Rumah Sakit (RS) dr. Pirngadi Medan membantah pernyataan mengenai peluru tidak membahayakan di dalam tubuh pasien satpam SPPG, Guntur Sugoro (41) nan dibegal dan diduga ditembak senapan angin di Medan.
Sebelumnya, Guntur mengaku dipulangkan oleh rumah sakit usai menjadi korban pemalak dengan kondisi peluru belum dikeluarkan dari dalam tubuhnya. Katanya, master menilai peluru timah tidak rawan di dalam tubuh.
"Mana ada master bilang (enggak membahayakan) gitu. Cuma kan, mungkin pasien menanggapi seperti itu saja. Kalau enggak, statement dokter kita tetap itu peluru kudu diangkat, itu tetap statement dari master kita," kata Humas RS dr. Pirngadi Medan, Ester, saat dihubungi, Sabtu (23/5).
Ester mengatakan, pihak RS dr. Pirngadi Medan tetap menyarankan peluru tersebut kudu diangkat dari tubuh pasien.
"Apa pun ceritanya, peluru itu kudu tetap diangkat dari tubuh pasien," ujar Ester.
"Kalau misalnya rawan dan tidak berbahaya, saya juga enggak bisa kasih pendapat seperti itu, lantaran kan kadang-kadang beda juga setiap kita (dokter). Tapi memang namanya barang asing, dikeluarkan lah," tambahnya.
Ester pun menjelaskan, Guntur tidak langsung dilakukan operasi pengangkatan peluru di tubuhnya lantaran pihak Rumah Sakit dr. Pirngadi tidak punya ahli master bedah toraks.
"Kita tidak punya ahli bedah toraks. Tidak ada masalah dana. Tidak ada sama sekali (menaruh biaya pada korban)," imbuh Ester.
Sebelumnya, satpam SPPG, Guntur Sugoro (41) terkena pemalak di Jalan Pasaribu, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (11/5) sekitar pukul 23.30 WIB.
Guntur menceritakan kejadian nan dialaminya saat itu berasal dirinya berangkat dari rumahnya di Jalan Masjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, menuju rumah temannya.
Guntur bekerja sebagai penjaga malam SPPG baru dua bulan. Ia menyebutkan, SPPG tersebut baru bakal buka untuk semester depan anak sekolah.
Kata Guntur, dia mau meminjam duit temannya sebesar Rp 200 ribu lantaran dirinya belum menerima penghasilan di tempat dia bekerja.
Lalu Guntur dipepet oleh sekelompok orang berjumlah sekitar lima orang dan menyuruhnya berhenti. Guntur dibacok dan diduga ditembak senapan angin di punggungnya.
Sontak Guntur mencoba kabur dari dekapan para sekelompok pemalak tersebut. Ia pun menabrak sepeda motor pelaku dan sukses melarikan diri.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·