nan baru lahir, menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu (8/4). Ia menyebut bayinya nyaris dibawa oleh orang tak dikenal.
Nina menceritakan, kejadian bermulai saat dirinya menunggu pemeriksaan master anak nan tak kunjung datang. Bayinya saat itu tetap berada di ruang perawatan RS.
Di sela menunggu, dia sempat berinteraksi dengan seorang wanita lain nan berada di letak nan sama.
"Saya tanya, ‘mau ngapain ke sini? Mau pulang alias nengok?’ Dia bilang mau pulang,” ujar Nina saat dihubungi wartawan, Kamis (9/4).
Tak lama kemudian, master anak datang dan memanggil pasien lain terlebih dahulu. Nina pun tetap menunggu giliran sembari memperhatikan aktivitas di sekitar ruang perawatan.
Beberapa saat kemudian, situasi menjadi sibuk lantaran ada pasien bayi lain nan mengalami kondisi darurat.
Nina sempat turun ke bawah berbareng suaminya untuk makan. Namun, dia mengaku mempunyai firasat tidak lezat dan memutuskan kembali ke ruangan.
“Pas saya kembali ke atas, rupanya anak saya sudah dipegang oleh wanita itu. Saya tanya, ‘Teh, pulang?’ Dia bilang, iya. Pas saya perhatikan baju, selimut, dan wajahnya, itu anak saya,” katanya.
Nina langsung mempertanyakan kenapa bayinya berada di tangan wanita tersebut.
“Saya bilang, ‘ini anak saya. Saya nan memandikan, saya nan tahu bajunya.’ Saya tanya, ‘memangnya Teteh tidak tahu wajah anaknya sendiri?’” lanjut Nina.
Nina juga mendapati gelang identitas bayinya sudah tidak ada.
“Pas dilihat, gelang namanya sudah tidak ada. Katanya gelangnya sudah digunting oleh suster,” ungkapnya.
Merasa panik, Nina langsung berteriak meminta bantuan. “Saya teriak, ‘Sus, Sus, itu anak saya mau dibawa pergi!’”
Tak lama kemudian, suaminya datang dan situasi menjadi tegang. Menurut Nina, pihak perawat hanya menyampaikan permintaan maaf.
“Susternya bilang, ‘Iya, Bu, maaf. Tadi saya panggil-panggil nama Ibu Nina Saleha tidak ada, jadi saya serahkan.’ Lah, kenapa bisa? Kok bisa dikasihkan?” kata Nina dengan nada heran.
Nina menjelaskan, bayinya nan baru berumur sekitar satu minggu sebelumnya dirawat lantaran penyakit kuning dan sempat masuk ruang ICU setelah dirujuk ke rumah sakit tersebut.
Ia juga menegaskan tidak mengenal wanita nan sempat membawa bayinya.
“Tidak kenal, hanya sempat berbincang sejenak saja,” ujarnya.
Perempuan tersebut mengaku family pasien lain dan hendak pulang dari rumah sakit. Namun, sikapnya dinilai mencurigakan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·