Review Food & Life Balancing ala Nabi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Food & Life Balancing ala Nabi – Di tengah banyaknya tren diet dan style hidup sehat nan terus bermunculan, pernahkah Grameds bertanya-tanya gimana langkah menjaga kesehatan tubuh tanpa melupakan tuntunan agama?

Menjalani hidup sehat bukan hanya tentang memilih makanan bergizi alias mengatur pola makan, tetapi juga memahami keseimbangan antara kebutuhan jasmani, nilai spiritual, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Prinsip inilah nan menjadi salah satu landasan dalam kitab Food & Life Balancing ala Nabi karya Dr. dr. Agus Rahmadi, M. Biomed., M.A., M.Si., M.A.R.S. dan Yudril Basith, M.A.

Diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada 28 April 2026 dengan ketebalan 150 halaman, kitab ini membujuk pembaca memahami prinsip halaalan thayyiban melalui tuntunan Nabi Muhammad saw., mulai dari kesederhanaan dalam makan, pemilihan bahan pangan, pengaturan waktu konsumsi, hingga puasa.

Pembahasannya memadukan nilai-nilai Islam dengan perspektif kedokteran modern untuk membantu pembaca membangun pola hidup nan lebih seimbang.

Lantas, gimana tuntunan Nabi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus menjalankan amanah kehidupan? Yuk, simak ulasan kitab Food & Life Balancing ala Nabi berikut ini, Grameds!

Profil Dr. dr. Agus Rahmadi, M. Biomed., M.A., M.Si., M.A.R.S. & Yudril Basith, M.A. – Penulis Buku Food & Life Balancing ala Nabi

Dr. dr. Agus Rahmadi, M. Biomed., M.A., M.Si., M.A.R.S.

Dr. dr. Agus Rahmadi merupakan seorang dokter, akademisi, dan penulis nan mempunyai perhatian pada bagian kesehatan integratif serta pengobatan nan berdasarkan nilai-nilai Islam, termasuk thibbun nabawi.

Selain menjalankan aktivitas di bagian medis, dia juga dikenal sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), Jakarta.

Melalui latar belakang kedokteran dan pengalaman akademisnya, Agus Rahmadi mengangkat pembahasan mengenai kesehatan dan style hidup dengan menghubungkan perspektif medis dengan aliran Islam.

Dalam kitab Food & Life Balancing ala Nabi, keahliannya menjadi landasan untuk membahas pola makan dan keseimbangan hidup dari perspektif pandang kesehatan.

Yudril Basith, M.A.

Yudril Basith merupakan akademisi dan penulis nan berfokus pada bagian Pendidikan Agama Islam serta kajian pemikiran Islam.

Ia diketahui mempunyai keterkaitan dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sebagai pengajar dan peneliti. Aktivitas akademisnya mencakup penulisan karya ilmiah nan membahas pendidikan Islam, pemikiran keislaman, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kolaborasinya berbareng Agus Rahmadi melalui kitab Food & Life Balancing ala Nabi, latar belakang Yudril Basith dalam kajian Islam melengkapi perspektif kesehatan nan dibahas.

Sinopsis Food & Life Balancing ala Nabi

Foof & Life Balancing Ala Nabi

Di tengah beragam tren diet dan style hidup sehat modern, memilih pola hidup nan sesuai dengan kebutuhan tubuh sekaligus nilai-nilai Islam menjadi tantangan tersendiri.

Buku Food & Life Balancing ala Nabi karya Dr. dr. Agus Rahmadi dan Yudril Basith membujuk pembaca kembali memahami prinsip halaalan thayyiban sebagai landasan dalam mengatur pola makan dan menjalani kehidupan.

Melalui tuntunan Nabi Muhammad saw., kitab ini membahas beragam aspek, mulai dari kesederhanaan dalam makan, pengaturan waktu konsumsi, pemilihan bahan pangan alami, hingga praktik puasa nan dipadukan dengan perspektif kedokteran modern.

Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, kitab ini juga membujuk pembaca memandang upaya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.

