Feby Novalius
, Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |15:40 WIB

Indonesia menjajaki pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 495 MW di Bangladesh. (Foto: Okezone.com/PLN IP)
JAKARTA - Indonesia menjajaki pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 495 MW di Bangladesh melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN Indonesia Power dan Bay Group, konglomerasi asal Bangladesh.
Kerja sama tersebut dilakukan untuk mengikuti proyek daya surya nan dibuka Bangladesh Power Development Board (BPDB) di 10 letak strategis di beragam wilayah Bangladesh.
Inisiatif ini sejalan dengan rencana pengembangan proyek PLTS nan tengah dibuka Bangladesh Power Development Board (BPDB), mencakup 10 letak strategis di beragam wilayah Bangladesh. Melalui kerjasama ini, Indonesia berkesempatan berperan-serta dalam proses tender sekaligus memperluas portofolio upaya di sektor daya bersih.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menjelaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran di pasar global, khususnya dalam pengembangan daya baru terbarukan.
"Ini merupakan langkah pertama bagi kami di Bangladesh. Besar angan kami proyek ini bakal melangkah dengan baik. Kami menegaskan kerja sama ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar global," ujar Bernadus, Senin (18/5/2026).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·