Review Novel Origin Karya Dan Brown

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Origin – Origin adalah novel misteri karya penulis Amerika, Dan Brown, sekaligus menjadi kitab kelima bagi seri Robert Langdon, setelah Inferno. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2017, dan jenis terbarunya resmi dirilis ulang oleh Penerbit Mizan pada 14 Januari 2026 dengan ketebalan 612 halaman.

Pasca perilisan pertamanya di Amerika Serikat, kitab ini banyak mendapatkan sorotan dengan nada positif. The New York Times memuji Origin karena menyoroti “gagasan serius” mengenai hubungan antara kepercayaan dan atheisme serta pertanyaan apakah keduanya dapat hidup berdampingan. Surat berita tersebut juga menilai kitab ini mempunyai lawakyang jenaka.

Sementara itu, The Guardian menemukan tema apokaliptik nan terasa seperti “ramuan penyihir” relevan dengan era modern, meski perbincangan para karakter membikin mereka terdengar seperti “cybernaut”. Ulasan lain dari Guardian menilai kitab ini menyenangkan dengan caranya sendiri nan kental dengan rasa ketidaknyamanan.

Di sisi lain, The Washington Post mengkritik kitab ini dengan menyebut tema dan style penulisannya usang. USA Today memberikan skor 2,5 dari 4, menyebutnya sebagai pengulangan religius nan menghibur dari karya-karya terbaik Brown, namun tetap memuaskan bagi fans Langdon. The Daily Telegraph menilai kitab ini “minim aksi” dan lebih menitikberatkan pada kebenaran sejarah serta pendapat intelektual, nan justru menjadi nilai plus. Surat berita tersebut memberi kitab ini 3 dari 5 bintang, menyebut Brown sebagai komunikator nan baik namun pendongeng nan buruk.

Pada Agustus 2018, Origin berhasil menduduki ranking pertama dalam daftar kitab terlaris The New York Times dan memperkuat di daftar tersebut selama 23 minggu.

Sekarang, sebelum menyelami sinopsis dan ulasannya, mari kita kenali dulu sang penulisnya. Bersiaplah, lantaran banyak perihal menarik menunggu untuk ditemukan, Grameds!

Profil Dan Brown – Penulis Novel Origin  

Daniel Gerhard Brown, lahir pada 22 Juni 1964, merupakan penulis asal Amerika Serikat nan dikenal luas lewat novel-novel thriller, terutama seri Robert Langdon. Seri ini mencakup Angels & Demons (2000), The Da Vinci Code (2003), The Lost Symbol (2009), Inferno (2013), Origin (2017), dan The Secret of Secrets (2025).

Karya-karyanya kerap berbentuk perburuan kekayaan karun nan berjalan dalam rentang waktu singkat, umumnya 24 jam, dengan benang merah berupa kriptografi, seni, serta teori konspirasi.

Sebagai anak dari seorang pembimbing matematika dan pemain organ gereja, Brown tumbuh di lingkungan sekolah persiapan nan membentuk ketertarikannya pada hubungan paradoks antara sains dan agama.

Ketertarikan ini kemudian menjadi fondasi tematik dalam novel-novelnya. Ia menempuh pendidikan di Amherst College dan Phillips Exeter Academy. Setelah lulus, Brown sempat kembali ke Phillips Exeter Academy sebagai pengajar bahasa Inggris sebelum akhirnya memilih untuk sepenuhnya menekuni bumi kepenulisan.

Saat ini, dia menetap di wilayah New England berbareng anjing labrador kuningnya, Winston.

Pada tahun 2005, Majalah TIME menobatkan Brown sebagai salah satu dari 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia. Para penyunting memujinya lantaran dinilai sukses menghidupkan kembali industri penerbitan, memicu minat baru terhadap Leonardo da Vinci dan sejarah Kristen awal, meningkatkan pariwisata ke Paris dan Roma, serta mendorong munculnya obrolan publik tentang perkumpulan rahasia.

Fenomena ini juga melahirkan beragam tanggapan, mulai dari kemarahan kalangan gereja hingga terbitnya kitab bantahan, pedoman pembaca, gelombang novel thriller sejarah, dan waralaba movie layar lebar.

Buku-buku Dan Brown telah diterjemahkan ke dalam 57 bahasa dan terjual lebih dari 200 juta kopi hingga tahun 2012. Tiga novelnya, Angels & Demons, The Da Vinci Code, dan Inferno, apalagi telah diadaptasi menjadi movie layar lebar. Sementara itu, The Lost Symbol diangkat menjadi serial televisi nan tayang pada tahun 2021.

Karena kuatnya unsur Kristen dan fiksi sejarah, seri Robert Langdon kerap memicu kontroversi. Menanggapi perihal tersebut, Brown menegaskan melalui situs web resminya bahwa karyanya tidak berkarakter anti-Kristen dan bahwa dirinya tengah menjalani perjalanan spiritual nan terus berkembang. Ia menyebut The Da Vinci Code sebagai kisah intermezo nan bermaksud mendorong obrolan dan perdebatan spiritual, serta berambisi novel tersebut dapat menjadi pemicu positif untuk introspeksi dan pendalaman iman.

Sinopsis Novel Origin

Robert Langdon diundang untuk menghadiri pengungkapan penemuan Edmond Kirsch, seorang miliarder sekaligus intelektual komputer, di Museum Guggenheim, Spanyol. Kirsch, nan dikenal sebagai ateis, menyatakan bahwa temuannya bakal mengubah bumi dan bisa menjawab dua pertanyaan paling esensial tentang eksistensi manusia. Penemuan itu bakal disiarkan secara langsung melalui Internet ke seluruh dunia.

Namun, aktivitas tersebut berubah menjadi kekacauan ketika Kirsch terbunuh. Langdon justru dituduh terlibat dalam pembunuhan tersebut sekaligus menculik tunangan calon raja Spanyol. Ia kudu berlari melawan waktu untuk membersihkan namanya sekaligus menemukan kebenaran di kembali penemuan Kirsch nan kontroversial itu.

Menyusuri lorong-lorong gelap nan menyimpan rahasia sejarah dan agama, Langdon kudu berpikir sigap agar bisa mengungkap misteri dan menghindari musuh nan tampaknya mengetahui setiap langkahnya serta mendapat support dari Istana Kerajaan Spanyol.

Apakah Langdon sukses memecahkan teka-teki nan memicu persekongkolan dunia ini? Tokoh-tokoh kepercayaan terbunuh, kaum ekstrem menebar ancaman, dan musuh tersembunyi terus memprediksi gerakannya.

Di tengah situasi nan tampak buntu, seorang sosok misterius muncul untuk membantu Langdon. Siapakah orang dingin tanpa emosi ini, dan apakah bantuannya betul-betul bakal mengungkap penemuan Kirsch alias justru menjebak Langdon dalam jaringan persekongkolan nan bisa menghancurkan umat manusia?

Kelebihan dan Kekurangan Novel Origin

Pros & Cons

Pros

  • Tema nan menarik.
  • Memuaskan khayalan pembaca.
  • Menyajikan misteri menarik.
  • Terkait sejarah nyata.

Cons

  • Bukan cerita serius.
  • Tidak langsung ke intinya.

Kelebihan Novel Origin  

Novel Origin karya Dan Brown mempunyai banyak sekali kelebihan nan membikin kitab ini wajib sekali untuk dimiliki dan dibaca.

  • Tema nan menarik

Novel Origin menyajikan topik-topik nan dekat dengan kehidupan modern sehingga terasa relevan dengan bumi saat ini. Dan Brown membahas rumor seperti buletin palsu, kemajuan teknologi dan kepintaran buatan, serta sisi gelap internet.

Meskipun Brown bukan penulis nan selalu dianggap “luar biasa”, dia sukses mengangkat pemikiran, ketakutan, dan pertanyaan universal nan membikin ceritanya tetap menarik dan mengundang pembaca untuk berpikir.

  • Memuaskan khayalan pembaca

Novel ini membawa pembaca menjelajahi bangunan, karya seni, dan organisasi keagamaan nan mungkin belum pernah mereka dengar sebelumnya, dan semuanya nyata.

Cerita ini membikin pembaca mau berjalan-jalan panjang ke Florence, Roma, Vatikan, dan Istanbul, menghabiskan waktu di museum, dan mengagumi seni serta arsitektur.

Bahkan fakta-fakta kecil, seperti asal kata karantina dari bahasa Italia “quaranta” nan berfaedah empat puluh, menambah keseruan membaca sembari belajar sejarah dan budaya.

  • Menyajikan misteri menarik

Origin menghadirkan misteri nan memikat, menggugah rasa mau tahu, dan penuh ketegangan. Cerita nan dirancang dengan alur penuh teka-teki ini membikin pembaca susah berakhir membalik halaman.

  • Terkait sejarah nyata 

Selain menghibur, novel ini juga membujuk pembaca masuk ke bumi baru nan sarat bakal info sejarah dan pengetahuan, sehingga menjadikan novel ini sebagai referensi nan menyenangkan sekaligus mendidik.

Ia bisa menjadi pelarian dari rutinitas sehari-hari sembari tetap menstimulasi pikiran.

Kekurangan Novel Origin  

Novel Origin masih mempunyai perihal nan dinilai menjadi kelemahan alias tetap bisa diperbaiki untuk menjadi karya nan semakin luar biasa.

  • Bukan cerita serius

Buku ini kurang cocok untuk pembaca nan mencari cerita dengan karakter nan sangat berkembang, alur penuh logika mendalam, alias tulisan nan dianggap sastra tinggi.

  • Tidak langsung ke intinya

Cerita kadang memerlukan waktu lama untuk sampai ke inti, sehingga pembaca mungkin merasa alurnya lambat dan berputar-putar sebelum mencapai klimaks alias pencerahan utama.

Teori Asal Usul Alam Semesta dan Manusia

Teori Big Bang menjadi teori paling utama tentang asal-usul alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa sekitar 13,8 miliar tahun nan lalu, alam semesta bermulai dari satu titik nan sangat padat dan panas, kemudian meledak dan mengembang dengan sigap hingga mendingin.

Bersama Big Bang, datang pula beberapa teori lain nan menjelaskan terbentuknya alam semesta. Berikut adalah beberapa teori terbentuknya alam semesta:

  • Teori Big Bang (Ledakan Besar)

Dikemukakan oleh Georges Lemaître, teori ini menjelaskan bahwa alam semesta dimulai dari satu titik padat dan panas nan meledak, lampau terus mengembang.

Bukti nan mendukung teori ini meliputi radiasi latar belakang kosmik dan pergeseran merah pada galaksi-galaksi jauh.

  • Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory)

Dikembangkan oleh Bondi, Gold, dan Hoyle, teori ini beranggapan bahwa alam semesta selalu ada, tidak mempunyai awal alias akhir, dan sifatnya konstan tanpa perubahan signifikan.

  • Teori Mengembang dan Memampat (Oscillating Theory)

Teori ini menyatakan alam semesta mengalami siklus nan berulang, ialah mengembang dan kemudian menyusut alias memampat, lampau kembali mengembang lagi.

  • Teori Inflasi Kosmik

Gagasan ini menjelaskan bahwa alam semesta berkembang sangat sigap dalam waktu nan sangat singkat, tepat setelah peristiwa Big Bang, sehingga membentuk struktur kosmik nan kita lihat sekarang.

Dalam pengetahuan pengetahuan, teori perkembangan menjadi teori nan paling diterima untuk menjelaskan asal-usul manusia. Teori ini menyatakan bahwa manusia modern (Homo sapiens) berevolusi selama jutaan tahun dari nenek moyang nan sama dengan monyet melalui proses seleksi alam.

Bukti fosil dan genetika menunjukkan manusia berasal dari Afrika dan melalui tahapan seperti Australopithecus, Homo habilis, dan Homo erectus.

  • Teori Evolusi Darwin (Charles Darwin)

Dikemukakan oleh Charles Darwin, teori ini menyatakan manusia dan monyet mempunyai nenek moyang nan sama. Proses mutasi genetik dan seleksi alam berjalan selama jutaan tahun hingga terbentuk manusia modern dengan karakter bentuk dan keahlian intelektual nan unik.

  • Teori “Out of Africa” (Asal-usul Afrika)

Teori ini menyebut manusia modern muncul pertama kali di Afrika sekitar 200.000 hingga 300.000 tahun lalu. Setelah itu, manusia beranjak ke seluruh bumi dan menggantikan populasi manusia purba nan sebelumnya ada.

  • Teori Penciptaan (Kreasionisme)

Pandangan ini berasal dari kepercayaan dan kepercayaan nan menyatakan manusia diciptakan secara langsung oleh Tuhan. Teori ini biasanya bertentangan dengan teori evolusi.

  • Teori Panspermia

Teori ini beranggapan bahwa bibit kehidupan berasal dari luar angkasa, misalnya melalui spora, nan kemudian mendarat di bumi dan berkembang menjadi beragam makhluk hidup, termasuk manusia.

Penutup

Origin tampil sebagai novel nan penuh produktivitas dan imajinasi. Karya ini termasuk salah satu nan paling pandai dan menghibur dari Dan Brown hingga kini.

Bagi Grameds nan mengikuti petualangan Robert Langdon, kitab ini wajib masuk daftar referensi kalian! Novel karya Dan Brown ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya.

Sebagai kawan untuk mendukungmu #TumbuhBermakna, Gramedia siap memberikan info dan produk terbaik untuk mendampingi perjalanan membaca kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

The Secret of Secret

The Secret of Secrets

Robert Langdon, guru besar simbologi terkemuka, melakukan perjalanan ke Praha untuk menghadiri kuliah terobosan nan disampaikan oleh Katherine Solomon, intelektual noetik ternama nan baru saja menjalin hubungan dengannya.

Katherine berada di periode menerbitkan kitab kontroversial berisi penemuan-penemuan mengejutkan tentang prinsip kesadaran manusia nan dapat mengguncang kepercayaan berabad-abad. Namun, sebuah pembunuhan sadis mengacaukan perjalanan itu, dan Katherine tiba-tiba menghilang berbareng naskah bukunya.

Langdon mendapati dirinya menjadi sasaran organisasi berpengaruh dan diburu oleh sosok mengerikan nan seolah-olah muncul dari mitologi tertua Praha. Ketika alur cerita beranjak ke London dan New York, Langdon mati-matian mencari Katherine, sekaligus mencari jawaban.

Dalam perlombaan menegangkan menyusuri dua dunia, pengetahuan pengetahuan futuristik dan pengetahuan mistis, dia mengungkap sebuah kebenaran mencengangkan tentang proyek rahasia nan bakal selamanya mengubah langkah kita memandang pikiran manusia.

Angels and Demons 

Angels & Demons

Pembunuhan biadab terjadi di sebuah akomodasi rahasia di Swiss. Fisikawan Pastor Leonardo Vetra dibunuh dengan cap simbol misterius di dadanya. Simbol misterius nan memaksa kepala akomodasi rahasia memanggil Robert Langdon sang simbololog.

Langdon menyadari bahwa simbol itu adalah ambigram Illuminati, organisasi bawah tanah tertua dan terkuat di dunia. Mungkinkah Illuminati nan sudah terkubur selama beratus-ratus tahun muncul kembali untuk membalas dendam pada musuh bebuyutannya, Gereja Katolik?

Ketakutan terbesar Langdon menjadi nyata, ketika utusan Illuminati menanam peledak waktu di jantung Kota Vatikan tepat saat konklaf pemilihan Paus berlangsung. Berpacu dengan waktu, Langdon terbang ke Roma berbareng Vittoria Vetra, putri pastor nan terbunuh.

Dengan peledak waktu nan terus berdetak, mereka kudu meyakinkan Garda Swiss bakal ancaman di Vatikan, dan menguak rahasia perseteruan besar antara Gereja dan Illuminati.

Inferno (Republish 2026)

Inferno

Tengah malam, Robert Langdon terbangun di rumah sakit dan terkejut saat mendapati dirinya ada di Florence, Italia. Padahal, ingatan terakhirnya adalah melangkah pulang setelah memberi kuliah di Harvard.

Belum sempat Langdon memahami keganjilan ini, dunianya meledak dalam kekacauan. Di depan mata, master nan merawatnya ditembak mati. Langdon sukses lolos atas support Sienna Brooks, seorang master muda nan penuh rahasia.

Dalam pelarian, Langdon menyadari bahwa dia mempunyai sebuah stempel antik berisi kode-kode rahasia buatan intelektual ekstrem nan terobsesi pada kehancuran bumi berasas mahakarya terhebat nan pernah ditulis—Inferno karya Dante.

Ciptaan genetis intelektual tersebut menakut-nakuti kelangsungan umat manusia, Langdon kudu berpacu dengan waktu memecahkan teka-teki nan berkelindan dalam puisi-puisi gelap Dante Alighieri.

Belum lagi, dia kudu menghindari sepasukan tentara berseragam hitam nan berkeinginan menangkapnya.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia