Review Novel A Venom Dark And Sweet Karya Judy I. Lin

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

A Venom Dark and Sweet – A Venom Dark and Sweet merupakan novel khayalan nan menggabungkan intrik politik, hubungan keluarga, persahabatan, serta romansa dalam satu kisah nan memikat.

Dengan alur nan dinamis, penjelasan nan kaya, dan latar nan dibangun melalui riset mendalam, novel ini menjadi penutup nan memuaskan dari duologi Book of Tea karya Judy I. Lin.

Setelah diawali oleh A Magic Steeped in Poison, kisah ini menghadirkan akhir nan memukau dan diyakini bakal menarik perhatian para pembaca nan menyukai karya-karya Adrienne Young maupun Leigh Bardugo.

Novel A Venom Dark and Sweet karya Judy I. Lin datang dalam jenis terjemahan bahasa Indonesia setelah sebelumnya beberapa karya penulis nan lain lebih dulu diterbitkan. Berbeda dengan Dharitri dan Palagan Nusantara nan mengusung nuansa fiksi ilmiah dengan latar Indonesia, novel ini sepenuhnya berada dalam ranah khayalan dan menghadirkan beragam latar dari beragam wilayah.

Edisi terjemahan bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Penerbit Elex Media Komputindo pada 20 Oktober 2023 dengan jumlah 328 halaman. Sinopsis dan ulasan kelebihan serta kekurangan novel A Venom Dark And Sweet telah Gramin rangkum di bawah ini. Jangan lewatkan info pentingnya ya!

Profil Judy I. Lin – Penulis Novel A Venom Dark And Sweet

Judy I. Lin dikenal sebagai penulis novel khayalan dan seram nan sukses meraih predikat penulis terlaris nomor satu jenis New York Times serta beragam penghargaan untuk kategori pembaca remaja.

Beberapa karyanya nan terkenal antara lain duologi Book of Tea, Song of the Six Realms, The Dark Becomes Her, dan Avatar Legends: City of Echoes nan bakal segera diterbitkan.

Lahir di Taiwan, Judy kemudian pindah ke Kanada berbareng keluarganya saat tetap kecil. Sejak muda, dia mempunyai kecintaan nan besar terhadap kitab dan sering tenggelam dalam bumi khayalan nan dibacanya.

Kini, dia berprofesi sebagai terapis okupasi, sementara waktu luangnya tetap diisi dengan membayangkan dan menciptakan dunia-dunia khayalan baru. Bersama suami dan putri-putrinya, dia menetap di wilayah padang rumput Kanada.

Sinopsis Novel A Venom Dark And Sweet

Kekaisaran Dàxi berada di periode kekacauan akibat upaya perebutan kekuasaan nan menakut-nakuti kestabilan negeri. Pangeran Terbuang kembali dengan ambisi merebut takhta naga dan sukses menebarkan ketakutan setelah meracuni banyak orang demi mencapai tujuannya.

Di tengah situasi tersebut, Zhang Ning, seorang peracik teh sihir nan dipercaya oleh Putri Kekaisaran pewaris sah takhta, mendampingi sang putri menjelajahi beragam wilayah kekaisaran untuk mencari sekutu nan tetap setia. Namun, dalam perjalanannya, Ning menyadari bahwa ancaman nan mereka hadapi jauh lebih besar daripada sekadar bentrok politik. Kekuatan antik nan gelap telah bangkit dan berpotensi membawa malapetaka bagi seluruh Dàxi. Bahkan, seluruh sihir nan dimiliki negeri itu mungkin tidak cukup untuk menghentikan kehancuran nan mengintai.

Terinspirasi oleh mitologi serta tradisi pembuatan teh dari Tiongkok, novel ini menyuguhkan perpaduan unik antara budaya dan sihir nan menghasilkan petualangan khayalan nan kaya, mendalam, dan memikat.

Kelebihan dan Kekurangan Buku A Venom Dark And Sweet

Pros & Cons

Pros

  • Penutup duologi nan memuaskan.
  • Mitologi Tiongkok nan seru dan memikat.
  • Gaya penulisan nan mudah dinikmati.
  • Romansa musuh menjadi kekasih.
  • Menghadirkan nuansa khayalan remaja nan klasik.
  • Desain kitab nan menawan.

Cons

  • Alur lambat.
  • Melanjutkan plot kitab pendahulunya.

Kelebihan Novel A Venom Dark And Sweet

Novel A Venom Dark And Sweet karya Judy I. Lin merupakan novel fiksi khayalan nan menutup duologi The Book of Tea.

Terdapat beberapa kelebihan nan ditawarkan dalam kitab ini, di antaranya:

  • Penutup duologi nan memuaskan 

Sebagai novel penutup dari duologi The Book of Tea, A Venom Dark and Sweet sukses menghadirkan akhir cerita nan memuaskan sekaligus menjawab beragam bentrok nan telah dibangun sejak kitab pertama.

Judy I. Lin menyajikan kisah nan tetap konsisten dengan bumi khayalan nan telah dia ciptakan, sehingga pembaca dapat menikmati perjalanan cerita hingga laman terakhir.

  • Mitologi Tiongkok nan seru dan memikat

Salah satu daya tarik utama novel ini adalah pengangkatan unsur mitologi Tiongkok nan kaya dan menarik. Kehadiran para dewa, makhluk legendaris, serta kisah Shennong-shi memberikan nuansa magis nan kuat pada cerita.

Judy I. Lin meramu elemen-elemen tersebut dengan langkah nan terasa segar dan original, terutama melalui konsep para peracik teh sihir nan menjadi karakter unik duologi ini.

  • Gaya penulisan nan mudah dinikmati

Judy I. Lin menggunakan style bahasa nan ringan dan mudah dipahami tanpa mengurangi keelokan narasinya. Deskripsi nan ditampilkan terasa hidup dan detail, sehingga pembaca dapat membayangkan suasana, karakter, maupun bumi khayalan nan dibangun dalam cerita dengan sangat jelas.

  • Romansa musuh menjadi kekasih

Hubungan antar tokoh nan berkembang dari bentrok menjadi emosi cinta menjadi salah satu aspek nan menambah daya tarik cerita. Meskipun tidak menjadi konsentrasi utama, dinamika tersebut tetap bisa menghadirkan ketegangan emosional nan membikin hubungan para karakter terasa lebih hidup dan menyenangkan untuk diikuti.

  • Menghadirkan nuansa khayalan remaja nan klasik

Novel ini bisa membangkitkan kenangan bakal karya-karya khayalan remaja nan terkenal pada masanya. Suasana cerita nan hangat, ringan, dan penuh petualangan membikin pembaca merasakan kembali pengalaman membaca novel Young Adult nan memang ditujukan untuk kalangan remaja.

  • Desain kitab nan menawan

Selain menawarkan cerita nan menarik, A Venom Dark and Sweet juga datang dengan tampilan visual nan memikat. Sampul dan kreasi keseluruhan kitab tetap mempertahankan kualitas nan sama seperti pendahulunya, A Magic Steeped in Poison, sehingga semakin menambah daya tarik bagi para pecinta novel fantasi.

Kekurangan Novel A Venom Dark And Sweet

Meskipun novel A Venom Dark And Sweet karya Judy I. Lin menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan nan bisa menjadi masukan bagi penulis.

  • Alur lambat

Walaupun perjalanan nan dialami para tokoh tetap menarik untuk diikuti, perkembangan alur pada paruh awal novel terasa cukup lambat. Arah cerita dan tujuan utama bentrok belum terlihat jelas hingga bagian pertengahan, sehingga sebagian pembaca mungkin merasa bahwa sebagian besar isi novel lebih berfaedah sebagai persiapan menuju klimaks di akhir cerita.

  • Melanjutkan plot kitab pendahulunya

Novel ini merupakan kelanjutan langsung dari A Magic Steeped in Poison. Oleh lantaran itu, pembaca nan belum membaca kitab pertama kemungkinan bakal kesulitan memahami latar belakang karakter maupun bentrok nan sedang berlangsung. Untuk mendapatkan pengalaman membaca nan lebih utuh, disarankan membaca novel pendahulunya terlebih dahulu.

Realitas Sejarah dari Novel A Venom Dark and Sweet) 

Seni penyeduhan teh tradisional serta sistem pemerintahan kekaisaran Cina menjadi sumber inspirasi utama dalam pembangunan bumi khayalan duologi The Book of Tea (A Magic Steeped in Poison dan A Venom Dark and Sweet) karya Judy I. Lin.

