Brutal Confession – Bagaimana jika orang nan semestinya menegakkan norma justru menjadi pengadil terakhir bagi para penjahat? Dan lebih jauh lagi, gimana jika keadilan itu dijalankan dengan langkah nan tidak pernah tercatat dalam kitab hukum?
Brutal: Satsujin Kansatsukan no Kokuhaku, alias juga dikenal dengan titel Akasha: Brutal: Confession of a Homicide Investigator 01, adalah sebuah manga Jepang nan pertama kali terbit pada tahun 2019. Kisah ini merupakan hasil karya penulisan Kei Koga dengan ilustrasi dari Ryou Izawa.
Manga ini dipublikasikan oleh Tokuma Shoten dan dirilis secara berkala melalui majalah Comic Tatan. Dengan latar cerita nan sarat ketegangan, komik ini datang dalam bebatan aliran dewasa nan mencakup unsur kekerasan, kriminalitas, drama, horor, misteri bumi kepolisian, psikologi, hingga tragedi.
Cerita berpusat pada Hiroki Dan, seorang personil kepolisian nan menyimpan sisi gelap sebagai pembunuh berantai. Ia tidak membunuh secara acak, melainkan memburu para pelaku kejahatan nan sukses lolos dari jerat hukum. Dengan caranya sendiri, Hiroki mengeksekusi mereka dan menganggap tindakannya sebagai corak keadilan nan tidak bisa dijalankan oleh sistem norma resmi.
Komik Akasha: Brutal: Confession of a Homicide Investigator 01 ini ditujukan untuk pembaca dewasa, khususnya nan berumur 21 tahun ke atas ya, Grameds. Manga asal Jepang ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit M&C! pada 11 Februari 2025. Artikel ini bakal membahas seri pertamanya nan bakal memperkenalkan Anda pada salah satu serial komik nan penuh ketegangan dan meninggalkan kesan kuat.
Sinopsis Komik Akasha: Brutal: Confession of a Homicide Investigator 01
Kisah ini merupakan bagian gelap dari drama televisi terkenal berjudul Trace: Recollections of a Forensic Scientist nan dibintangi oleh Ryo Nishikido. Ceritanya berpusat pada seorang laki-laki nan menjatuhkan balasan paling mengerikan kepada para penjahat nan tidak dapat dijerat oleh hukum.
Tokoh utama adalah Hiroki Dan, seorang personil Divisi Investigasi Pertama di Kepolisian Metropolitan Tokyo. Ia adalah putra dari seorang mantan komisaris polisi dan dikenal sebagai laki-laki pekerjaan nan tengah menapaki jalan sukses di lingkungannya. Namun, di kembali wajah resminya sebagai abdi negara penegak hukum, Dan menyimpan identitas original sebagai seorang pembunuh berantai nan telah menghabisi lebih dari seratus nyawa.
Kelebihan dan Kekurangan Komik Akasha: Brutal: Confession of a Homicide Investigator 01
Pros & Cons
Pros
- Cerita nan sangat realistis.
- Artwork/Ilustrasi nan apik.
- Konflik berliku.
- Karakter nan menarik.
- Ada lawakyang segar.
Cons
- Konten Grafis nan triggering.
Pros & Cons
Pros
- Cerita nan sangat realistis.
- Artwork/Ilustrasi nan apik.
- Konflik berliku.
- Karakter nan menarik.
- Ada lawakyang segar.
Cons
- Konten Grafis nan triggering.
Kelebihan Komik Akasha: Brutal: Confession of a Homicide Investigator 01
Komik Akasha: Brutal: Confession of a Homicide Investigator 01 karya Kei Koga memiliki banyak sekali kelebihan nan membikin novel ini layak untuk Anda ikuti.
- Cerita nan sangat realistis
Kisah nan ditawarkan terasa dekat dengan kenyataan. Fenomena pembunuhan nan sering muncul di kehidupan nyata diangkat dengan tajam sehingga memberikan nuansa nan betul-betul brutal. Komik ini tidak hanya menjadi intermezo saja, tapi juga menyisipkan sisi realitas nan terjadi di kehidupan nyata.
- Artwork/ilustrasi apik
Dari sisi visual, komik ini menghadirkan gambar nan tegas dan tidak menutupi perincian kekerasan. Adegan-adegan sadis digambarkan secara langsung tanpa ada kompromi. Gaya ilustrasinya pun mendapat banyak apresiasi dari para pembacanya lantaran bisa menimbulkan rasa nyeri nan kuat pada pembaca
- Konflik berliku
Jalan cerita penuh dengan lika-liku dan kasus misterius nan memerlukan penyelesaian rumit. nan mana justru kerumitan inilah nan menjadi daya tarik tersendiri bagi komik ini nan membikin alurnya semakin menarik untuk diikuti. Bagi Grameds nan menyukai kisah gelap dan kompleks, komik ini bisa menjadi pilihan nan sangat tepat untuk kalian.
- Karakter nan menarik
Hiroki Dan tampil sebagai tokoh utama dengan pesona nan misterius. Hanya sedikit perihal nan diketahui tentang dirinya, selain keyakinannya bahwa membunuh orang jahat merupakan tindakan kebaikan. Bahkan motivasinya berasosiasi dengan keinginannya untuk berjumpa kembali dengan sahabatnya di surga.
- Ada lawakyang segar
Walaupun didominasi kekerasan dan nuansa suram, komik ini tidak sepenuhnya gelap. Kehadiran lawakhitam memberi sentuhan segar sehingga cerita terasa lebih seimbang. Unsur lawaktersebut menghadirkan pengalaman membaca nan lebih variatif dan tidak monoton.
Kekurangan Komik Akasha: Brutal: Confession of a Homicide Investigator 01
Di samping banyaknya kelebihan nan ditawarkan Kei Koga pada kitab Akasha: Brutal: Confession of a Homicide Investigator 01 masih terdapat kekurangan nan dirasakan.
- Konten skematis nan triggering
Komik ini memuat unsur kekerasan ekstrem, pembunuhan, hingga pelecehan seksual nan disajikan secara gamblang. Topik-topik sensitif tersebut digarap dengan langkah nan kurang sensitif dan nyaris tanpa empati. Hal ini bisa menjadi pengalaman membaca nan berat bagi sebagian orang.
Hukuman Terkejam di Dunia
Selama beratus-ratus tahun lalu, balasan meninggal telah dipraktikan untuk memberikan pengaruh jera. Biasanya, balasan meninggal dijatuhi kepada mereka nan juga sudah menghilangkan nyawa manusia lainnya alias melakukan kejahatan nan tidak bisa ditolerir keparahannya.
- Mazzatello
Mazzatello merupakan metode eksekusi meninggal nan pernah dipraktikkan di Italia. Cara ini menggunakan sebuah palu kayu berukuran besar nan diayunkan ke kepala terhukum. Setelah itu, pengeksekusi bakal menggorok leher korban. Tujuan dari metode ini bukan hanya untuk mengakhiri hidup, tetapi juga menimbulkan rasa takut sekaligus menjadi peringatan bagi orang lain agar tidak melakukan kesalahan serupa.
- Skafisme
Skafisme dikenal sebagai salah satu corak balasan paling sadis dan menyakitkan nan digunakan oleh bangsa Persia pada masa lalu. Terhukum bakal diikat pada perahu alias batang kayu berlubang, lampau dipaksa menelan susu dan madu dalam jumlah banyak hingga mengalami diare. Susu dan madu itu juga dioleskan pada tubuh serta perahu, kemudian dibiarkan terapung di perairan tenang di bawah sinar matahari. Aroma manis bercampur aroma busuk dari kotoran manusia bakal menarik kawanan serangga. Terhukum akhirnya meninggal perlahan akibat dehidrasi serta luka nan ditimbulkan oleh gigitan dan sengatan serangga.
- Catherine Wheel
Catherine wheel merupakan metode eksekusi nan terkenal di Jerman pada masa pertengahan. Prosesnya dilakukan dengan mengikat terhukum pada roda berukuran besar, kemudian roda tersebut diputar terus menerus. Saat roda berputar, pengeksekusi bakal memukul tubuh terhukum acapkali hingga akhirnya meninggal.
- Penyiksaan Putih
Jenis balasan ini lebih menekankan pada siksaan psikologis. Penyiksaan putih adalah corak penghancuran sensorik di mana tahanan ditempatkan di sel serba putih, mulai dari dinding, pakaian, hingga makanan. Para penjaga pun mengenakan busana putih dan lampu tidak pernah dimatikan selama 24 jam. Tidak ada percakapan dan tidak ada warna lain nan terlihat. Hukuman ini tercatat pernah dialami oleh Amir Fakhravar di Iran pada tahun 2004 selama kurang lebih delapan bulan. Setelah dibebaskan, dia mengalami kerusakan psikologis nan mendalam hingga tidak bisa lagi mengingat wajah orang tuanya.
- Brazen Bull
Brazen bull merupakan metode eksekusi nan berasal dari Yunani kuno. Terhukum bakal dimasukkan ke dalam sebuah patung banteng nan terbuat dari logam. Patung tersebut kemudian dipanaskan hingga membara, sehingga orang nan berada di dalamnya bakal terbakar hidup-hidup hingga tewas.
- Rat Torture
Rat torture adalah corak penyiksaan nan memanfaatkan tikus. Hewan-hewan tersebut ditempatkan di atas tubuh bugil terhukum, lampau ditutup dengan wadah besi. Wadah tersebut dipanaskan menggunakan arang sehingga tikus merasa terancam dan berupaya melarikan diri dengan langkah menggigit dan mengoyak daging manusia. Akhirnya korban meninggal lantaran jangkitan luka dan pendarahan internal.
- Strappado
Strappado adalah metode penyiksaan di mana seseorang digantung dengan posisi tangan terikat di belakang kepala. Posisi ini sangat menyakitkan lantaran berpotensi menyebabkan bahu terlepas dari sendinya. Dalam beberapa kasus, beban tambahan juga dipasang agar penderitaan semakin berat. Hukuman ini sudah dikenal sejak abad pertengahan hingga tetap digunakan pada abad ke-21.
Penutup
Kalimat “mata dibalas dengan mata” mungkin sudah sering Anda dengar, apalagi mungkin ada nan meyakininya sebagai corak keadilan. Namun, benarkah sebuah kesalahan bisa ditebus dengan melakukan kesalahan nan sama? Sekilas terlihat seimbang, tetapi jika dilihat dari perspektif pandang kemanusiaan dan norma nan berlaku, kenyataannya jauh lebih rumit. Hidup tidak selalu sesederhana hitam dan putih, lantaran selalu ada ruang abu-abu di antaranya.
Pertanyaannya, sanggupkah Anda memahami argumen Dan ketika dia memilih untuk menghukum para korbannya dengan caranya sendiri?
Bagi Anda nan sudah cukup umur dan sudah percaya mau menelusuri kisah ini, komik Akasha: Brutal: Confession of a Homicide Investigator 01 karya Kei Koga ini bisa Anda dapatkan di Gramedia.com ya! Sebagai kawan untuk #TumbuhBersama, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
1. Akasha: Trace, Recollections of A Forensic Researcher 1


Sebuah penyelidikan, seringkali dilakukan di ruang Laboratorium Penelitian Forensik. Ruangan nan dimiliki bagian kriminal, di bawah lembaga kepolisian. Meski berada di bawah kepolisian, sebuah penyelidikan tak dilakukan demi lembaga alias korban. Penyelidikan, dilakukan demi menyelidiki kebenaran dan itu menjadikannya sebagai akomodasi nan unik. Ruang penyelidikan, kriminalitas, kepolisian, dan korban, merupakan kombinasi menarik sekaligus latar utama dari komik Trace: Recollections of a Forensic Researcher karya Kei Koga.
Laboratorium forensik alias “Labfor” merupakan sebuah akomodasi nan unik. Walaupun milik kepolisian, tempat tersebut didirikan semata-mata demi menyelidiki kebenaran, bukan demi korban alias lembaga mana pun. Sebagai petugas forensik bagian pengetahuan kedokteran, Reiji Mano kudu meneliti beragam kasus tanpa mendengarkan penilaian siapa pun. Itu semua demi menemukan kepingan-kepingan kebenaran.
2. Akasha : Shin Masked Rider – Shocker Side 02


Ichiro Midorikawa menjadi personil SHOCKER, sebuah organisasi nan berdedikasi pada “kebahagiaan berkelanjutan”. Akan tetapi, kian hari bentrok ideologis dalam SHOCKER semakin runcing.
Bersama Hiroshi Midorikawa sang ayah, Sasori, dan Kumo, Ichiro juga terjun ke medan tempur… dengan kepercayaan bahwa “dunia nan senang bagi semuanya” ada di depan sana.
3. Akasha : Parasite in Love 01


Kengo Kosaka adalah seorang pemuda nan menderita misofobia parah. Ia tidak dapat mempertahankan hubungan lantaran masalah obsesifnya. Kengo Kosaka juga seorang pemuda nan kesepian. Hijiri Sanagi, seorang siswa SMA, menderita skopofobia. Ia tidak mau pergi ke sekolah lantaran takut ditatap. Hijiri Sanagi dan Kengo Kosaka berjumpa dan jatuh cinta meskipun tidak menyangka bakal menemukan cinta. Kisah nan unik tentang romansa modern & ketakutan bahwa cinta nan kita rasakan kepada orang lain hanyalah produk sampingan dari sebuah penyakit.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·