Roket Falcon 9 SpaceX Diprediksi Menabrak Bulan pada Agustus 2026

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Roket Falcon 9 SpaceX Diprediksi Menabrak Bulan pada Agustus 2026 Tahap atas roket Falcon 9 SpaceX diperkirakan menabrak Kawah Einstein di Bulan pada 5 Agustus 2026.(Dok. SpaceX)

TAHAP atas roket Falcon 9 milik SpaceX diperkirakan bakal menghantam permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026 mendatang. Prediksi ini memicu perhatian bumi lantaran tumbukan tersebut diperkirakan terjadi hanya sepekan sebelum kejadian Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026.

Astronom independen sekaligus developer perangkat lunak pencari barang langit Project Pluto, Bill Gray, mengungkapkan bahwa berasas kalkulasi orbit terbaru, objek tersebut bakal menabrak Bulan pada pukul 13.44 WIB. Lokasi tumbukan diprediksi berada di sekitar Kawah Einstein, wilayah nan terletak di perbatasan sisi dekat dan sisi jauh Bulan.

Objek nan menjadi sorotan ini merupakan bagian dari misi 2025-010D nan diluncurkan pada Januari 2025. Saat itu, roket tersebut bekerja mengantarkan misi pendaratan Blue Ghost Mission 1 milik Firefly Aerospace dan Hakuto-R Mission 2 dari perusahaan Jepang, ispace.

Berbeda dengan tahap pertama Falcon 9 nan bisa mendarat kembali di Bumi, tahap atas ini tidak dirancang untuk digunakan ulang. Benda setinggi gedung lima lantai tersebut terus mengorbit di ruang angkasa hingga lintasannya sekarang bersenggolan dengan orbit Bulan.

"Orbit Bulan dan objek ini pada dasarnya saling berpotongan. Namun pada 5 Agustus, keduanya diperkirakan tiba di titik tersebut secara bersamaan," ujar Gray sebagaimana dikutip dari Science Alert.

Kecepatan tumbukan diperkirakan mencapai tujuh kali kecepatan suara. Meski terdengar ekstrem, para mahir memastikan peristiwa ini tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Dampak utamanya adalah terbentuknya kawah baru nan kemungkinan besar bakal didokumentasikan oleh wahana Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA.

Insiden ini kembali memicu obrolan mengenai masalah sampah antariksa di lingkungan Bulan. Hal ini menjadi krusial mengingat intensitas eksplorasi nan meningkat, termasuk program Artemis NASA nan menargetkan pengiriman astronaut kembali ke Bulan pada 2028, serta ambisi China pada 2030.

Menariknya, hanya berselang tujuh hari setelah tabrakan tersebut, Bulan bakal menjadi tokoh utama dalam Gerhana Matahari Total nan melintasi Greenland, Islandia, Spanyol, dan Portugal. Agustus 2026 pun diprediksi menjadi periode spesial bagi bumi astronomi global. (Live Sciences/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia