Review Smoking Behind The Supermarket With You Karya Jinushi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Smoking Behind The Supermarket With You – Pernahkah Grameds menemukan seseorang nan kehadirannya bisa membikin hari nan melelahkan terasa sedikit lebih baik?

Terkadang, kebahagiaan sederhana justru datang dari pertemuan singkat dan hubungan mini nan tidak pernah kita duga. Hal inilah nan menjadi salah satu daya tarik dalam komik Smoking Behind The Supermarket With You 01 karya Jinushi.

Diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada 24 Juni 2026 dengan ketebalan 250 halaman, komik ini mengisahkan kehidupan Sasaki, seorang laki-laki paruh baya nan capek menghadapi rutinitas pekerjaan, serta pertemuannya dengan sosok misterius di area merokok supermarket.

Dengan memadukan komedi dan kisah keseharian, komik ini menawarkan cerita tentang pertemuan sederhana nan dapat memberikan warna baru dalam hidup seseorang.

Lantas, seperti apa kisah Sasaki dan gadis nan ditemuinya di belakang supermarket?

Yuk, langsung saja kita ulas komik Smoking Behind The Supermarket With You 01 dan mengenal lebih jauh kisah nan ditawarkan!

Sinopsis Smoking Behind The Supermarket With You 01

Smoking Behind Supermarket With You

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Sasaki adalah seorang laki-laki paruh baya nan menjalani hari-harinya dengan kelelahan akibat pekerjaan nan menguras tenaga.

Sebagai seorang pekerja nan selalu dibebani rutinitas kantor, dia mempunyai langkah sederhana untuk melepas penat, ialah menikmati rokok favoritnya dan berjumpa Yamada, pegawai supermarket nan selalu menyambutnya dengan senyuman ramah.

Bagi Sasaki, kehadiran Yamada menjadi salah satu perihal mini nan membikin hari-harinya terasa lebih menyenangkan.

Namun, suatu malam, setelah melewati hari kerja nan melelahkan, Sasaki datang ke supermarket dengan angan bisa berjumpa Yamada seperti biasanya.

Sayangnya, Yamada tidak terlihat di tempat kerja, sementara area merokok nan biasa menjadi tempatnya beristirahat juga semakin susah ditemukan.

Saat sedang tertunduk murung, seorang gadis dengan penampilan mencolok tiba-tiba menghampirinya dan mengatakan bahwa dia boleh merokok di tempat tersebut.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari hubungan baru dalam kehidupan Sasaki, menghadirkan momen-momen sederhana nan perlahan membikin rutinitasnya terasa berbeda.

Kelebihan dan Kekurangan Level Comic: Smoking Behind The Supermarket With You 01

Pros & Cons

Pros

  • Premis sederhana nan menarik.
  • Karakter nan menghibur.
  • Interaksi nan terasa alami.
  • Perpaduan komedi dan kehangatan.
  • Ilustrasi nan menarik.
  • Romansa nan manis dan menggemaskan.
  • Cerita nan memberikan kenyamanan.

Cons

  • Alur terasa lambat.
  • Beberapa bagian terasa repetitif.

Kelebihan Level Comic: Smoking Behind The Supermarket With You 01

Level Comic: Smoking Behind The Supermarket With You 01 karya Jinushi mempunyai beberapa kelebihan nan membuatnya menarik untuk dibaca.

  • Premis sederhana nan menarik

Komik ini mengangkat cerita sederhana tentang seorang laki-laki paruh baya nan menemukan kebahagiaan mini di tengah rutinitas pekerjaan nan melelahkan.

Premis tersebut terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi pembaca nan pernah merasakan kejenuhan akibat pekerjaan.

Tanpa kudu menghadirkan bentrok besar, cerita ini bisa membangun daya tarik melalui pertemuan dan percakapan sederhana antar tokohnya.

  • Karakter nan menghibur

Sasaki dan Yamada menjadi daya tarik utama melalui kepribadian serta langkah mereka berinteraksi.

Sasaki digambarkan sebagai laki-laki nan canggung dan kelelahan menghadapi kehidupan kerja, sedangkan Yamada mempunyai sisi nan membikin hubungan mereka terasa menyenangkan.

Perbedaan karakter tersebut menciptakan dinamika nan menghibur sekaligus membikin pembaca tertarik untuk mengenal keduanya lebih jauh.

  • Interaksi nan terasa alami

Percakapan antara para tokohnya menjadi salah satu kekuatan komik ini. Topik nan dibicarakan tidak selalu krusial alias mendalam, tetapi justru terasa wajar seperti obrolan sehari-hari.

