Review Buku The Convenience Store by The Sea

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

 The Convenience Store by The Sea – Pernah nggak sih Anda masuk ke sebuah toko mini hanya untuk membeli sesuatu, tapi malah pulang dengan emosi sedikit lebih hangat? Kadang tempat paling sederhana justru menyimpan cerita tentang manusia dan kebersamaan.

The Convenience Store by the Sea adalah novel mengharukan karya Sonoko Machida nan merayakan hangatnya hubungan antaramanusia dan kekuatan sebuah komunitas. Buku ini menjadi salah satu titel internasional terlaris dan sekarang datang dalam terjemahan  Bahasa Inggris nan diterbitkan oleh HACHETTE UK pada 2 Mei 2025. 

Dengan total 288 halaman, kitab ini menyuguhkan kisah penuh kehangatan tentang sebuah toko serba ada di Jepang, tempat para tenaga kerja dan pengguna saling mendukung dalam kehidupan sehari hari. Di bawah ini Gramin merangkum beragam info menarik mengenai kelebihan dan kekurangannya agar Grameds bisa mendapatkan gambaran komplit sebelum membawa pulang kitab ini.

button cek gramedia com

Profil Sonoko Machida – Penulis Buku The Convenience Store by The Sea

Sonoko Machida adalah seorang novelis asal Jepang. Ia lahir pada 9 Maret 1980 di Distrik Miyako, Fukuoka. Keinginannya untuk menjadi penulis sudah muncul sejak kecil, meskipun pada akhirnya dia menempuh pendidikan di Sekolah Pangkas Rambut dan Kecantikan Kota Kitakyushu. Setelah lulus, dia bekerja di sebuah tempat pangkas rambut dan toko permen.

Karya Machida mulai dikenal ketika dia mengirimkan tulisannya ke Penghargaan Sastra R 18 tahun 2016, sebuah arena tahunan nan menilai cerita tentang wanita nan ditulis oleh perempuan. Juri Shion Miura dan Mizuki Tsujimura memilih karyanya nan berjudul Cameroon no Aoi Sakura alias Ikan Biru Kamerun sebagai pemenang utama.

Pada tahun 2021, Machida kembali menarik perhatian lewat novelnya nan berjudul 52 Hertz no Kujiratachi alias Paus 52 Hertz. Kisah ini menceritakan dua perseorangan nan hidup dengan beragam kesulitan dan rasa keterasingan, namun menemukan hubungan nan membikin mereka bisa saling memahami. Novel tersebut meraih Hadiah Utama Penghargaan Penjual Buku Jepang.

Sinopsis Buku Buku The Convenience Store by The Sea

Selamat datang di Tenderness.
Mojiko, sebuah kota pesisir nan tenang di Kitakyushu, mempunyai banyak pesona tersembunyi. Salah satu tempat paling spesial di sana adalah sebuah toko serba ada nan buka sepanjang hari berjulukan Tenderness. Dari luar, toko ini tampak seperti minimarket biasa. Memang sedikit unik lantaran manajernya nan rupawan mempunyai golongan fans sendiri. Para pelanggannya pun sering kali terlihat mempunyai kepribadian nan unik. Namun, ada suasana hangat dalam Tenderness nan membikin siapa saja mau kembali.

Cahaya toko selalu menyinari malam. Para pegawainya mengenali Anda dan memanggil dengan nama. Rak raknya dipenuhi beragam makanan menggugah selera, mulai dari kopi panas nan aromanya kuat hingga parfait nan manis, dari sandwich telur hingga ramen, dan dari ayam goreng renyah hingga soba nan menyegarkan. Setelah beberapa kunjungan, Anda mungkin mulai merasa bahwa apa pun nan Anda cari sudah tersedia di tempat mini nan menenangkan ini.

