Jakarta -
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia impor plastik dan peralatan dari plastik senilai US$ 2,55 miliar alias setara Rp 44,11 triliun (kurs Rp 17.300) sepanjang Januari-Maret 2026. Angka itu naik 1,50% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan secara volume impor plastik dan peralatan dari plastik apalagi naik 7,42%. Jumlahnya menjadi 1,65 juta ton sepanjang Januari-Maret 2026.
"Plastik dan peralatan dari plastik (impornya) sebesar US$ 2,55 miliar dengan volumenya 1,65 juta ton," kata Ateng dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, unik pada Maret 2026 impor plastik tercatat turun 14,96% menjadi senilai US$ 338,1 juta. Adapun negara asal impor bahan baku plastik dari Tiongkok 34,79%, Singapura 12,35% dan Thailand 11,65%.
Produk plastik dan peralatan dari plastik menjadi salah satu dari tiga komoditas utama non migas nan diimpor Indonesia sepanjang Januari-Maret 2026. Selain plastik dan peralatan dari plastik, ada impor mesin/peralatan mekanis dan mesin/perlengkapan elektrik.
"Pada kondisi Januari-Maret 2026 nilai impor ketiga komoditas tersebut memberikan share sekitar 37,77% terhadap total impor non migas," jelas Ateng.
Kondisi perang di Timur Tengah telah menyebabkan kenaikan nilai plastik. Kenaikan nilai terjadi lantaran Indonesia tetap tergantung bahan baku plastik dari impor.
(aid/fdl)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·