RI Siapkan 268 Proyek Pembangkit Listrik Berkapasitas 30,2 GW

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2026 |10:05 WIB

RI Siapkan 268 Proyek Pembangkit Listrik Berkapasitas 30,2 GW

Pengembangan proyek pembangkit ini merupakan bagian krusial dalam memperkuat ketahanan daya nasional. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA – PLN Indonesia Power menyiapkan pengembangan 268 proyek pembangkit listrik dengan total kapabilitas tambahan mencapai 30.276,2 MW nan tersebar di beragam wilayah Indonesia. Pengembangan proyek pembangkit ini merupakan bagian krusial dalam memperkuat ketahanan daya nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menjelaskan, rencana pengembangan pembangkit ini merupakan bagian dari transformasi strategis PLN Indonesia Power untuk menghadirkan sistem pembangkitan nan semakin ramah lingkungan.

“PLN Indonesia Power berkomitmen menjadi salah satu penggerak utama transisi daya nasional. Melalui pengembangan pembangkit baru nan semakin didominasi daya baru terbarukan serta upaya dekarbonisasi pembangkit eksisting, kami optimistis dapat mendukung sasaran Net Zero Emission Indonesia pada 2060,” ujar Bernadus, Jumat (13/3/2026).

Dari total rencana pengembangan tersebut, sekitar 28 GW berasal dari alokasi RUPTL 2025, sementara 2,2 GW merupakan proyek nan telah mendapatkan penugasan sebelumnya. Secara keseluruhan, program ini mencakup 268 proyek pembangkit nan terdiri atas 255 proyek dalam alokasi RUPTL 2025 serta 13 proyek nan telah mendapatkan penugasan sebelumnya.

Dalam peta jalan menuju Net Zero Emission (NZE) 2060, PLN Indonesia Power menargetkan transformasi kapabilitas pembangkit secara berjenjang dari sekitar 23 GW pada 2025 menjadi sekitar 107 GW pada 2060. Transformasi ini dilakukan melalui dua inisiatif utama, ialah pengembangan pembangkit baru dengan emisi rendah hingga nol karbon serta optimasi pembangkit eksisting agar lebih efisien dan rendah emisi.

Selain pembangunan pembangkit baru, perusahaan juga melakukan beragam upaya dekarbonisasi pada pembangkit nan telah beroperasi. Langkah tersebut antara lain melalui penerapan biomass co-firing, pemanfaatan hidrogen dan biofuel, serta pengembangan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS).

“Kami tidak hanya konsentrasi membangun pembangkit daya bersih baru, tetapi juga melakukan transformasi pembangkit nan sudah ada melalui beragam penemuan teknologi rendah karbon. Dengan pendekatan ini, transisi daya dapat dilakukan secara berjenjang tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan,” tambah Bernadus.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com