Kelebihan dan Kekurangan Buku The Convenience Store by The Sea

Pros & Cons

Pros

  • Tampilan sampul nan cantik.
  • Kumpulan cerita nan indah.
  • Menghangatkan hati.
  • Latar nan familiar.
  • Pengingat kebaikan bagi pembaca.
  • Tokoh nan disukai.

Cons

  • Alur tanpa arah.
  • Bagian nan repetiti

Kelebihan Buku The Convenience Store by The Sea

Buku The Convenience Store by The Sea karya Sonoko Machida ini mempunyai banyak sekali kelebihan nan membikin kitab ini wajib sekali untuk Grameds miliki dan baca.

  • Tampilan sampul nan cantik

Sampul kitab ini menjadi daya tarik pertama nan langsung memikat mata pembaca. Ilustrasinya menggambarkan sebuah toko serba ada nan berada di dekat laut, komplit dengan suasana terang dan lembut nan menenangkan.

Nuansa nan ditampilkan pada sampul selaras dengan titel serta isi ceritanya, membikin siapa pun nan melihatnya langsung membayangkan kehangatan dan kedamaian di dalam kisah nan bakal mereka baca.. 

  • Kumpulan cerita nan indah

Buku ini terdiri dari rangkaian cerita pendek nan saling berasosiasi dan tersusun dengan sangat halus. Seluruh kisahnya berpusat pada sebuah toko swalayan mini berjulukan Tenderness di kota Mojiko nan tenang dan ramah. Setiap bab memperkenalkan tokoh nan berbeda, nan kehidupannya tersentuh alias terhubung dengan toko mini tersebut.

Perpaduan cerita ini menciptakan kesan menyaksikan kehidupan sehari hari nan lembut, rahasia mini nan terungkap perlahan, dan hubungan antar manusia nan muncul secara tak terduga.

  • Menghangatkan hati

Membaca kitab ini memberikan sensasi seperti diselimuti kehangatan. Ceritanya menenangkan, memberi rasa aman, dan bisa membangkitkan semangat pembaca nan mungkin sedang capek menjalani hari. Di dalamnya tersimpan banyak pesan lembut tentang perjalanan diri dan makna hubungan antarmanusia.

Setiap kisah meninggalkan kesan emosional nan lembut namun membekas, sehingga pembaca merasa kembali diisi dengan daya positif.

  • Latar nan familiar

Salah satu daya tarik lain dari kitab ini adalah latarnya nan sangat dekat dengan pengalaman banyak orang. Minimarket alias konbini sering menjadi tempat nan penuh kenangan, dari sekadar membeli makanan ringan hingga menjelajahi rak sembari mencari sesuatu nan baru.

Cerita nan berjalan di Tenderness membangkitkan rasa nostalgia, seolah pembaca sedang kembali mengunjungi toko mini favorit mereka nan selalu menawarkan kenyamanan sederhana.

  • Pengingat kebaikan bagi pembaca

Buku ini tidak mencoba menggurui. Ceritanya disampaikan dengan pelan dan tulus, seakan membujuk pembaca untuk berakhir sejenak dan mengawasi kebaikan mini nan sering terabaikan.

Kisah kisah di dalamnya menunjukkan gimana satu tindakan sederhana dapat membawa perubahan besar bagi sebuah organisasi alias seseorang nan sedang berjuang. Ada emosi melankolis nan lembut nan muncul ketika membaca, seolah kitab ini berbincang langsung ke hati.

  • Tokoh nan disukai

Karakter karakter dalam kitab ini digambarkan sebagai manusia biasa nan membawa kisah dan beban masing masing. Mereka mungkin memendam luka, penyesalan, alias angan nan belum tersampaikan, tetapi juga menyimpan kebahagiaan mini nan membikin hidup terus berjalan.

Seluruh tokohnya terasa nyata, seperti orang nan bisa pembaca temui dalam kehidupan sehari hari. Kehadiran mereka membikin cerita semakin hidup dan menyentuh.

Kekurangan Buku The Convenience Store by The Sea

Buku The Convenience Store by The Sea karya Sonoko Machida tetap mempunyai perihal nan dinilai menjadi kekurangan dalam menikmati karya nan satu ini.