Penulis memadukan unsur sejarah, budaya, dan mitologi Tiongkok ke dalam sebuah sistem sihir nan unik sehingga membentuk fondasi cerita sekaligus bentrok politik nan terjadi di dalamnya.

Berikut beberapa unsur sejarah nan diadaptasi ke dalam novel tersebut:

  1. Istilah Shénnóng-sh? dan Mitologi Kaisar Shennong
  • Realitas Sejarah: Dalam mitologi Tiongkok, Shennong (??) dikenal sebagai Kaisar Ilahi alias Dewa Pertanian. Ia dipercaya sebagai sosok nan menemukan teh secara tidak sengaja sekitar tahun 2737 SM ketika daun teh jatuh ke dalam air nan sedang direbusnya. Selain itu, Shennong juga terkenal lantaran mencicipi beragam jenis tanaman untuk mempelajari faedah obat-obatan dan menggunakan teh sebagai penawar racun.
  • Dalam Novel: Judy I. Lin mengadaptasi legenda tersebut melalui konsep shénnóng-sh? (???), ialah para mahir penyeduh teh nan mempunyai keahlian magis. Di Kekaisaran Dàxi, teh bukan hanya minuman nan dinikmati sehari-hari, melainkan sarana untuk menyalurkan kekuatan sihir. Teh dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit, memengaruhi emosi, membaca pikiran, hingga menjadi perangkat nan mematikan. Dengan langkah ini, legenda Shennong memperoleh makna baru dalam bumi khayalan nan diciptakan penulis.
  1. Kompetisi Teh Istana dan Struktur Kekaisaran
  • Realitas Sejarah: Pada masa kekaisaran Tiongkok, khususnya era Dinasti Song nan banyak menginspirasi estetika novel ini, teh mempunyai nilai nan sangat tinggi di lingkungan istana. Upacara minum teh dianggap sebagai simbol keanggunan, pendidikan, dan status sosial. Bahkan beragam wilayah diwajibkan mengirimkan teh terbaik sebagai corak upeti kepada kaisar.
  • Dalam Novel: Kekaisaran Dàxi digambarkan mempunyai struktur sosial dan politik nan sangat ketat. Salah satu peristiwa krusial dalam cerita adalah kejuaraan penyeduhan teh nan diselenggarakan di lingkungan istana. Para peserta bersaing untuk memperoleh kehormatan tertinggi, sementara pemenangnya berkuasa mendapatkan akses langsung kepada family kekaisaran serta kesempatan untuk mengusulkan satu permohonan khusus. Kompetisi ini menjadi pintu masuk beragam intrik politik nan berkembang sepanjang cerita.
  1. Ritual Penyeduhan Teh G?ngf? Chá & Pengobatan Tradisional
  • Realitas Sejarah: G?ngf? Chá (???) merupakan seni menyeduh teh tradisional Tiongkok nan memerlukan ketelitian dan kesabaran tinggi. Berbagai aspek seperti suhu air, jenis teko, waktu penyeduhan, hingga teknik menuang teh dipercaya memengaruhi kualitas hasil akhirnya. Tradisi ini juga mempunyai keterkaitan erat dengan filosofi keseimbangan daya dalam pengobatan tradisional Tiongkok.
  • Dalam Novel: Proses penyeduhan teh sihir dalam novel digambarkan dengan perincian nan terinspirasi dari praktik nyata tersebut. Kekuatan magis tidak muncul secara instan, melainkan memerlukan peralatan tertentu serta bahan-bahan herbal nan berfaedah sebagai media sihir. Selain itu, kondisi emosional penyeduh juga memegang peranan krusial lantaran emosi nan dituangkan saat meracik teh dapat memengaruhi pengaruh nan dirasakan oleh orang nan meminumnya.
  1. Komoditas Teh Sebagai Alat Kekuasaan Politik
  • Realitas Sejarah: Sepanjang sejarah Tiongkok, teh bukan hanya komoditas perdagangan biasa. Teh sering digunakan sebagai perangkat diplomasi, sumber pemasukan negara, hingga perangkat tukar dalam hubungan dengan wilayah perbatasan. Karena mempunyai nilai ekonomi nan besar, penguasaan jalur perdagangan teh sering kali berangkaian dengan stabilitas politik dan kekuatan sebuah pemerintahan.
  • Dalam Novel: Dalam A Venom Dark and Sweet, teh berkembang menjadi senjata politik nan berbahaya. Pangeran Terbuang memanfaatkan ketergantungan masyarakat terhadap teh untuk menyebarkan ketakutan dan memperkuat kekuasaannya. Melalui skema peracunan nan meluas, teh nan sebelumnya menjadi simbol kehidupan, kesehatan, dan keselarasan berubah menjadi perangkat teror nan menakut-nakuti seluruh kekaisaran. Perubahan makna inilah nan menjadi salah satu bentrok paling menarik dalam novel.

Penutup

Melalui A Venom Dark And Sweet, Judy I. Lin menghadirkan penutup nan memuaskan bagi duologi The Book of Tea. Novel ini tidak hanya menyuguhkan petualangan khayalan nan penuh sihir dan intrik politik, tetapi juga memperkaya cerita dengan sentuhan sejarah, budaya, dan mitologi Tiongkok nan terasa hidup di setiap halamannya.

Semakin jauh pembaca menyelami bumi Dàxi, semakin terlihat bahwa secangkir teh di dalam kisah ini menyimpan rahasia nan jauh lebih besar daripada nan dibayangkan. Perpaduan antara keelokan budaya, bentrok kekuasaan, dan ancaman antik nan terus mengintai membikin novel ini susah untuk dilepaskan, sekaligus meninggalkan rasa kagum nan memperkuat lama setelah cerita berakhir.

Novel A Venom Dark And Sweet karya Judy I. Lin ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku Lainnya

A Magic Steeped In Poison

A Magic Steeped in Poison

Shénnóng-sh? adalah peracik teh sihir, talenta nan dimiliki Ning sebagai warisan dari ibunya; talenta nan tidak diakui Ning lantaran mengundang malapetaka. Tanpa sadar, Ning menyeduh teh berbisa nan menyebabkan kematian sang ibu dan membikin adiknya sekarat. Kesalahan itu terus menghantuinya, hingga muncul berita diadakannya sayembara pencarian shénnóng-sh? terbaik di Kekaisaran Dàx?. Ning rela melakukan apa pun demi menyelamatkan nyawa sang adik, termasuk membujuk putri sang kaisar.

Dia pun berangkat ke ibu kota untuk mengadu nasib dengan mengikuti sayembara. Namun, dia terperangkap di antara para pesaing nan saling menjatuhkan, terjebak di tengah intrik politik berbahaya, dan berjumpa seorang pemuda misterius nan membawa rahasia besar. Ning akhirnya menyadari bahwa rupanya nyawanya sendiri nan kudu dipertaruhkan. Sebuah penyesuaian kisah mitologi dan seni tradisional pembuatan teh dari Cina nan dilebur dengan bumi sihir, hingga terciptalah sebuah kisah khayalan nan memikat dan sepekat secangkir teh hangat.

The Full Moon Eye Clinic – Cermin, Burung Gagak, dan Klinik Rahasia

The Full Moon Eye Clinic

Berawal dari kejadian tak terduga, Eunhoo mendapati dirinya terlempar ke Klinik Mata Bulan Purnama—sebuah tempat ganjil nan lebih menyerupai dongeng kelam daripada akomodasi medis. Terdesak kebutuhan hidup, dia memperkuat untuk bekerja di klinik itu, menyaksikan gimana emosi dan ingatan diperjualbelikan demi menyembuhkan “penyakit mata” nan berakar dari luka jiwa penderitanya.

Bersama Dokter Do nan misterius dan Sara, si burung gagak nan bisa bicara, Eunhoo terjebak dalam rutinitas tak lazim nan melibatkan sihir, cermin ajaib, dan pasien-pasien nan mencari langkah untuk memandang kembali angan nan hilang.

Kastel Terpencil di Dalam Cermin (Edisi Koleksi) 

Kastel Terpencil di Dalam Cermin

Aku mau menolongmu.

Kokoro merasa terusir dari kelasnya sendiri hingga dia mengurung diri di rumah dan menolak pergi ke sekolah. Pada suatu hari, cermin di dalam kamarnya mengeluarkan sinar terang. Dan di dalam cermin tersebut ada gedung misterius nan mirip sebuah kastel. Ada tujuh orang nan juga “diundang” ke sana—mereka nan menolak pergi ke sekolah seperti Kokoro.

Untuk apa mereka bertujuh dikumpulkan di kastel? Siapakah sebenarnya sosok gadis bertopeng serigala nan mengundang mereka?

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia