Ribuan Hektare Sawah Kekeringan, Bekasi Percepat Normalisasi Bendung Kedung Gede

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ribuan Hektare Sawah Kekeringan, Bekasi Percepat Normalisasi Bendung Kedung Gede Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau langsung progres normalisasi Saluran Sekunder (SS) Bendungan Kedung Gede (BKG) 15, 17, 20, dan 30 di Kecamatan Pebayuran.(Dok Pemkab Bekasi)

PEMERINTAH Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah melakukan percepatan normalisasi saluran irigasi Bendung Kedung Gede (BKG) di wilayah Kecamatan Pebayuran. Langkah strategis ini diproyeksikan bisa mengaliri sedikitnya 6.000 hektare lahan sawah produktif nan saat ini terdampak kekeringan.

Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, menjelaskan bahwa optimasi saluran irigasi BKG mempunyai potensi faedah nan sangat luas bagi ketahanan pangan lokal. "Saluran ini menjadi salah satu sumber utama pengairan lahan pertanian wilayah kami nan secara keseluruhan dapat mengairi hingga 6.000 ha sawah," ujar Hasyim dalam keterangannya, Kamis (3/9).

Percepatan Normalisasi Titik 16-25

Pemkab Bekasi saat ini memfokuskan pengerjaan pada titik BKG 16-25 dengan panjang mencapai 10 kilometer. Proyek ini merupakan bagian dari total panjang saluran irigasi nan mencapai 38 kilometer.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat meninjau progres di lapangan pada Rabu (2/9), menegaskan bahwa normalisasi ini bermaksud mengatasi krisis air di wilayah hilir. "Normalisasi BKG bermaksud mengatasi persoalan kekeringan khususnya di hilir alias wilayah Pebayuran dari BKG 34 sampai 38," kata Asep.

Pengerjaan pada titik 16-25 ini merupakan kelanjutan setelah pemerintah wilayah menuntaskan normalisasi pada titik 26 hingga 34 sepanjang 8 kilometer. Tahap pengerjaan saat ini ditargetkan rampung dalam satu bulan ke depan.

Kondisi Lapangan dan Kendala Sedimentasi

Berdasarkan pantauan di lokasi, progres pengerjaan menunjukkan hasil nan bervariasi. Di titik BKG 15, petugas tetap melakukan pembersihan sisa tanaman eceng gondok. Sementara itu, di titik BKG 17, kondisi saluran sudah membaik dan terbebas dari gulma.

Pada titik BKG 20, sejumlah perangkat berat dikerahkan untuk melakukan pendalaman saluran dengan mengangkut lumpur sedimentasi sekaligus membangun tanggul. Upaya ini dilakukan agar kapabilitas tampung debit air meningkat dan dapat mengalir hingga ke titik ujung (BKG 34-38) nan selama ini minim air.

Harapan Petani di Wilayah Hilir

Kekeringan saat ini tetap menjadi ancaman serius bagi petani, terutama di area BKG 38 nan berlokasi di Desa Karangharja. Di wilayah ujung Kecamatan Pebayuran tersebut, terdapat sekitar 700-800 hektare lahan pertanian nan sangat berjuntai pada aliran air irigasi ini.

Hasyim menyebut bahwa titik normalisasi 16-25 membentang melintasi Desa Bantarjaya, Karangharja, dan Karangsegar. Ia berambisi normalisasi ini segera memberikan akibat nyata bagi para petani nan kesulitan mendapatkan air.

Kolaborasi Lintas Instansi

Kegiatan normalisasi ini melibatkan kerjasama antara Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Perum Jasa Tirta (PJT). Saat ini, progres pengerjaan dilaporkan telah mencapai 50%.

Selain pengerukan, pihak kecamatan mendorong adanya pemeliharaan rutin agar masalah sedimentasi dan gulma tidak kembali berulang. Secara administrasi, pengelolaan saluran irigasi berada di bawah kewenangan BBWS, sementara pengaturan debit air merupakan peran dari PJT. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia