RI Bakal Kena Tarif Baru Trump 10%, Mendag Bilang Begini

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah menyiapkan kebijakan tarif baru nan bakal menggantikan tarif sementara 10% nan saat ini bertindak untuk seluruh negara. Seperti diketahui, Mahkamah Agung AS telah membatalkan kebijakan tarif tinggi nan ditetapkan Presiden AS Donald Trump dan sebagai gantinya menetapkan tarif sebesar 10% ke semua negara.

Di tarif baru nanti, Indonesia termasuk salah satu negara nan masuk dalam daftar hasil awal investigasi perdagangan nan dilakukan pemerintah AS. Kebijakan tersebut muncul setelah Pemerintah AS melalui Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) melakukan investigasi berasas Section 301, ialah mengenai rumor forced labor dan kelebihan kapabilitas produksi manufaktur di sejumlah negara mitra dagang.

"Tarif nan ditentukan oleh Pemerintah Amerika 10% tadi menggantikan resiprokal itu berhujung pada tanggal 24 Juli 2026," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso di kantornya, Senin (8/6/2026).

Hasil awal investigasi nan diumumkan USTR pada 2 Juni 2026 mengusulkan penerapan tarif baru terhadap puluhan negara. Dari 60 negara nan diinvestigasi, sebanyak 14 negara dikenakan tarif sebesar 10%. Sedangkan 46 negara lain dikenakan 12,5%.

"USTR telah menerbitkan hasil awal investigasi mengenai dengan forced labor di mana diusulkan penetapan bea masuk alias tarifnya 10% dan 12,5%. Indonesia termasuk nan mendapatkan alias diusulkan tarif 10%," ujarnya.

Pemerintah Indonesia menilai posisi tersebut lebih baik dibandingkan sebagian besar negara lain nan masuk dalam investigasi. Salah satu pertimbangannya adalah keberadaan norma nasional nan dinilai telah mencegah praktik kerja paksa.

"Indonesia sudah mempunyai kerangka norma dan nan kedua Indonesia sudah mempunyai ART. Jadi itu tetap usulan dari Amerika nan kelak sifatnya tetap dinamis," kata Budi.

Saat ini pemerintah terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS untuk memastikan ekspor Indonesia tetap terjaga. Berbagai opsi negosiasi juga terus dibahas menjelang berakhirnya kebijakan tarif sementara pada Juli mendatang.

"Pemerintah Indonesia terus melakukan pendekatan dengan Amerika untuk mendapatkan tentunya tarif nan lebih baik," kata Budi Santoso.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News