BBM Tembus Rp24.000/Liter, Warga Dibikin Pusing Urus Subsidi Sendiri

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Subsidi BBM Pakistan mulai berlaku, namun penduduk Karachi kesulitan mendaftar. Kebijakan ini diterapkan setelah nilai bensin melonjak hingga 380 rupee per liter.

Warga mengantre untuk mengisi bahan bakar sepeda motor mereka di sebuah SPBU menyusul peluncuran skema support bahan bakaryang memberikan subsidi bahan bakar bagi sepeda motor, becak motor, dan kendaraan bermesin hingga 800cc nan memenuhi syaratdi K

Warga mengantre di sebuah SPBU untuk mengisi bahan bakar sepeda motor setelah pemerintah Pakistan meluncurkan skema subsidi bagi sepeda motor, becak motor, dan kendaraan bermesin hingga 800cc nan memenuhi syarat, di Karachi, Pakistan, Kamis (17/9/2026). Program nan mulai bertindak pada Rabu tengah malam tersebut membikin sejumlah penduduk telah berhari-hari berupaya mendaftarkan kendaraannya. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Seorang pekerja memperbarui nilai bahan bakar di sebuah SPBU menyusul peluncuran skema support bahan bakar—yang memberikan subsidi bahan bakar bagi sepeda motor, becak motor, dan kendaraan bermesin hingga 800cc nan memenuhi syarat—di Karachi, Pakistan, pada 16 September 2026.

Namun, sebagian tetap mengalami hambatan saat memasukkan nomor kendaraan dan kartu identitas untuk memperoleh bantuan. “Bagaimana orang nan tidak bisa membaca dan menulis dapat memperkuat hidup jika kondisinya dibuat sesulit ini?” kata Musharraf dalam wawancara di luar sebuah stasiun pengisian bahan bakar. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Seorang petugas mencatat nomor ponsel pengguna sebelum mengisi bahan bakar kendaraannya di sebuah SPBU menyusul peluncuran skema support bahan bakar—yang memberikan subsidi bahan bakar bagi sepeda motor, becak motor, dan kendaraan bermesin hingga 800cc nan memenuhi syarat—di Karachi, Pakistan, pada 17 September 2026.

Kenaikan nilai daya terjadi setelah perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran selama berbulan-bulan mengganggu perdagangan minyak dan gas dunia melalui Selat Hormuz. Harga gas spot Asia kembali mendekati US$30 (sekitar Rp528.703) per juta British thermal unit (MMBtu) pekan ini, naik dari sekitar US$10 (sekitar Rp176.234) sebelum perang. Shell memperkirakan bumi telah kehilangan sekitar 36 juta ton pasokan LNG dari Timur Tengah sepanjang tahun ini. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Para pekerja menggunakan perangkat untuk memperbarui nilai nan tertera pada papan di sebuah SPBU menyusul peluncuran skema keringanan bahan bakar—yang memberikan subsidi bahan bakar bagi sepeda motor, becak motor, dan kendaraan bermesin hingga 800cc nan memenuhi syarat—di Karachi, Pakistan, pada 16 September 2026.

Pemerintah Pakistan kemudian menerapkan skema subsidi bahan bakar secara nasional untuk meredam akibat kenaikan harga. Pemilik sepeda motor, becak, dan mobil mini mendapat support sebesar 100 rupee alias sekitar US$0,36 (sekitar Rp6.344) per liter, dengan pemisah kuota bulanan. Kebijakan ini diberlakukan setelah nilai bensin mencapai sekitar 380 rupee alias US$1,37 (sekitar Rp24.144) per liter, sedangkan solar mencapai 409 rupee alias US$1,48 (sekitar Rp26.082) per liter. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Seorang laki-laki memperhatikan nomor volume dalam liter dan nilai nilai dalam rupee nan tertera pada mesin pompa saat mengisi bahan bakar kendaraannya di sebuah SPBU di Karachi, Pakistan, pada 16 September 2026. Kenaikan nilai bahan bakar ini terjadi di tengah bentrok AS-Iran serta menjelang peluncuran program pemerintah secara nasional nan menawarkan subsidi sebesar 100 rupee per liter bagi sepeda motor, becak motor (rickshaw), dan kendaraan berkapasitas mesin hingga 800cc nan memenuhi syarat.

Kondisi tersebut semakin membebani masyarakat lantaran bayaran minimum hanya sekitar US$145 alias Rp2,5 juta per bulan. Namun, sistem subsidi tersebut menuai kritik. Wakil Ketua Pakistan Petroleum Dealers Association, Tariq Hassan, mengatakan pelaku upaya tidak dilibatkan dalam penyusunan skema tersebut. Sementara itu, Lahore Chamber of Commerce & Industry meminta pemerintah memangkas pungutan bahan bakar lantaran tingginya biaya daya dinilai membebani eksportir. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Pengendara sepeda motor melintas di dekat potret Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif—yang dipasang sebagai corak protes terhadap kenaikan nilai bahan bakar di tengah bentrok AS-Iran—menjelang peluncuran nasional program pemerintah nan menawarkan subsidi sebesar 100 Rupee per liter bagi sepeda motor, becak motor, dan kendaraan berkapasitas mesin hingga 800cc nan memenuhi syarat, di Karachi, Pakistan, 16 September 2026.

Tekanan daya juga terjadi pada sektor listrik Pakistan. Data Independent System Market Operator menunjukkan sektor kelistrikan memerlukan hingga 400 juta kaki kubik gas per hari selama musim dingin, sementara baru dua kargo LNG nan dikonfirmasi untuk September. Pemerintah tetap berupaya mencegah terulangnya penutupan aktivitas upaya pada awal tahun akibat keterbatasan pasokan energi. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News