Interaksi tersebut juga memberikan ruang bagi karakter untuk memperlihatkan kepribadian mereka secara perlahan, sehingga hubungan antar tokoh berkembang dengan langkah nan ringan dan tidak terkesan dipaksakan.

  • Perpaduan komedi dan kehangatan

Di kembali kisah tentang pekerjaan nan melelahkan dan kebiasaan merokok, komik ini menyajikan lawakserta momen-momen hangat nan bisa menghibur pembaca.

Tingkah laku Sasaki dan kecanggungan dalam interaksinya menghadirkan situasi kocak tanpa kudu mengandalkan bentrok nan berlebihan.

Ceritanya pun memberikan suasana santuy nan cocok dinikmati ketika mau membaca sesuatu nan ringan.

  • Ilustrasi nan menarik

Gaya ilustrasi Jinushi membantu menghidupkan ekspresi dan bahasa tubuh para karakter.

Detail visual tersebut membikin suasana cerita terasa lebih ekspresif, terutama ketika tokoh-tokohnya menunjukkan reaksi canggung, terkejut, alias malu.

Penggambaran nan menarik ini turut memperkuat daya tarik komik dan membikin hubungan sederhana di dalamnya terasa lebih hidup.

  • Romansa nan manis dan menggemaskan

Dinamika hubungan Sasaki dan Yamada menjadi daya tarik tersendiri lantaran menghadirkan romansa nan berkembang melalui perhatian-perhatian kecil.

Interaksi mereka terasa menggemaskan, terutama ketika kecanggungan dan emosi nan tidak mudah diungkapkan menjadi bagian dari keseharian.

Perbedaan usia serta kepribadian keduanya juga memberikan warna tersendiri pada hubungan mereka, membikin pembaca penasaran dengan perkembangan kedekatan mereka selanjutnya.

  • Cerita nan memberikan kenyamanan

Komik ini cocok bagi pembaca nan mau menikmati referensi santuy setelah menjalani hari nan melelahkan.

Alih-alih berfokus pada bentrok besar, ceritanya menghadirkan momen-momen mini nan terasa berkawan dan menghibur.

Kehangatan hubungan para tokohnya memberikan suasana nyaman, sekaligus mengingatkan pembaca bahwa kebahagiaan terkadang dapat ditemukan melalui pertemuan sederhana dan kehadiran seseorang nan membikin hari terasa lebih baik.

Kekurangan Level Comic: Smoking Behind The Supermarket With You 01

Meskipun komik karya Jinushi ini menawarkan banyak kelebihan, komik ini tetap tidak luput dari kekurangan nan bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca. 

  • Alur terasa lambat

Bagi pembaca nan menyukai cerita dengan bentrok kuat dan perkembangan plot nan cepat, komik ini mungkin terasa melangkah terlalu lambat.

Sebagian besar ceritanya berfokus pada percakapan dan keseharian para tokoh, sehingga tidak semua bagian menghadirkan perkembangan nan signifikan.

Meski pendekatan tersebut sesuai dengan aliran slice of life, pembaca nan mengharapkan banyak kejutan mungkin memerlukan waktu untuk menikmati ritmenya.

  • Beberapa bagian terasa repetitif

Fokus pada rutinitas dan hubungan sehari-hari terkadang membikin pola cerita terasa berulang. Karena komik ini banyak mengandalkan percakapan serta momen sederhana, pembaca nan menginginkan ragam bentrok alias perkembangan karakter nan lebih sigap mungkin merasa beberapa bagian kurang memberikan sesuatu nan baru.

Hal ini membikin daya tarik ceritanya cukup berjuntai pada seberapa jauh pembaca menikmati dinamika kedua tokoh utamanya.

Sejarah Rokok, dari Kebiasaan Kuno hingga Industri Modern

Grameds, dalam komik Smoking Behind The Supermarket With You 01 karya Jinushi, kita mengikuti keseharian Sasaki, seorang laki-laki paruh baya nan menjadikan rokok sebagai salah satu langkah untuk melepas penat setelah bekerja.

Kebiasaan Sasaki ini membikin rokok menjadi bagian krusial dalam latar cerita dan pertemuannya dengan tokoh lain.

Nah, lantaran rokok cukup lekat dengan keseharian Sasaki, kali ini Gramin bakal membujuk Grameds mengenal sejarah rokok, mulai dari penggunaan tembakau pada masa silam hingga perkembangannya menjadi industri modern.

