Rosan Ungkap Hasil Pertemuan Bos-Bos Bank BUMN dengan Prabowo di Istana, Singgung Rp1.000 Triliun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2026 |21:34 WIB

Rosan Ungkap Hasil Pertemuan Bos-Bos Bank BUMN dengan Prabowo di Istana, Singgung Rp1.000 Triliun

Rosan Ungkap Hasil Pertemuan Bos-Bos Bank BUMN dengan Prabowo di Istana, Singgung Rp1.000 Triliun (Foto: Bakom)

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkap hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan jejeran dewan dan komisaris lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Istana Kepresidenan pada hari ini.

Menurutnya, dalam pertemuan nan dihadiri oleh seluruh ketua Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI, dan BTN itu, Presiden menekankan pentingnya peran perbankan negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

"Karena perbankan Himbara ini merupakan komponen nan sangat-sangat krusial dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia dan tidak semata-mata itu hanya sebagai entitas bisnis, tetapi ini bisa mempengaruhi juga arah kebijakan perekonomian nasional," ungkap Rosan nan juga menjabat CEO Danantara, Kamis (18/6/2026).

Dia menyebut, Presiden juga menyoroti besarnya nilai dan pengaruh Himbara dalam perekonomian nasional. Rosan menjelaskan kapitalisasi pasar bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun, di mana jumlah tersebut merupakan 10 persen dari seluruh nilai perusahaan nan di Indonesia.

"Jadi jika dijumlahkan itu nilainya kurang lebih itu Rp1.100 triliun, nan di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market alias seluruh nilai perusahaan nan di Indonesia," ujarnya.

Lebih jauh Rosan mengungkap, Presiden menginginkan pelaku UMKM memperoleh perlakuan nan lebih baik, apalagi suku kembang angsuran nan diterima UMKM semestinya bisa setara alias lebih rendah dibandingkan korporasi besar.

"Usaha mini menengah ini nan kadangkala mendapatkan suku kembang lebih tinggi dari korporasi, malah kudu di level nan sama, apalagi kudu lebih rendah. Harus lebih rendah lantaran ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat terutama UMKM," katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com