Rocky Gerung Peluk Nadiem Beri Dukungan, Ruang Sidang Bergemuruh

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Nadiem Anwar Makarim, kembali menjalani persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM), Senin (11/5).

Persidangan nan beragendakan pemeriksaan terdakwa ini banyak dihadiri oleh pendukung Nadiem nan memenuhi ruang sidang, termasuk sejumlah pengemudi ojek daring hingga Akademikus Rocky Gerung nan memberi pelukan hangat.

Saat memasuki ruang sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, sejumlah pendukung mulai menyalami Nadiem. Tepuk tangan bergemuruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kemudian, Nadiem bertatap muka dengan Rocky Gerung nan memberinya pelukan tanda penyemangat.

Di persidangan, ketua majelis pengadil Purwanto S Abdullah menanyakan kondisi kesehatan dan rencana tindakan operasi Nadiem. Dalam jawabannya, Nadiem mengatakan operasinya bakal dilakukan pada Rabu lusa.

Nadiem bilang telah mendapat obat antinyeri dari master Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo sehingga bisa mengikuti sidang langsung pada hari ini.

"Insyaallah saya bakal upayakan sebaik mungkin untuk bisa menyelesaikan sidang hari ini walaupun panjang. Saya bakal upayakan sebaik mungkin. Begitu, nan Mulia. Jadi, saya siap menghadapi sidang hari ini," kata Nadiem di muka persidangan.

Di persidangan sebelumnya, nan rencana digelar pada Kamis (7/5) lalu, terpaksa ditunda. Kesehatan Nadiem sempat menjadi pembahasan antara pengacara dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Nadiem diproses norma atas dakwaan korupsi nan merugikan finansial negara senilai Rp2,18 triliun mengenai program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan CDM di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2019-2022.

Korupsi diduga antara lain dilakukan dengan melaksanakan pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi info dan komunikasi berupa laptop Chromebook dan CDM tahun anggaran 2020, 2021, dan 2022 tidak sesuai dengan perencanaan pengadaan dan prinsip-prinsip pengadaan.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan para terdakwa lainnya dalam persidangan berbeda, ialah Ibrahim Arief, Mulyatsyah, dan Sri Wahyuningsih, serta Jurist Tan nan saat ini tetap buron.

Secara rinci, kerugian negara meliputi Rp1,56 triliun mengenai program digitalisasi pendidikan pada Kemendikbudristek, serta senilai 44,05 juta dolar Amerika Serikat alias setara dengan Rp621,39 miliar akibat pengadaan CDM nan tidak diperlukan dan tidak bermanfaat.

Dengan perbuatan tersebut, Nadiem diduga telah menerima duit sebesar Rp809,59 miliar nan berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia. Disebutkan bahwa sebagian besar sumber duit PT AKAB berasal dari investasi Google senilai 786,99 juta dolar AS.

(ryn/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional