Riset: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Kematian

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 15 Juni 2026 |07:09 WIB

 Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Kematian

Riset: Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Kematian (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kebiasaan tidur larut malam alias tidur kurang dari waktu nan dianjurkan bukan hanya membikin tubuh lemas dan susah berkonsentrasi keesokan harinya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur secara kronis dapat meningkatkan akibat beragam penyakit serius, apalagi berangkaian dengan akibat kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, dalam unggahan di kanal YouTube miliknya mengatakan sejumlah studi telah menemukan akibat signifikan dari kurang tidur terhadap kesehatan. Salah satunya adalah peningkatan akibat mortalitas akibat penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke.

“Jadi ada dua jurnal nan menjelaskan. nan pertama dari European Heart Journal Acute Cardiovascular Care. Dilakukan meta-analisis berskala besar terhadap 19 studi. Meta-analisis itu tingkat bukti tertinggi dalam evidence-based medicine. Jawabannya betul, rupanya lama tidur nan pendek secara signifikan meningkatkan akibat mortalitas alias kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke pada populasi usia produktif apalagi lansia,” kata dr. Tirta.

Risiko Kematian Meningkat

Selain itu, kebiasaan tidur kurang dari enam jam per hari juga dikaitkan dengan meningkatnya akibat beragam penyakit metabolik, seperti glukosuria melitus, hipertensi, hingga obesitas.

“Dari jurnal Sleep Medicine tahun 2017, berupa systematic review dan meta-analisis terhadap 153 studi kohort, kurang tidur kronis di bawah enam jam terbukti secara linear meningkatkan akibat relatif terhadap stroke, glukosuria melitus, hipertensi, obesitas, dan PJK,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com