Tahukah kalian bahwa perjalanan rokok rupanya telah melewati beragam perubahan selama berabad-abad?

Tembakau awalnya digunakan oleh masyarakat pribumi di Benua Amerika dalam beragam bentuk, sebelum kebiasaan tersebut menyebar ke beragam bagian dunia.

Seiring berjalannya waktu, langkah mengolah dan mengkonsumsi tembakau mengalami banyak perubahan, mulai dari penggunaan pipa hingga menjadi rokok nan dibungkus kertas. Perkembangan ini turut membentuk industri tembakau nan dikenal hingga saat ini.

Lantas, gimana sejarah rokok berkembang dari kebiasaan tradisional menjadi bagian dari industri modern?

Penggunaan tembakau pada masa awal

Sejarah penggunaan tembakau telah berjalan sejak masa pra-Columbus di Benua Amerika. Sejumlah masyarakat pribumi memanfaatkan tanaman ini dalam beragam praktik sosial, budaya, dan ritual.

Cara penggunaannya pun beragam, mulai dari mengunyah daun tembakau hingga menghisapnya menggunakan pipa.

Pada masa itu, tembakau belum digunakan dalam corak rokok modern seperti nan dikenal sekarang. Kebiasaan tersebut kemudian mengalami perubahan seiring meningkatnya hubungan antara masyarakat di beragam wilayah.

Penyebaran tembakau ke Eropa

Setelah kehadiran bangsa Eropa ke Benua Amerika pada akhir abad ke-15, tembakau mulai diperkenalkan ke Eropa dan kemudian menyebar ke beragam wilayah lainnya. Perdagangan serta perjalanan laut turut berkedudukan dalam penyebaran tanaman ini.

Seiring waktu, masyarakat Eropa mulai mengenal beragam langkah menggunakan tembakau, termasuk menghisapnya melalui pipa dan membungkusnya menggunakan bahan tertentu.

Perkembangan kebiasaan tersebut menjadi salah satu bagian krusial dalam perjalanan tembakau menuju corak konsumsi nan lebih modern.

Munculnya rokok linting dan mesin produksi

Sebelum produksi rokok dilakukan secara massal, tembakau dapat digulung secara manual menggunakan kertas alias bahan pembungkus lainnya.

Metode ini kemudian berkembang menjadi salah satu corak rokok nan dikenal luas. Memasuki abad ke-19, pembuatan rokok mulai mengalami perubahan melalui pengembangan mesin.

Salah satu tonggak pentingnya adalah mesin kreator rokok nan dikembangkan James Albert Bonsack pada akhir abad ke-19. Teknologi tersebut memungkinkan produksi rokok dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan pembuatan secara manual.

Industrialisasi ini membikin rokok semakin mudah diproduksi dan dipasarkan secara luas.

Sejarah rokok kretek di Indonesia

Di Indonesia, perkembangan rokok mempunyai sejarah tersendiri melalui kemunculan rokok kretek.

Tradisi ini berkembang di wilayah Kudus, Jawa Tengah, pada akhir abad ke-19. Nama kretek merujuk pada bunyi unik nan muncul ketika campuran tembakau dan cengkeh dibakar.

Salah satu tokoh nan sering dikaitkan dengan awal perkembangan kretek adalah Haji Djamhari, nan menurut kisah sejarah terkenal meracik tembakau dengan cengkeh.

Kisah tersebut kemudian diikuti perkembangan upaya rokok kretek nan semakin terorganisasi pada awal abad ke-20.

Perjalanan ini menjadi bagian krusial dari sejarah industri tembakau Indonesia dan menunjukkan gimana kebiasaan lokal dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi berskala besar.

Rokok dan perkembangan industri modern 

Seiring kemajuan teknologi, industri rokok berkembang menjadi sektor ekonomi nan melibatkan pertanian, manufaktur, distribusi, dan perdagangan.

Di Indonesia, industri hasil tembakau juga berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai serta menyediakan lapangan pekerjaan bagi sebagian masyarakat.

Namun, peran ekonomi tersebut melangkah berdampingan dengan persoalan kesehatan masyarakat. Rokok mengandung nikotin nan menyebabkan ketergantungan, sementara asap rokok mengandung beragam unsur rawan nan meningkatkan akibat penyakit serius. Karena itu, pembahasan mengenai industri rokok modern tidak dapat dilepaskan dari upaya pengendalian konsumsi tembakau dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Dari sejarahnya, rokok mengalami perjalanan panjang, mulai dari penggunaan tembakau oleh masyarakat pribumi Amerika, penyebarannya ke beragam negara, hingga berkembangnya industri produksi massal.

Di Indonesia, kehadiran rokok kretek turut membentuk tradisi dan sejarah ekonomi nan khas.

Dalam komik Smoking Behind The Supermarket With You 01 karya Jinushi, kebiasaan merokok menjadi bagian dari keseharian Sasaki dan menjadi latar bagi interaksinya dengan tokoh lain.

Meski demikian, krusial untuk diingat bahwa penggambaran rokok dalam karya fiksi tidak menghilangkan akibat kesehatannya di kehidupan nyata.

Penutup

Komik Smoking Behind The Supermarket With You 01 karya Jinushi bisa menjadi pilihan referensi menarik bagi Grameds nan menyukai cerita slice of life dengan sentuhan komedi dan romansa nan manis.

Melalui keseharian Sasaki dan interaksinya dengan Yamada, komik ini memperlihatkan gimana pertemuan sederhana dapat memberikan warna baru di tengah rutinitas nan melelahkan.

Karakter nan menghibur, percakapan nan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta ilustrasi nan ekspresif menjadi daya tarik tersendiri.

Meskipun alurnya condong lambat dan beberapa bagian terasa repetitif, komik ini tetap menawarkan pengalaman membaca nan ringan dan menghangatkan bagi pembaca nan menikmati cerita berfokus pada hubungan antartokoh.

Bagi Grameds nan sedang mencari referensi santuy untuk menemani waktu luang, Smoking Behind The Supermarket With You 01 layak dipertimbangkan. Namun, perlu diingat bahwa meskipun rokok menjadi bagian krusial dari latar cerita, kebiasaan merokok mempunyai akibat kesehatan nan nyata.

Sebagai pengingat lagi, di Indonesia, pemisah usia minimal untuk membeli dan mengkonsumsi produk tembakau serta rokok elektronik adalah 21 tahun. Jadi, jika Anda berumur di bawah itu, jangan coba-coba untuk mengkonsumsinya terlebih dulu ya, Grameds.

Semoga ulasan dari Gramin ini membantu Grameds mengenal lebih dekat komik Smoking Behind The Supermarket With You 01 dan menentukan apakah kisahnya sesuai dengan selera referensi kalian. Selamat membaca!

Level Comic: Smoking Behind The Supermarket With You 01 karya Jinushi ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Re-Living My Life to Save You Vol. 1

Re-living My Life to Save You

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

“Maukah Anda jatuh cinta bersamaku… sekali lagi?”

Oriana, seorang siswa akademi sihir berumur 17 tahun, tiba-tiba meninggal berbareng kekasihnya, Vincent. Kemudian Oriana hidup kembali ke saat dirinya berumur 7 tahun berbareng ingatan di kehidupan sebelumnya, selain ingatan mengenai kematiannya. Bertahun-tahun dia membayangkan pertemuannya kembali dengan sang kekasih tercinta. Sayangnya, saat mereka berjumpa Vincent sama sekali tidak mempunyai ingatan tentang Oriana…

The Cute British Girl Next Door and Her Sister 2

The Cute British Girl Next Door and Her Sister

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Sejak kakak beradik Charlotte dan Emma pindah tinggal di sebelah rumahnya, kehidupan Akihito berubah. Pergi shopping bersama, makan bersama, baca komik bersama, dirawat… Lalu terjadilah pertengkaran kerabat nan berakibat Emma jadi dititipkan ke rumah Akihito.

In the Clear Moonlit Dusk 6

In The Clear Moonlit Dusk

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

“Sejak bercintaan dengan kak Ichimura, setiap momen terasa begitu menyilaukan.”

Yoi Takiguchi adalah seorang gadis nan dijuluki pangeran lantaran parasnya nan rupawan dan sikapnya nan elegan. Di sekolah, dia berjumpa dengan Ichimura, seniornya nan juga dijuluki pangeran. Karena suatu perihal tak terduga, mereka memutuskan untuk mulai melakukan percobaan pacaran. Perasaan Yoi nan awalnya bersikap waspada pun perlahan berubah dan hari-harinya pun dipenuhi kebingungan. Meski sempat bertengkar, mereka akhirnya mengungkapkan emosi masing-masing dengan jujur dan resmi bercintaan di pagelaran musim panas. Hubungan keduanya semakin dekat lewat perjalanan ke Kobe berbareng teman-temannya saat libur musim panas. Namun datang perihal tak terduga dari Oji!?

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