RI Gandeng China Dorong Pengembangan Industri-Rantai Pasok

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Kerja sama Indonesia dengan China mengenai pengembangan industri dan rantai pasok terus diperkuat. Melalui inisiatif Two Countries Twin Parks (TCTP), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang turut memperkuat konektivitas dengan ekosistem industri di China sekaligus membuka kesempatan kerja sama investasi, industri, dan business matching antara kedua negara.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Ali Murtopo Simbolon mengatakan, arah baru hubungan Indonesia-China menuju kerja sama ekonomi nan lebih konkret. Fokus utamanya berpusat pada ekspansi investasi, perdagangan, pengembangan area industri, serta penguatan rantai pasok.

Sementara, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Angga Brahmana Sukma, menuturkan, KEK Industropolis Batang membuka pintu bagi kerjasama strategis dengan pelaku industri dari China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui Two Countries Twin Parks, KEK Industropolis Batang datang sebagai jembatan nan menghubungkan investasi, industri, dan rantai pasok Indonesia China. Kami mau menghadirkan lebih dari sekadar letak produksi, tetapi sebuah ekosistem industri terintegrasi nan memungkinkan perusahaan untuk tumbuh, terhubung dengan mitra strategis, dan menjangkau pasar Indonesia maupun Asia Tenggara," terangnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).

Terletak di Jawa Tengah, KEK Industropolis Batang merupakan kota industri terpadu seluas 4.300 hektare nan dikembangkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). KEK Industropolis Batang memberikan akses logistik langsung ke Tol Trans-Jawa, jaringan jalan nasional (pantura), jalur kereta api, pelabuhan, dan bandara.

Pengembangan dry port terintegrasi semakin memperkuat konektivitas logistik kawasan, memberikan kemudahan bagi penanammodal untuk mengakses rantai pasok domestik maupun pasar ekspor.

Ekosistem industri tersebut terus diarahkan untuk mendukung sektor-sektor nan berorientasi pada masa depan, seperti kendaraan listrik dan rantai pasoknya, otomotif, daya terbarukan, elektronik, manufaktur mutakhir, serta industri digital dan komunikasi.

Pengembangan area juga dilengkapi dengan akomodasi komersial, hunian, perhotelan, MICE, pendidikan, jasa kesehatan, dan akomodasi style hidup.

Inisiatif TCTP menjadi motor penggerak kerjasama antara area industri Indonesia dan China, mencakup promosi investasi, kerja sama industri, ekspansi rantai pasok, dan business matching. Bagi KEK Industropolis Batang, momentum ini mengukuhkan posisi area sebagai gerbang strategis bagi perusahaan China nan berekspansi ke Indonesia, sekaligus merajut ekosistem terpadu nan menghubungkan produsen, pemasok, dan penanammodal dari kedua negara.

Oleh lantaran itu, China International Fair for Investment & Trade (CIFIT) ke-26 nan dilaksanakan pada tanggal 8-11 September 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi KEK Industropolis Batang kepada penanammodal dunia dan menjajaki kemitraan baru.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance