RI Tak Lagi Bergantung Impor Minyak dari Timur Tengah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

RI Tak Lagi Bergantung Impor Minyak dari Timur Tengah

Posisi Indonesia sudah tidak lagi berjuntai alias mengandalkan impor minyak dari Timur Tengah nan melintasi Selat Hormuz. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa posisi Indonesia sudah tidak lagi berjuntai alias mengandalkan impor minyak dari Timur Tengah nan melintasi Selat Hormuz. Pemerintah telah mempunyai perjanjian jangka panjang untuk pengadaan minyak guna pemenuhan kebutuhan dalam negeri dari negara-negara selain Timur Tengah.

Dengan demikian, meski terjadi penutupan alias pembukaan Selat Hormuz, Indonesia disebut tidak lagi berjuntai pada pengadaan minyak dari area tersebut.

"Kalau persoalan impor crude, sekalipun Selat Hormuz sudah dibuka, tetap kita sudah melakukan perjanjian jangka panjang dengan negara-negara lain," ujar Bahlil, Selasa (16/6/2026).

Namun demikian, Bahlil menjelaskan orientasi pemerintah adalah mendapatkan nilai nan paling murah. Hal tersebut ditujukan agar beban fiskal untuk pengadaan minyak mentah tidak terlalu berat.

Menurutnya, ketika Selat Hormuz telah dibuka dan membentuk nilai minyak nan kompetitif di negara-negara Timur Tengah, pemerintah bisa saja mempertimbangkan untuk kembali melakukan pembelian minyak dari area tersebut.

"Tapi jika harganya lebih kompetitif, maka tidak menutup kemungkinan juga untuk kita mencoba membuka akses pasar di Middle East," kata Bahlil.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan proyeksi impor minyak melalui kerja sama dengan Rusia diperkirakan mencapai 150 juta barel. Minyak ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga industri.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com