Dengan pendekatan nan menyeluruh dan aplikatif, pembaca diajak membangun kebiasaan nan lebih seimbang serta menjalani kehidupan dengan kesadaran nan lebih baik.

Buku ini menjadi pedoman bagi Grameds nan mau memahami hubungan antara pola makan, kesehatan, dan nilai-nilai spiritual dalam upaya mewujudkan kehidupan nan lebih sehat dan berkah.

Kelebihan dan Kekurangan Food & Life Balancing ala Nabi

Pros & Cons

Pros

  • Isi kitab mudah dipahami.
  • Menjadi pedoman untuk menjalani hidup sehat.
  • Pembahasan disusun berasas poin dan langkah praktis.
  • Menghubungkan aliran Islam dengan perspektif kesehatan modern.
  • Mengajak pembaca lebih bijak dalam memilih makanan.

Cons

  • Segmentasi pembaca nan cukup spesifik.

Kelebihan Food & Life Balancing ala Nabi

Food & Life Balancing ala Nabi karya Dr. dr. Agus Rahmadi, M. Biomed., M.A., M.Si., M.A.R.S. & Yudril Basith, M.A. mempunyai beberapa kelebihan nan membuatnya menarik untuk dibaca.

  • Isi kitab mudah dipahami

Salah satu kelebihan kitab ini adalah penyampaian materinya nan mudah dipahami.

Penulis menjelaskan konsep pola makan dan style hidup sehat dengan bahasa nan relatif sederhana sehingga pembaca dapat mengikuti pembahasannya tanpa kudu mempunyai pengetahuan mendalam tentang kesehatan.

Dengan begitu, info nan disampaikan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah diterapkan.

  • Menjadi pedoman untuk menjalani hidup sehat

Buku ini dapat menjadi pedoman bagi pembaca nan mau mulai menerapkan pola hidup sehat dengan memperhatikan makanan nan dikonsumsi dan kebiasaan sehari-hari.

Pembahasannya tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga membujuk pembaca memahami pentingnya keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Hal ini membikin kitab Food & Life Balancing terasa relevan bagi mereka nan mau membangun kebiasaan sehat secara bertahap.

  • Pembahasan disusun berasas poin dan langkah praktis

Materi dalam kitab ini dibagi ke dalam poin-poin pembahasan nan membantu pembaca memahami info secara lebih terstruktur.

Selain menjelaskan prinsip hidup sehat, kitab ini juga menguraikan langkah-langkah nan dapat dilakukan untuk menerapkannya.

Penyajian seperti ini memudahkan pembaca dalam memahami inti materi dan menjadikannya sebagai referensi ketika mulai mengubah kebiasaan sehari-hari.

  • Menghubungkan aliran Islam dengan perspektif kesehatan modern

Buku ini menawarkan perspektif pandang nan menarik dengan menghubungkan tuntunan Nabi Muhammad saw. mengenai pola makan dan kehidupan dengan perspektif kesehatan modern.

Perpaduan tersebut membantu pembaca memandang bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar urusan fisik, tetapi juga berangkaian dengan kesadaran dalam menjalani kehidupan.

Pembahasan ini dapat memperkaya wawasan pembaca mengenai hubungan antara nilai-nilai keislaman dan kebiasaan hidup sehat.

  • Mengajak pembaca lebih bijak dalam memilih makanan

Melalui pembahasan mengenai konsep halalan thayyiban, kitab ini mendorong pembaca untuk lebih memperhatikan makanan nan dikonsumsi.

Pembaca diajak tidak hanya mempertimbangkan kehalalan makanan, tetapi juga kualitas dan manfaatnya bagi tubuh.

Pesan ini dapat menjadi pengingat untuk lebih selektif dalam memilih makanan serta membangun kebiasaan makan nan lebih seimbang..

Kekurangan Food & Life Balancing ala Nabi

Meskipun kitab karya Dr. dr. Agus Rahmadi, M. Biomed., M.A., M.Si., M.A.R.S. & Yudril Basith, M.A. ini menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan nan bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca. 

  • Segmentasi pembaca nan cukup spesifik

Pembahasan kitab ini bertumpu pada nilai-nilai Islam dalam menjalani pola hidup sehat. Oleh lantaran itu, kitab ini mungkin terasa lebih relevan bagi pembaca Muslim nan mau menerapkan tuntunan kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pembaca dari latar belakang berbeda alias mereka nan mencari pedoman kesehatan umum tanpa pendekatan keagamaan mungkin merasa bahwa sebagian pembahasannya kurang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Mengenal Konsep Halalan Thayyiban dalam Islam

Grameds, kita tentu sudah sering mendengar istilah halalan thayyiban, terutama ketika membahas makanan nan dikonsumsi sehari-hari.

Istilah ini kerap diartikan sebagai sesuatu nan legal dan baik. Namun, tahukah Grameds bahwa konsep tersebut tidak hanya berangkaian dengan boleh alias tidaknya suatu makanan dikonsumsi, tetapi juga mencakup kualitas, kebersihan, dan keamanannya?

Yuk, kita kenali lebih jauh makna halalan thayyiban dan gimana konsep ini dapat menjadi pertimbangan dalam memilih makanan sehari-hari!

Halal berfaedah diperbolehkan menurut aliran Islam

Secara sederhana, legal merujuk pada sesuatu nan diperbolehkan menurut aliran Islam.

Dalam konteks makanan, perihal ini berfaedah makanan tersebut tidak termasuk kategori nan dilarang untuk dikonsumsi. Namun, status legal tidak hanya ditentukan oleh bahan nan digunakan, melainkan juga dapat berangkaian dengan langkah memperoleh, mengolah, dan memperlakukannya.

Dengan demikian, memperhatikan kehalalan makanan berfaedah turut mempertimbangkan asal-usul serta proses nan berangkaian dengannya.

Thayyib berfaedah baik dan layak dikonsumsi

Selain halal, Islam juga mengenal konsep thayyib, nan secara umum berarti baik, bersih, menyenangkan, dan layak.

Ketika dikaitkan dengan makanan, konsep ini dapat dipahami sebagai rayuan untuk memperhatikan kualitas serta kondisi makanan nan dikonsumsi.

Makanan nan baik tidak cukup hanya dilihat dari penampilannya, tetapi juga perlu mempertimbangkan kebersihan, keamanan, dan kesesuaiannya untuk dikonsumsi.

Halal dan thayyib mempunyai makna nan saling melengkapi

Konsep halalan thayyiban menggabungkan dua pertimbangan penting, ialah kehalalan dan kebaikan suatu produk. Keduanya saling melengkapi, tetapi tidak sepenuhnya mempunyai makna nan sama.

Halal berangkaian dengan ketentuan agama, sedangkan thayyib menekankan aspek kebaikan dan kelayakan.

Karena itu, dalam memilih makanan, umat Islam tidak hanya memperhatikan status kehalalannya, tetapi juga perlu mempertimbangkan kualitas serta kondisi makanan tersebut.

Al-Qur’an mengajarkan konsumsi nan legal dan baik

Konsep halalan thayyiban salah satunya disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 168. Ayat tersebut membujuk manusia untuk mengkonsumsi makanan nan legal dan baik dari apa nan tersedia di bumi.

Pesan ini menunjukkan bahwa aktivitas makan tidak sekadar bermaksud memenuhi rasa lapar, tetapi juga berangkaian dengan kesadaran dalam memilih apa nan dikonsumsi.

Dengan memahami prinsip tersebut, seseorang dapat lebih bijak dalam menentukan makanan nan sesuai dengan kepercayaan dan kebutuhannya.

Menentukan makanan nan baik memerlukan pertimbangan nan tepat

Makna baik alias thayyib dapat mempunyai penekanan nan berbeda dalam penjelasan para ulama. Ada nan mengaitkannya dengan kesucian, ada pula nan menekankan keamanan bagi tubuh dan kepantasan untuk dikonsumsi.