  • Alur tanpa arah

Karena kitab ini terdiri dari cerita cerita pendek dengan style slice of life, beberapa pembaca merasa alurnya tidak bergerak ke tujuan tertentu. Setiap kisah tampak berdiri sendiri dan lebih menyoroti potongan kehidupan sederhana para tokohnya. Bagi pembaca nan mengharapkan bentrok besar alias perjalanan plot nan jelas, style penceritaan ini mungkin terasa biasa saja dan tidak memberikan klimaks nan kuat. 

  • Bagian nan repetitif

Beberapa pembaca juga mencatat bahwa terdapat pengulangan pada style bercerita dan karakterisasi di beragam bab. Penulis kerap memakai kiasan alias pola penokohan nan serupa, dan perihal ini membikin sebagian bagian terasa berulang. Meskipun konsisten dalam membangun suasana, repetisi ini dapat membikin pembaca merasa kurang mendapatkan ragam sepanjang buku.

Konbini

The Convenience Store by The Sea mengambil latar di sebuah konbini Jepang. Grameds mungkin sudah sering mendengar istilah konbini, tetapi apa sebenarnya konbini itu. Konbini di Jepang adalah minimarket serba ada nan buka sepanjang hari tanpa libur dan menjadi bagian krusial dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya menjual makanan dan minuman, konbini juga menyediakan beragam jasa praktis nan membikin hidup sehari hari terasa jauh lebih mudah.

Beberapa jasa nan biasanya tersedia di konbini antara lain:
ATM nan dapat digunakan dengan kartu internasional, terutama di jaringan 7 Eleven. Banyak konbini juga menyediakan akses Wi Fi cuma-cuma untuk pengguna nan mau bersantai sejenak. Di kasir, pembeli bisa bayar beragam tagihan seperti listrik, telepon, dan asuransi dengan mudah. Ada pula jasa pengiriman paket nan memungkinkan pengguna mengirim alias mengambil barang, sekaligus membeli perangko dan kartu pos di satu tempat. Selain itu, beberapa konbini mempunyai mesin multifungsi untuk membeli tiket konser, tiket bus, hingga menggunakan jasa fotokopi alias faks.

Produk nan dijual di konbini juga sangat beragam. Untuk makanan dan minuman, konbini menawarkan hidangan praktis nan kualitasnya tidak kalah dengan restoran. Ada bento nan menggugah selera, onigiri nan praktis dibawa, sushi dan sandwich nan selalu segar, serta beragam minuman mulai dari kaleng, botol, sampai minuman panas nan pas dinikmati saat cuaca dingin. Selain makanan, tersedia juga beragam peralatan kebutuhan lainnya. Bahkan konbini menjual busana dalam, peralatan mini sehari hari, dan beragam produk praktis nan mungkin Anda perlukan secara tiba tiba.

Hal nan membikin konbini begitu dicintai adalah kenyamanan nan ditawarkannya. Semua produk ditata rapi, diperbarui setiap hari, dan tetap terjangkau sehingga pembeli merasa kondusif dan nyaman untuk datang kapan saja. Tidak heran jika konbini dianggap sebagai tempat nan selalu siap membantu kapanpun dibutuhkan..

Penutup

Lewat kitab ini Grameds bakal diajak untuk mengingat bahwa seseorang tidak bisa betul benar dipahami hanya dari kata kata alias ekspresi wajahnya saja. Hal nan paling menunjukkan siapa mereka sebenarnya terlihat dari tindakan sederhana nan mereka lakukan setiap hari. Buku ini juga menyadarkan kita bahwa jika terlalu sibuk memikirkan penilaian orang lain, kita bisa kehilangan banyak momen berbobot nan sebenarnya krusial untuk hidup kita sendiri.

The Convenience Store by The Sea mengajak Grameds memandang manusia dengan langkah nan lebih lembut dan menyadari kembali kehangatan dari hubungan mini nan ada di sekitar kita. Melalui cerita cerita nan tenang dan menyentuh di sebuah konbini kecil, kitab ini menunjukkan bahwa kebaikan, perhatian kecil, dan tindakan tulus adalah perihal nan membikin hidup terasa nyaman. Kisahnya memang sederhana, tetapi justru kesederhanaan itulah nan membikin kitab ini begitu bagus dan membekas.

Buku The Convenience Store by The Sea karya Sonoko Machida ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com ya. Sebagai kawan untuk #TumbuhBersama, Gramedia siap memberikan info dan produk terbaik untuk mendampingi perjalanan membaca kamu. 

Rekomendasi Buku

1. Toko nan Buka di Kala Hujan

Toko nan Buka di Kala Hujan

button cek gramedia com

Selamat datang di Toko Musim Hujan! Sebagai pertokoan terhormat nan menjunjung tinggi kejujuran dan kepercayaan, kami mau mengusulkan penawaran spesial kepada Anda. Apakah Anda mau menjual kemalangan Anda? Kami bakal memberi Anda kesempatan untuk menukarkannya dengan kebahagiaan nan tersedia di toko.

Namun, kami tidak bertanggung jawab atas apa pun nan terjadi selama Anda berada di sini.

2. Dallergut 1 : Toko Penjual Mimpi

 Toko Penjual Mimpi

button cek gramedia com

Ada sebuah desa nan hanya bisa Anda kunjungi dalam tidurmu. Tempat paling terkenal di desa ini adalah Dallergut: Toko Penjual Mimpi nan mengumpulkan dan menjual segala macam mimpi. Toko ini selalu ramai oleh pengguna manusia dan hewan nan mau tidur panjang alias tidur siang. Setiap lantainya dilengkapi dengan mimpi-mimpi dari beragam macam aliran istimewa, termasuk mimpi tentang masa kecil, perjalanan menyenangkan, melahap makanan lezat, hingga mimpi jelek dan mimpi misterius.

Di toko ini ada Dallergut, si pemilik toko; Penny, tenaga kerja baru nan asal-asalan dan penuh rasa mau tahu; Aganap Coco, produser mimpi legendaris; dan Vigo Myers, manajer lantai dua. Penny ditugaskan untuk bekerja di lantai satu dengan tenaga kerja veteran, Bibi Weather. Namun, pada hari pertama dia bekerja, mimpi nan mahal dicuri ….

3. Toko Obat Cinta Keluarga Botero – Botero Family’s Love Pharmacy

Toko Obat Cinta Keluarga Botero - Botero Family's Love Pharmacy

https://cdnwpseller.gramedia.com/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

Toko Obat Cinta family Botero bukanlah toko obat biasa—di sinilah luka hati diobati, kasih nan retak dipertautkan, dan keberanian untuk mencintai kembali tumbuh. Melalui kisah Hyosun, Hana, dan mereka nan singgah, novel ini mengingatkan kita bahwa cinta, seaneh dan serumit apa pun, selalu menjadi obat paling mujarab bagi manusia. Mereka nan telah meminum racikan obat cinta bersaksi tentang kemanjurannya. Saya memutuskan untuk jatuh cinta. Tapi apa itu cinta?

Novel ini mendekati cinta selangkah demi selangkah melalui perubahan orang-orang nan telah meminum racikan obat cinta. Saya suka lantaran saya kudu meminum satu racikan obat cinta setiap hari. Sebab, seperti banyak perihal nan berbobot bagi kita, cinta juga bisa dikatakan memperkuat melalui upaya dan perhatian sehari-hari. Sebuah pil mini nan menanamkan cinta sehari-hari dalam diri saya. Kalau ada pil seperti ini, saya mau segera memasukkannya ke mulut dan mengecek efektivitasnya. Apa nan bakal terjadi jika cinta meresap ke dalam diri saya?

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia