Jakarta -
Pemerintah Indonesia dan Irlandia memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi bilateral melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI). Dalam perbincangan nan dilakukan, kedua negara sepakat mengembangkan kerja sama sektor-sektor potensial.
Deputi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan, penandatanganan LoI diharapkan dapat memperkuat hubungan antar kedua negara. Indonesia dan Irlandia sudah mempunyai hubungan diplomatik selama 42 tahun.
Edi mengatakan, total nilai perdagangan Indonesia dan Irlandia pada 2025 teracatat mencapai US$ 228,6 juta alias sekitar Rp 4,02 triliun (kurs Rp 17.600). Sementara sepanjang Januari-Juli 2026 nilainya telah mencapai US$ 145,5 juta alias Rp 2,56 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tahun 2025, total perdagangan Indonesia dan Irlandia mencapai USD 228,6 juta. Sementara itu, pada periode Januari hingga Juli 2026, perdagangan bilateral telah mencapai USD 145,5 juta, meningkat dibandingkan periode sebelumnya di 2025," kata Edi dalam konvensi pers di instansi Kemenko Ekonomi, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, sejumlah sektor lain tetap berpotensi dikembangkan, antara lain teknologi digital dan kepintaran artifisial (AI), daya terbarukan dan teknologi bersih, pembiayaan berkelanjutan, agrifood dan nutrisi, farmasi dan jasa kesehatan, serta penerbangan dan jasa terkait.
"Seperti kita ketahui, Irlandia telah lama dikenal sebagai salah satu pusat teknologi digital terkemuka di Eropa dan menjadi pedoman regional bagi beragam perusahaan teknologi dunia termasuk Google, Meta, Microsoft. Irlandia juga merupakan salah satu pusat industri farmasi dan biofarmasi terkemuka di dunia," ujarnya.
Di sisi lain, Indonesia menawarkan pasar nan besar dan terus berkembang, kapabilitas industri nan semakin kuat, serta beragam kesempatan investasi. Sementara Irlandia mempunyai kelebihan dalam teknologi, keahlian, serta jejaring upaya internasional nan dapat memberikan nilai tambah bagi kerja sama kedua negara.
Sementara itu, Duta Besar Irlandia untuk Indonesia Sharon Lennon mengatakan, perbincangan nan dilakukan membuka beragam potensi kerja sama bisnis. Irlandia siap membawa skill serta pengalaman untuk mendukung ambisi ekonomi Indonesia.
"Kami datang sekarang pada momentum nan nyata di kedua sisi dan Irlandia mau memenuhi ambisi Indonesia dalam perihal ini," ujarnya.
Terkait potensi nilai kerja sama kedua negara, Edi mengatakan pemerintah tidak mau hanya berfokus pada sasaran nilai perdagangan. Menurutnya, nan lebih krusial adalah kualitas kerja sama dan gimana Indonesia dapat memanfaatkan kelebihan nan dimiliki Irlandia.
Secara rinci, salah satu sektor nan menjadi perhatian adalah penerbangan. Edi mengatakan Irlandia mempunyai kelebihan dalam upaya aircraft leasing alias penyewaan pesawat nan dapat dimanfaatkan oleh industri penerbangan Indonesia.
"Salah satunya, ini adalah negara nan mempunyai kelebihan untuk licensing aviation terbesar di dunia, di mana sekarang mobilitas sangat krusial di ASEAN. Tentu perusahaan-perusahaan penerbangan di Indonesia, termasuk untuk maintenance," tutup Edi.
(acd/acd)
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·