Dalam kehidupan sehari-hari, pertimbangan ini dapat dilengkapi dengan pengetahuan dari bagian nan relevan, seperti pengetahuan gizi dan keamanan pangan. Misalnya, makanan nan legal tetap perlu diperhatikan kebersihan, kesegaran, kandungan gizi, serta langkah pengolahannya agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Memahami konsep halalan thayyiban dapat membantu Grameds memandang bahwa memilih makanan merupakan bagian dari kebiasaan hidup nan perlu dilakukan dengan penuh kesadaran.

Prinsip ini sejalan dengan pembahasan dalam kitab Food & Life Balancing ala Nabi, nan membujuk pembaca menghubungkan tuntunan Islam dengan upaya menjaga kesehatan dan menjalani kehidupan secara lebih seimbang.

Penutup

Buku Food & Life Balancing ala Nabi karya Dr. dr. Agus Rahmadi dan Yudril Basith menjadi referensi nan menarik bagi Grameds nan mau memahami pola hidup sehat melalui perpaduan tuntunan Islam dan perspektif kesehatan modern.

Dengan pembahasan nan mudah dipahami serta langkah-langkah praktis, kitab ini dapat menjadi pedoman untuk mulai membangun kebiasaan nan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Meski segmentasi pembacanya cukup spesifik, kitab ini tetap menawarkan wawasan nan bermanfaat, terutama bagi pembaca nan mau menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bagian dari style hidup sehat.

Lebih dari sekadar membahas makanan, kitab ini juga bakal membujuk kita untuk lebih bijak dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan tubuh, nilai spiritual, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Sebab, hidup sehat bukan hanya tentang apa nan kita konsumsi, tetapi juga tentang gimana kita menjalani keseharian dengan penuh kesadaran.

Semoga ulasan dari Gramin ini membantu Grameds mengenal kitab Food & Life Balancing ala Nabi dan mempertimbangkannya sebagai referensi untuk memperkaya wawasan tentang pola hidup sehat. Selamat membaca!

Food & Life Balancing ala Nabi karya Dr. dr. Agus Rahmadi, M. Biomed., M.A., M.Si., M.A.R.S. & Yudril Basith, M.A. ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya!

Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Diet Kopi Susu

Diet Kopi Susu

Jika kita makan di bawah kebutuhan kalori harian kita, Tapi jika kita makan di atas kebutuhan ini, maka berat badan kita bakal meningkat. Cukup sederhana, bukan?

Sama sederhananya dengan manajemen kekayaan. Jika kita menghasilkan lebih banyak duit daripada menghabiskannya, maka kita bakal menjadi lebih kaya. Tapi jika kita menghabiskan duit lebih banyak daripada apa nan kita hasilkan, maka kekayaan kita bakal berkurang.

Diet Intermittent Fasting untuk Pemula

Diet Intermittent Fasting untuk Pemula

Diet Intermittent Fasting untuk Pemula: Langsing Tanpa Penderitaan dan Obat

Apakah Anda merasa hidup terasa susah lantaran berat badan nan berlebihan? Apakah Anda mendambakan tubuh ideal tanpa kudu mengalami penderitaan nan berkepanjangan? Mungkin Anda sudah mencoba beragam program diet, tetapi diet mana nan cocok untuk style hidup Anda nan sibuk dan penuh aktivitas? Jawabannya adalah diet intermittent fasting.

Terapi Air Putih untuk Kesehatan

Terapi Air Putih untuk Kesehatan

Air adalah mata rantai kehidupan, berkarakter simbiosis mutualisme (saling membutuhkan) nan tidak dapat dipisahkan. Dalam filosofi kungfu xingyi (5 unsur), kedudukan air tidak dapat dipisahkan lantaran mempunyai sifat menciptakan dan menghancurkan. Dalam hidup ini kita diberi beberapa pilihan dalam mendapatkan kesehatan, baik secara bentuk maupun secara psikis. Kita boleh memilih model terapi dengan menggunakan jasa master mahir kesehatan, tabib, alias mahir pengobatan pengganti lainnya. Pilihan tersebut disesuaikan dengan kemauan kita, nan didasarkan pada keyakinan, dan tentu saja pertimbangan ekonomi nan kita miliki.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