Di Tengah HUT RI, Warga Korban Gempa NTT Berharap Bantuan Makin Merata

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ibu Nining penduduk nan terdampak gempa di Pulau Flores, NTT saat ditemui di pengungsian Barang Kolong, Reo, Nusa Tenggara Timur. Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Di tengah suasana HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, penduduk terdampak gempa di Flores, NTT, tetap kudu memperkuat di tengah keterbatasan. Sebagian tetap kesulitan mendapatkan makanan, kebutuhan bayi, hingga selimut dan jaket.

Salah satunya Nining, penduduk Kampung Niu nan ditemui saat mengambil support di pengungsian Barang Kolong, Reo, Manggarai. Ia berambisi semangat kemerdekaan juga dirasakan oleh penduduk nan terdampak bencana.

"Saya berambisi gimana ya, banyak orang nan merayakan kemerdekaan tapi kami di sini menderita kedinginan, kelaparan. Jadi kayak tidak sinkron begitu. Sedang nan lain merayakan sedangkan kami di sini menderita. Alangkah baiknya marilah kita sama-sama merasakan toh. Jangan nan lainnya berleha-leha, senang-senang kita di sini menderita," kata Nining saat ditemui di letak pengungsian, Selasa (19/8).

Menurut Nining, kondisi tersebut terasa semakin berat lantaran kebutuhan penduduk terdampak gempa belum seluruhnya terpenuhi. Ia menyebut kebutuhan makanan untuk bayi menjadi salah satu nan mendesak.

"Banyak seperti makanan untuk bayi. Anak saya ini sudah berapa hari tidak makan apa protein, jadi dia butuh sekali proteinnya. Sementara ini selama tiga hari dari hari pertama gempa kita makannya mi instan, jadi terpaksa saya kudu kasih anak saya mi instan lantaran itu saja nan ada," ujarnya.

Nining datang ke letak pengungsian untuk mendapatkan bantuan. Bantuan nan diterimanya antara lain pembalut, popok bayi, dan obat-obatan.

"Tahu dari adik support di sini, dari media sosial, dari media sosial ini. Punya kawan ada daftar," katanya.

Keterbatasan Akses

Warga mengawasi tanah nan retak dan longsor akibat gempa bumi di area Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Ia mengatakan tetap ada penduduk di sejumlah wilayah nan belum mendapatkan support lantaran keterbatasan akses. Bantuan disebut lebih banyak diturunkan di letak nan mudah dijangkau.

Selain kebutuhan makanan, Nining menyebut penduduk tetap memerlukan jaket dan selimut. Kondisi listrik dan jaringan komunikasi di wilayahnya juga baru kembali menyala pada malam sebelumnya.

"Iya, tetap sekali dibutuhkan. Cuman mereka belum dapat sampai sekarang. Kita sering di sini tuh dapat support makanya kami ke sini," katanya.

Nining berambisi pemerintah terus memperkuat penanganan bagi penduduk terdampak gempa.

“Harapannya semoga pemerintah tetap kuat, jauh lebih baik lagi ke depannya, semakin sukses dan semakin jaya,” ucapnya.

Pesan serupa disampaikan Victoria, penduduk NTT nan ditemui di pengungsian Lambaleda, Manggarai Timur.

Menurut Victoria, momentum kemerdekaan semestinya menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepedulian kepada penduduk nan sedang menghadapi bencana. Ia berambisi support kebutuhan pokok dapat dibagikan secara lebih merata.

"Sebenarnya jika di momen kemerdekaan semestinya ya jika gempa setidaknya uluran tangan paling tidak itu sembako kudu ada,” kata Victoria saat ditemui di pengungsian Lambaleda, Manggarai Timur, Selasa (18/8).

Ia berambisi tidak ada lagi penduduk terdampak gempa nan luput dari bantuan.

"Iya maunya kan seperti itu. Apalagi di momentum kemerdekaan, tapi jika tidak merata kan gimana merdeka nan sebetulnya? itu kita nan kurang merasakan bahwa itu merdeka nan sesungguhnya," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan