Embrace of Endless Night – Bagaimana jika kisah dongeng nan selama ini kita kenal rupanya menyimpan sisi nan lebih gelap dan penuh rahasia? Sebuah cerita tentang cerita nan tumbuh di tempat nan paling tidak terduga.
Novel Embrace of Endless Night adalah karya Porknoodle nan pertama kali ditulis di Wattpad melalui akun haebarapublisher. Kisah ini sudah dibaca sebanyak 6.2 ribu kali dan memperoleh 668 votes di platform tersebut. Ceritanya dimulai dipublikasikan sejak Desember 2024 dan hingga sekarang tetap ongoing dengan agenda pembaruan setiap hari Senin dan Rabu.
Cerita ini merupakan penyesuaian dari kisah Beauty and the Beast setebal 384 laman ini diterbitkan oleh CV Haeba Group pada 29 April 2025. Embrace of Endless Night juga menjadi salah satu kitab best seller karya Porknoodle nan tak kalah menarik dari novel Land of the Sorrow. Tanpa berlama-lama lagi, yuk langsung simak sinopsis dan ulasan novel ini. Selamat membaca!

Sinopsis Novel Embrace of Endless Night
Tidak ada seorang pun nan mau bersenggolan dengan sosok Noir. Di tanah Elisora, namanya hidup sebagai legenda gelap nan penuh ketakutan. Konon, Noir menyantap hati gadis perawan untuk mempertahankan tubuhnya agar tidak dimakan usia.
Morana Castello hanyalah seorang gadis nan baru merayakan debutantenya ketika keluarganya tiba-tiba jatuh bangkrut. Untuk tetap bertahan, mereka terpaksa pindah ke sebuah desa terpencil berjulukan Avenell. Mora kudu menyingkir dari kenyamanan hidup lamanya dan melakukan apa pun untuk mengisi perut. Ia pergi berburu ke rimba hingga telapak tangannya dipenuhi luka dan kapalan. Semua itu tidak masalah baginya, selama ayah dan adiknya tidak tidur dalam keadaan lapar.
Sampai pada suatu malam, Mora melakukan kesalahan fatal dengan membunuh seekor burung gagak. Tidak pernah terlintas di pikirannya bahwa gagak bermata merah itu adalah hewan kesayangan sekaligus mata-mata milik sosok paling ditakuti di Elisora. Noir. Ada nan menyebutnya sebagai awal dan akhir, entitas nan dikutuk untuk memandang segala sesuatu. Ada pula nan percaya bahwa Noir mengonsumsi hati gadis perawan sebagai santapan hariannya demi mempertahankan penampilan mudanya.
Maka bagi Mora, terjerat urusan dengan Noir sama sekali bukan sesuatu nan bisa dianggap keberuntungan.
Kelebihan dan Kekurangan Novel Embrace of Endless Night
Pros & Cons
Pros
- Menyihir pembaca.
- Konflik-konflik nan dieksekusi dengan baik.
- Adaptasi nan menarik.
- World building apik.
- Karakterisasi tokoh kuat.
- Penuh dengan rasa.
Cons
- Butuh peta untuk memperkaya bumi dalam cerita
Pros & Cons
Pros
- Menyihir pembaca.
- Konflik-konflik nan dieksekusi dengan baik.
- Adaptasi nan menarik.
- World building apik.
- Karakterisasi tokoh kuat.
- Penuh dengan rasa.
Cons
- Butuh peta untuk memperkaya bumi dalam cerita
Kelebihan Novel Embrace of Endless Night
Novel Embrace of Endless Night karya Porknoodle mempunyai banyak sekali kelebihan nan membuatnya digemari dan dicari dalam skala global.
- Menyihir pembaca
Novel ini betul benar bisa menarik pembaca masuk ke dalam ceritanya. Plot nan ditawarkan terasa kuat, seru, dan mengalir dengan sigap sehingga membikin setiap halamannya terasa seperti rayuan untuk terus membaca. Alurnya juga mudah untuk dibayangkan lewat khayalan dan memberikan pengalaman membaca nan hidup. Narasi nan digunakan terasa padu dengan suasana cerita sehingga pembaca seolah ikut menyaksikan setiap kejadian secara langsung.
- Konflik-konflik nan dieksekusi dengan baik
Konflik nan datang tergolong kompleks, namun langkah penyajiannya sangat matang. Walaupun rumit, setiap komponen bentrok tetap terasa masuk logika dan saling mendukung sehingga membikin cerita nan disajikan menjadi semakin menarik untuk diikuti. Penulis juga bisa menempatkan bentrok pada momen nan tepat sehingga ketegangan cerita terus terjaga dari awal hingga mendekati akhir.
- Adaptasi nan menarik
Porknoodle menghadirkan retelling dari kisah legendaris Beauty and The Beast dengan apalagi beberapa segmen bisa membikin pembaca merasa merinding. Nuansa nostalgia terhadap kisah klasik berpadu dengan produktivitas baru dari penulis, sehingga menghasilkan cerita nan terasa familiar sekaligus berbeda.
- World building nan apik
Dunia dalam novel ini dibangun dengan sangat baik. Atmosfer bumi Noir dan Mora terasa magis dan memikat. Deskripsi latar tempat, suasana, hingga nuansa misteri nan menyelimuti bumi tersebut bisa memperkuat khayalan pembaca, seolah membawa mereka betul-betul masuk ke dalam semesta cerita nan penuh rahasia.
- Karakterisasi tokoh kuat
Penokohan menjadi salah satu aspek nan paling menonjol. Kedua tokoh utama dalam cerita ini tampil begitu hidup dengan latar belakang berbeda nan kemudian dipertemukan oleh takdir penuh gejolak. Perkembangan karakter mereka juga terlihat sangat jelas.
- Penuh dengan rasa
Kisah ini menyajikan beragam emosi nan terus berkembang seiring alur bergerak menuju akhir. Semuanya terasa seperti perjalanan naik turun nan intens, nyaris seperti menaiki roller coaster emosi nan tidak pernah berakhir memberi kejutan.
Kekurangan Novel Embrace of Endless Night
Meskipun novel ini mempunyai banyak keunggulan, beberapa pembaca memberikan catatan nan cukup krusial untuk penyempurnaan di karya berikutnya.
- Butuh peta untuk memperkaya bumi dalam cerita
World building nan begitu mempesona terasa sedikit kurang komplit lantaran tidak disertai peta. Dengan latar tempat nan tidak hanya terbatas pada satu lokasi, kehadiran peta bakal sangat membantu pembaca memvisualisasikan perjalanan tokoh tokohnya. Selain perihal tersebut, tidak ada kekurangan lain nan dianggap mengganggu jalannya cerita di novel ini.
Pengertian dan Sejarah Debutante
Dalam sinopsis Embrace of Endless Night, disebutkan bahwa Morana Castello sedang merayakan debutante. Istilah ini mungkin tetap terdengar asing bagi sebagian Grameds lantaran aktivitas semacam ini memang jarang ditemui di lingkungan sekitar kita. Untuk itu, berikut penjelasan singkat mengenai debutante.
Kata debutante alias deb berasal dari bahasa Prancis débutante nan berfaedah wanita pemula. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan seorang wanita muda, biasanya dari family bangsawan alias family berada, nan telah mencapai usia tertentu dan diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat. Momen perkenalan ini biasanya dilakukan melalui pesta debut alias rangkaian aktivitas sosial nan menandai dimulainya kehadiran mereka di lingkungan sosial nan lebih luas. Rentang usia debutante berbeda beda sepanjang sejarah, namun umumnya berada di antara 16 hingga 18 tahun.
Tradisi ini mempunyai akar sejarah dari Prancis dan pada awalnya bermaksud untuk memperkenalkan wanita muda nan telah dianggap siap menikah kepada calon pasangan dari kalangan nan setara. Walaupun tradisi ini sudah berjalan sejak abad ke-18, maknanya sekarang bisa meluas, misalnya sebagai corak pembinaan organisasi alias support terhadap aktivitas amal. Namun esensinya tetap berangkaian dengan proses pendewasaan seorang remaja perempuan.
Perayaan ini sering dikenal sebagai debut alias pesta debutan, nan biasanya dirayakan ketika seorang wanita memasuki usia 16 hingga 21 tahun, tergantung budaya masing masing. Beberapa negara mempunyai tradisi serupa, seperti Quinceañera di Amerika Latin alias Festa de Debutantes di Brasil, nan menandai usia kedewasaan pada ulang tahun ke-15 alias usia krusial lainnya.
Tradisi musim sosial sendiri telah berjalan nyaris 180 tahun, dimulai dari masa pemerintahan George III hingga masa Ratu Elizabeth II. Selama periode tersebut, wanita muda dari family terpandang melakukan debut resmi di masyarakat dengan memberikan penghormatan kepada ratu. Setelah itu, mereka mengikuti rangkaian aktivitas sosial nan memungkinkan mereka memperluas pertemanan dengan sesama wanita muda dari kalangan elit serta berkesempatan berjumpa pasangan nan mempunyai latar belakang serupa.
Pada masa awal, seorang debutante dianggap sukses jika dia bertukar cincin setelah satu musim sosial. Namun memasuki abad ke-20, kebanyakan debutante mengikuti setidaknya dua musim sosial dan lebih konsentrasi pada prestasi pribadi serta aktivitas kebaikan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.
Penutup
Novel Embrace of Endless Night datang sebagai referensi nan begitu memikat dan menarik, layaknya kisah kerajaan ala Disney nan bisa membawa pembacanya larut dalam pesona ceritanya. Sebagai karya lokal, novel ini tidak hanya menawarkan world building nan mengagumkan, tetapi juga menampilkan penyesuaian Beauty and The Beast nan diolah dengan sentuhan lokal sehingga terasa lebih dekat dan relevan bagi Grameds. Bagi Anda nan berkeinginan untuk membacanya, Anda bisa mendapatkan kitab ini dan kitab best seller nan lainnya di Gramedia.com!
Rekomendasi Buku
1. On The Land of Sorrow


Vjërdam sudah jatuh ke tangan penjajah, dicabik-cabik tanpa sisa. Namun tetap ada sekelompok orang gila nan rela mempertaruhkan nyawa mereka demi menyelamatkan negeri mini itu, disebut Pasukan Pemberontak. Altanna Phoebe Eustashe, putri bangsawan nan terkenal anggun dan cerdas, termasuk ke dalam jejeran orang gila tersebut.
Nikolai Gracian Lucretius, jenderal terbaik dari Kekaisaran Enderville. Terkenal sebagai pembunuh berdarah dingin nan tidak pandang bulu. Setiap perperangan di bawah kepemimpinannya selalu berhujung dengan kejayaan. Segala perihal dalam hidup Nik adalah kepastian. Veni, vidi, vici. Dan hanya butuh beberapa pertemuan bagi keduanya untuk sadar, ada benang tak kasat mata nan mengikat mereka dalam skenario tragis. Keduanya menjadi tombak kehancuran untuk satu sama lain.
2. The Love Hypothesis (Hipotesis Cinta)

Demi meyakinkan sahabatnya bahwa dia sedang berkencan, Olive Smith memerlukan asumsi dan bukti layaknya seorang ilmuwan. Di tengah kepanikan, dia mencium laki-laki pertama nan dia lihat. Laki-laki itu tak lain adalah Adam Carlsen, pengajar muda nan tampan serta cerdas, nan juga terkenal sebagai pengajar killer.
Itulah sebabnya Olive terperangah ketika laki-laki itu mau berpura-pura menjadi pacarnya. Bahkan ketika pekerjaan Olive di ujung tanduk, Adam mengejutkannya lagi dengan support nan tanpa henti serta… otot perut menggiurkan nan tak terduga. Lama-kelamaan, penelitian mini mereka terasa berbahaya. Olive juga menyadari perihal nan lebih rumit dari asumsi cinta adalah meneliti hatinya sendiri.
3. Beauty and The Bad Boy


Ada dua perihal nan mengejar Sarah. Ibunya nan seperti debt collector nan setiap hari menagih calon menantu padanya dan Alvaros Abimana (Eros), berondong nan lebih muda dua tahun darinya dan secara tiba-tiba mengajaknya berpacaran. Sarah tidak mempermasalahkannya. Sarah pun serius memulai aktivitas mencari calon menantu untuk sang ibu tercinta dan juga langsung menolak mentah-mentah rayuan Eros. Karena bagi Sarah, dewasa adalah perihal absolut nan kudu ada pada calon suaminya.
Dan perihal itu Sarah anggap tidak ada pada diri Eros nan tetap seorang mahasiswa dan anak band pula. Namun nyatanya menolak Eros bukanlah keputusan nan tepat. Kebebalan laki-laki itu betul-betul patut diacungi jempol. Oleh karenanya Sarah pun menyetujui rayuan Eros untuk berpacaran. Dengan catatan ada misi di baliknya untuk membikin ilfil laki-laki itu agar mau minta putus dengan sendirinya. Lalu… berhasilkah Sarah membikin Eros memutuskan hubungan mereka? Atau Sarah malah semakin terjebak berbareng laki-laki itu?
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·