Review Buku Rumah yang Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Rumah nan Hampir Runtuh – Grameds, pernahkah Anda merasa asing ketika penghasilan melangkah meningkat, tetapi hidup justru malah terasa semakin sempit? Seolah-olah duit datang lebih banyak, namun ketenangan tidak ikut bertambah.

Tanpa disadari, banyak orang sebenarnya sedang terjebak dalam beragam “fasilitas” utang nan tampak memudahkan di permukaan. Limit kartu angsuran terasa seperti penyelamat, angsuran terlihat ringan, tetapi perlahan membikin kondisi finansial menjadi rapuh. Ujung-ujungnya, duit lenyap sebelum sempat betul-betul dinikmati, dan hidup terasa sesak meskipun dari luar tampak berkecukupan.

Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar karya Agung Setiyo Wibowo menguraikan pengalaman pribadi penulis saat mengambil KPR. Sialnya, di tengah perjalanan dia justru terkena PHK lantaran perusahaan tempatnya bekerja mengalami kerugian. Ia sempat terpuruk untuk beberapa waktu, tetapi perlahan bisa bangkit dari keterpurukan tersebut. Meski begitu, kitab ini bukanlah sebuah autobiografi. Kisah nyata nan dialaminya hanya menjadi pengantar sebelum pembahasan nan lebih luas dimulai.

Pada bab-bab berikutnya, Agung juga menyoroti kejadian masyarakat nan terjerat beragam corak utang dengan beragam “bungkus”. Mulai dari KTA, kartu kredit, pinjaman online, paylater, hingga utang rentenir. Semua terlihat seperti solusi cepat, tetapi sering kali berujung pada petaka. Tidak sedikit nan akhirnya berhujung pada perceraian, pertengkaran rumah tangga nan tak kunjung selesai, tekanan mental nan berat, apalagi masa depan anak nan ikut tergadaikan.

Buku setebal 232 laman ini resmi dirilis oleh penerbit Elex Media Komputindo pada tanggal 3 Februari 2026 sebagai jawaban atas kegelisahan modern nan kerap dirasakan banyak pasangan suami istri. Sebelum membaca kitab ini lebih jauh, ada baiknya kita berkenalan terlebih dulu dengan Agung Setiyo Wibowo, sosok penulis di kembali kitab ini.

Profil Agung Setiyo Wibowo – Penulis Buku Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar

Agung Setiyo Wibowo dikenal sebagai seorang konsultan, trainer, dan coach nan telah mempunyai pengalaman lebih dari 12 tahun di bagian komunikasi pemasaran, konsultasi manajemen, serta pengembangan sumber daya manusia.

Sepanjang perjalanan kariernya, dia pernah berkecimpung di beragam lembaga dan perusahaan, di antaranya POMOSDA, Kompas, The ASEAN Secretariat, Partnership for Governance Reform, Schlumberger, SWA, AndrewTani & Co, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Veloz Training, Home Credit, BlueVisions Management, Tiens, Universitas Satya Negara Indonesia, Panin Dai-ichi Life, hingga JAFRA.

Selain aktif sebagai konsultan dan pelatih, Agung juga dikenal sebagai seorang storyteller nan produktif. Ia telah menerbitkan lebih dari 50 kitab serta menulis lebih dari 1000 tulisan nan dimuat di jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, dan beragam media daring. Tidak hanya menulis, dia juga sering diundang sebagai pembicara untuk membahas beragam topik, mulai dari kepemimpinan, literasi, manajemen perubahan, hingga politik. Undangan tersebut membawanya berbagi pendapat di beragam kota di Asia seperti Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, Manila, Bangkok, New Delhi, dan Dubai.

Agung juga merupakan co-founder sekaligus Chief Editor Kampusgw.com. Profil dan pemikirannya pernah dipublikasikan di beragam media ternama, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa di antaranya adalah The Japan Times, The Global Review, The Indonesian Heritage Society Bulletin; Kompas, Detik.com, Jawa Pos, dan lain sebagainya.

Sinopsis Buku Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar

Bagaimana jadinya jika angan mempunyai rumah justru berubah menjadi sumber kegelisahan? Itulah pengalaman nan pernah dirasakan Agung Setiyo Wibowo. Di usia nan tetap muda, dia memberanikan diri mengambil KPR selama 15 tahun dengan emosi bangga lantaran dianggap telah “mapan.” Namun, kebahagiaan itu rupanya tidak memperkuat lama. Setahun kemudian, angin besar datang ketika dirinya terkena PHK. Cicilan nan sebelumnya terasa ringan tiba-tiba berubah menjadi beban berat. Kehidupan rumah tangga pun mulai terguncang, pertengkaran dengan istrinya semakin sering terjadi, dan rasa bersalahnya kepada family terus menghantui setiap malam.

Buku ini membujuk pembaca untuk menengok kembali realitas finansial nan sering kali dianggap remeh. Melalui perpaduan kisah pribadi dan potret kejadian sosial, disertai rujukan ayat Al-Qur’an serta angan Nabi, penulis mencoba mengingatkan bahwa riba kerap masuk ke dalam rumah melalui pintu nan kita buka sendiri. Sering kali perihal itu dibenarkan dengan argumen demi family alias agar tidak tertinggal oleh zaman. Mulai dari KPR, kartu kredit, pinjaman online, hingga jasa paylater, semuanya tampak seperti jalan keluar nan praktis, padahal perlahan dapat menjadi jerat. Rumah nan Hampir Runtuh datang sebagai cermin bagi siapa pun nan mau terbebas dari lilitan utang dan kembali merasakan ketenangan hidup dalam rida Allah. Selamat membaca.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar

Pros & Cons

Pros

  • Bukan membahas finansial saja.
  • Mengubah rencana pembaca di masa depan.
  • Tidak menggurui.
  • Mengokohkan rumah tangga.

Cons

  • Ditulis berasas pengalaman nan subjektif.
  • Segmentasi terbatas.

Kelebihan Buku Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar

Buku Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar karya Agung Setiyo Wibowo datang sebagai referensi nan inspiratif, terutama bagi pembaca nan sedang menghadapi persoalan finansial dalam kehidupan rumah tangga. Melalui bahasa nan mudah dipahami dan pendekatan nan dekat dengan realitas sehari-hari, kitab ini menawarkan perspektif pandang nan reflektif sekaligus menggugah kesadaran pembacanya. Berikut beberapa kelebihan nan dapat ditemukan dalam kitab ini.

  • Bukan membahas finansial saja

Buku ini tidak sekadar berbincang tentang langkah mengatur uang. Penulis juga menyoroti akibat kesalahan finansial terhadap ketenangan batin, hubungan keluarga, hingga rasa percaya diri seseorang. Keretakan dalam finansial family sering kali tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi berasal dari kebiasaan mini nan dianggap sepele. Melalui penjelasan tersebut, pembaca diajak memahami bahwa masalah finansial kerap berangkaian erat dengan stabilitas kehidupan rumah tangga.

  • Mengubah rencana pembaca di masa depan

Isi kitab ini bisa menggugah pembaca untuk mengevaluasi kembali langkah mereka mengelola keuangan. Berbagai langkah nan dijelaskan membikin pembaca seperti diingatkan kembali bakal pentingnya disiplin dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran. Dari kebiasaan sederhana itu, pembaca dapat menyadari apakah kondisi finansial mereka betul-betul sehat alias justru berpotensi bermasalah. Penulis juga memperkenalkan metode 50/30/20 sebagai salah satu langkah praktis untuk menyusun anggaran bulanan secara lebih terstruktur.

  • Tidak menggurui

Salah satu kelebihan kitab ini terletak pada style penulisannya nan terasa jujur dan membumi. Penulis tidak memposisikan dirinya sebagai mahir finansial ataupun tokoh kepercayaan nan memberi nasihat dari atas mimbar; Ia justru menuturkan pengalamannya sebagai seorang ahli nan pernah mengalami kesalahan finansial. Pendekatan ini membikin pembaca merasa lebih dekat dengan cerita nan disampaikan dan tidak merasa digurui.

  • Mengokohkan rumah tangga

Buku ini sangat relevan dibaca oleh pasangan nan telah berumah tangga. Kehidupan finansial nan dibiarkan melangkah tanpa perencanaan sering kali berisiko menimbulkan beragam masalah di kemudian hari. Melalui pembahasan nan ada, pembaca diajak untuk lebih serius merencanakan finansial family secara matang dan konsisten. Dengan fondasi finansial nan lebih sehat, potensi bentrok dalam rumah tangga pun dapat diminimalkan.

Kekurangan Buku Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar

Meskipun kitab Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar karya Agung Setiyo Wibowo menawarkan banyak kelebihan, kitab ini tetap tidak luput dari kekurangan nan terasa mengganjal.

  • Ditulis berasas pengalaman nan subjektif

Sebagian besar isi kitab ini berangkat dari pengalaman pribadi penulis dalam menghadapi masalah finansial. Pendekatan naratif tersebut memang membikin cerita terasa lebih hidup, tetapi di sisi lain bisa dianggap kurang kuat bagi pembaca nan lebih menyukai kajian berbasis data, statistik ekonomi, alias teori finansial nan berkarakter akademis.

  • Segmentasi terbatas

Buku ini banyak menggunakan rujukan ayat Al-Qur’an dan hadits sebagai landasan pemikiran dalam membahas persoalan keuangan. Pendekatan tersebut tentu sangat relevan bagi pembaca Muslim nan mau memahami persoalan finansial dari perspektif religius. Namun bagi pembaca nan mencari pedoman finansial nan lebih umum dan netral dari perspektif pandang agama, kitab ini mungkin terasa kurang inklusif.

Apa itu Riba?

Buku Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar juga menyoroti persoalan riba nan dapat dengan mudah masuk ke dalam kehidupan rumah tangga siapa saja. Dalam pengertian bahasa, riba berasal dari kata ziyadah nan berfaedah tambahan. Sementara dalam istilah syariat, riba merujuk pada pengambilan tambahan dari kekayaan pokok alias modal secara tidak sah, baik dalam transaksi jual beli maupun dalam praktik pinjam meminjam.

Berikut beberapa jenis riba nan umum dikenal dalam kajian fikih muamalah.

Riba dalam Utang-Piutang (Riba ad-Duyun) 

Jenis riba ini muncul lantaran adanya tambahan nan disyaratkan dalam transaksi pinjaman.

  • Riba Qardh: Tambahan tertentu nan sejak awal telah disyaratkan oleh pemberi pinjaman kepada pihak nan meminjam. Contohnya, seseorang meminjam Rp100 juta dengan ketentuan kudu mengembalikan Rp120 juta.
  • Riba Jahiliyyah: Tambahan nan muncul ketika peminjam tidak bisa melunasi utangnya pada waktu nan telah disepakati, sehingga dikenakan biaya tambahan alias denda keterlambatan.

Riba dalam Jual Beli (Riba al-Buyu’)

Jenis riba ini terjadi dalam pertukaran barang-barang ribawi seperti emas, perak, gandum, kurma, garam, alias uang.

  • Riba Fadhl: Pertukaran peralatan ribawi nan sejenis tetapi tidak mempunyai kadar alias takaran nan sama. Contohnya menukar 1 gram emas dengan 1,1 gram emas.
  • Riba Nasi’ah: Terjadi ketika penyerahan alias penerimaan peralatan ribawi ditangguhkan dalam pertukaran dengan peralatan ribawi lainnya. Dalam praktik modern, corak ini sering dikaitkan dengan sistem kembang pada perbankan konvensional.
  • Riba Yad: Riba nan terjadi ketika dua pihak nan bertransaksi berpisah dari tempat janji sebelum proses serah terima peralatan ribawi dilakukan secara tunai.

Contoh riba di masa ini, yaitu:

  1. Bunga Bank: Banyak ustadz serta lembaga fatwa, termasuk Majelis Ulama Indonesia, menyatakan bahwa kembang pada bank konvensional termasuk dalam kategori riba.
  2. Denda Pinjaman: Tambahan biaya nan dikenakan lantaran keterlambatan pembayaran angsuran pada kartu angsuran alias pinjaman online.
  3. Potongan Pinjaman: Praktik ketika seseorang meminjam Rp1 juta tetapi hanya menerima Rp900 ribu lantaran sebagian biaya langsung dipotong sebagai biaya nan menjadi untung pihak pemberi pinjaman.

Penutup

Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar karya Agung Setiyo Wibowo bukan sekadar kitab tentang pengelolaan uang, tetapi juga sebuah pengingat tentang pentingnya menjaga keberkahan dalam kehidupan. Melalui kisah, refleksi, dan beragam penjelasan nan disampaikan, pembaca diajak menyadari bahwa keputusan finansial nan tampak mini dapat membawa akibat besar bagi ketenangan hidup dan keselarasan keluarga.

Buku ini memberikan perspektif pandang nan membuka mata agar kita lebih berhati-hati terhadap utang dan praktik riba nan kerap datang dalam beragam bentuk. Dengan membaca kitab ini, pembaca diharapkan dapat menata kembali langkah memandang keuangan, mengambil keputusan nan lebih bijak, serta berupaya menjalani kehidupan nan lebih tenang dan selaras dengan ridha Allah.

Bagi Anda nan tertarik, yuk langsung saja dapatkan kitab Rumah nan Hampir Runtuh: Beberapa Kesalahan Finansial nan Mengikis Keberkahan Hidup Tanpa Sadar karya Agung Setiyo Wibowo ini di Gramedia.com. Untuk mendukung Anda #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Kamu Tidak Sendirian: Sharing dari Dua Ayah Milenial tentang Cara Mengajarkan Uang pada Anak

Kamu Tidak Sendirian

button cek gramedia com

Bisa alias tidaknya orang tua untuk membiayai pendidikan anaknya hingga ke jenjang tertinggi bukan semata-mata lantaran minimnya pendapatan nan diperoleh. Namun, tidak jarang disebabkan oleh rendahnya literasi keuangan. Sebagian orang tua sebenarnya cukup melek finansial, namun tetap juga menghadapi musibah finansial lantaran tidak bisa menyesuaikan penghasilan dengan style hidup.

Di sisi lain, sudah menjadi rahasia umum bahwa finansial tidak diajarkan di sekolah meskipun semua orang membutuhkannya dalam keseharian. Orang tua nan semestinya berkedudukan mengajarkan pengelolaan finansial sejak awal kepada anak-anaknya, pada kenyataannya tetap menganggapnya sebagai rumor nan paling tabu untuk dibicarakan. Padahal langkah kita memandang, memaknai, dan memperlakukan duit biasanya dipengaruhi oleh orang tua kita.

Writing Heals – Seni Menulis untuk Kesehatan Mental dan Kebahagiaan

Writing Heals

button cek gramedia com

Pernahkah Anda merasa rendah diri, terpuruk, terjebak dalam rutinitas alias mengalami stres? Semua orang tentu bakal menjawab “ya” untuk pertanyaan ini. Kita semua pernah, sedang alias pasti bakal mengalami masa-masa sulit, dan kita semua kudu berjuang untuk mengembalikan diri kita ke keseimbangan.

Bagi sebagian orang, keseimbangan diri dapat diusahakan melalui seni. Banyak sekali langkah untuk menggabungkan seni ke dalam pengobatan spiritual dan pertumbuhan emosi, seperti menggambar, melukis, musik, alias menari. Sebuah langkah kreatif, ekspresif dan tidak memerlukan talenta artistik unik adalah terapi menulis. Kita tidak perlu menjadi penulis produktif, best seller alias punya talenta menulis, hanya untuk mendapatkan faedah dari menulis. Semua nan kita butuhkan hanyalah selembar kertas, pena alias laptop Anda, dan sebuah motivasi menulis.

Super Child, Happy Child: Pola Asuh Mendidik Anak Bahagia dan Sukses

Super Child, Happy Child

button cek gramedia com

Agar bisa mengendarai mobil secara legal kita perlu mempunyai keahlian mengemudi sekaligus Surat lzin Mengemudi (SIM) agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Dalam konteks profesi, makin banyak pekerjaan nan mengharuskan kita mempunyai sertifikasi untuk menunjukkan kredibilitas. Mulai dari perencana keuangan, akuntan, dokter, hakim, guru, pilot, dan seterusnya. Anehnya untuk salah satu pekerjaan paling menantang dan vital-mengasuh anak- tidak diperlukan training alias kualifikasi.

Kurangnya pengetahuan alias pendidikan ini adalah salah satu alasannya (walaupun bukan nan utama, seperti nan kita ketahui) kenapa begitu banyak orang tua kelimpungan. Orang tua tersebut tidak serta merta kandas memenuhi kebutuhan bentuk dan materi anak. Mereka mungkin sebenarnya mencintai anak mereka dan menginginkan nan terbaik untuk mereka. Mereka tidak tahu gimana menghadapi tantangan dari anak mereka setiap hari. Mereka juga tidak tahu gimana menanggapi secara tepat emosi anak nan sedang tumbuh maupun memenuhi kebutuhan psikologis, sosial, dan spiritualnya.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia