Prima mengungkapkan, terdapat hambatan teknis dalam pemeriksaan biometrik awal. Beberapa sidik jari korban belum teridentifikasi dalam sistem info kependudukan.
"Ada beberapa kendala, di mana jenazahnya pada saat kita cek di Mambis-nya tidak keluar identitasnya. Tapi ini kita lagi dalami lagi," ungkapnya.
Meski demikian, dia optimistis proses identifikasi dapat berjalan sigap lantaran sebagian besar kondisi jenazah tetap dapat dikenali secara visual.
"Kita secepatnya kita identifikasi. Karena kondisi jenazahnya relatif utuh," ucapnya.
Namun, dia juga menyebut terdapat beberapa jenazah dengan kondisi unik nan memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Karena ada beberapa jenazah nan kepalanya rusak juga ada," paparnya.
RS Polri mengimbau masyarakat nan merasa kehilangan personil family untuk segera datang dengan membawa info pendukung seperti identitas, foto, hingga rekam medis.
"Yang dibawa, mungkin identitas ya, mungkin perlu foto nan terlihat giginya, ya, terus identitas nan ada sidik jarinya. Ijazah, iya," pungkasnya.
Reporter: Nur Habibie
Sumber: Merdeka.com
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·