Review Buku Fotografer Memori Karya Sanaka Hiiragi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Fotografer Memori – Di antara pemisah tipis nan memisahkan kehidupan dan kematian, terdapat sebuah studio foto misterius nan hanya dapat disinggahi oleh mereka nan berada di periode perjalanan terakhirnya. Tempat itu bukan saja menjadi ruang untuk memotret, melainkan gerbang untuk menelusuri kembali kenangan paling berbobot nan mungkin telah lama pudar.

Di sana, para tamu memilih satu memori nan mau mereka rangkai menjadi lentera kilas balik, sebuah sinar terakhir nan bakal mereka saksikan sebelum menapaki alam baka.

Hirasaka, sang pemandu muda nan hidup tanpa sepotong ingatan tentang dirinya sendiri, menjadi sosok nan menuntun setiap tamu dalam perjalanan singkat. Ia membantu mereka membuka kembali pintu-pintu masa lalu, meski dirinya tidak pernah bisa membuka pintu kenangannya sendiri.

Ada Hagi Yatsue, wanita berumur 92 tahun nan mau kembali memandang bus nan menyimpan kisah spesial dalam hidupnya. Ada pula Waniguchi Shohei, seorang personil yakuza nan mendambakan kesempatan mengulang Malam Natal berbareng bawahannya dan seorang anak SD nan mengubah langkah pandangnya terhadap dunia.

Mereka datang silih berganti, membawa luka, harapan, penyesalan, dan kebahagiaan terakhir sebelum berpamitan. Namun, tidak ada satu pun dari mereka nan mengenali Hirasaka, membikin misteri tentang jati dirinya semakin tebal dan menyakitkan. Meski begitu, dia tetap menunggu, berambisi suatu hari ada tamu nan membawa kunci untuk membuka masa lalunya.

Novel nan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 28 Agustus 2025 dengan tebal 240 laman ini menyimpan cerita nan sangat menarik dan luar biasa. Sebelum Grameds masuk lebih jauh ke dalam ulasan lengkapnya, mari kita berkenalan dulu dengan sosok di kembali cerita nan menyentuh ini, Sanaka Hiiragi.

Profil Sanaka Hiiragi – Penulis Buku Fotografer Memori

Sanaka Hiiragi (????) merupakan seorang penulis asal Jepang nan lahir pada tahun 1974 di Prefektur Kagawa. Ia menempuh pendidikan di Kobe Women’s University dengan konsentrasi pada bagian sastra, kemudian melanjutkan studinya di Himeji Dokkyo University untuk memperdalam minat akademiknya. Setelah lulus, Hiiragi menghabiskan tujuh tahun tinggal dan bekerja di luar negeri sebagai pengajar Bahasa Jepang.

Perjalanan hidup dan wawasannya nan luas kemudian mengantarkannya pada bumi penulisan. Novel debutnya nan berjudul The Battle of Marriage Island langsung menarik perhatian dan sukses masuk nominasi Konomys Award pada tahun 2012. Tidak hanya itu saja, karya tersebut juga dipilih sebagai The Hidden Jade oleh para penyunting pada tahun berikutnya, menandai langkah awal nan kuat dalam pekerjaan kepenulisannya.

Sinopsis Buku Fotografer Memori

button cek gramedia com

Jarum dan bandul pada jam kayu tua nan tergantung di tembok tidak bergerak. Hirasaka menoleh sembari memasang telinga, tetapi keheningan di dalam studio foto terasa begitu menusuk. Sepatu kulitnya tenggelam lembut di atas karpet merah nan mulai menua ketika dia melangkah menuju rangkaian kembang di meja resepsionis. Dengan hati hati, dia membetulkan posisi kelopak bunganya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Fotografer Memori

Pros & Cons

Pros

  • Gaya penulisan nan indah.
  • Bahan renungan.
  • Mudah untuk diikuti.
  • Konsep nan sangat unik.
  • Format penulisan nan menarik.
  • Sampul kitab nan cantik.

Cons

  • Cerita kurang membekas pada sebagian pembaca.
  • Ada plothole.

Kelebihan Buku Fotografer Memori

Buku Fotografer Memori karya Sanaka Hiiragi ini mempunyai beberapa kelebihan nan membikin kitab ini mempunyai daya tarik untuk Anda baca. Beberapa kelebihan itu antara lain:

  • Gaya penulisan nan indah

Seperti kelopak sakura nan tertiup angin, kalimat ini lah nan cocok untuk mendeskripsikan style penulisan Sanaka Hiiragi dalam Fotografer Memori, begitu lembut dan puitis.

Meski penuh kehalusan, setiap laman tetap sukses membawa berat emosi tentang duka, penebusan, dan harapan.

  • Bahan renungan

Buku ini menggambarkan dengan sangat bagus gimana kilasan hidup seseorang dapat kembali datang menjelang akhir perjalanan. Grameds bakal diajak untuk merasakan campuran nostalgia dan patah hati, terutama menghargai momen mini dalam hidup nan sering terlewatkan.

  • Mudah untuk diikuti

Alur dalam cerita ini memang bergerak perlahan dan kadang berputar-putar, tetapi pada akhirnya penulis bisa untuk memberikan hantaman emosi nan memuaskan. Bacaan nan singkat, cepat, sarat perasaan, dan meninggalkan kesan manis pahit membikin kitab ini mudah untuk diikuti.

  • Penokohan dan alur nan kuat

Di pusat cerita ini terdapat sang tokoh utama Hirasaka, penjaga studio foto magis tempat orang orang nan telah meninggal datang untuk memandang kembali momen krusial dalam hidup mereka.

Cerita kemudian mengikuti tiga visitor dengan latar nan sangat berbeda, mulai dari wanita lanjut usia nan menikmati hidup sepenuhnya, laki-laki paruh baya nan dibayangi masa lalu, hingga seorang anak mini dengan pandangan hidup nan sangat murni. Semua komponen ini sukses digabungkan menjadi satu kesatuan nan kuat. 

  • Konsep nan sangat unik

Ide tentang seseorang nan dapat memilih satu kenangan terakhir sebelum memasuki alam baka merupakan pendekatan nan sangat jarang sekali didengar.

  • Format penulisan nan menarik

Buku ini dibagi menjadi tiga bab, masing masing berfokus pada tokoh berbeda nan berjumpa Hirasaka sebagai pemandu mereka. Setiap bab mempunyai kekuatan sendiri, terutama kisah terakhir nan memberikan akibat emosional besar dan twist yang tak terlupakan bagi pembaca.

  • Sampul kitab nan cantik

Sampul kitab ini menampilkan ilustrasi lembut dengan nuansa nan hangat. Di bagian tengah terlihat seorang pemuda nan berdiri di atas lantai berisi potongan potongan foto berwarna nan tersebar seperti mozaik kenangan.

Cahaya masuk melalui pintu dan jendela, menciptakan suasana tenang sekaligus melankolis. Di sisi kanan tampak jam kayu tua dan tanaman indoor yang menambah kesan hangat, seolah membujuk pembaca masuk ke dalam studio tempat kenangan terakhir dirangkai.

Kekurangan Buku Fotografer Memori

Buku Fotografer Memori karya Sanaka Hiiragi memang referensi nan sangat menarik dengan segala kelebihannya, bakal tetapi kitab ini tetap mempunyai kekurangan yaitu:

  • Cerita kurang membekas pada sebagian pembaca

Meskipun struktur ceritanya menarik, beberapa kisah di dalamnya mungkin terasa kurang menyentuh dan sedikit membingungkan. Ada bagian nan terasa tidak mempunyai benang merah nan kuat sehingga tidak semua pembaca bisa langsung terhubung.

  • Ada plothole

Ada beberapa misteri dalam cerita ini nan tidak betul benar dijelaskan sehingga menimbulkan rasa kurang puas bagi pembaca nan berambisi ada jawaban nan lebih jelas.

Fakta menarik tentang otak

Grameds, tahukah kalian bahwa otak manusia tetap bekerja apalagi setelah jantung berakhir berdetak? Benar sekali, Grameds! Ketika jantung berhenti, otak justru menunjukkan peningkatan aktivitas gelombang gamma, ialah jenis aktivitas nan biasanya muncul saat kita bermimpi alias sedang mengingat sesuatu.

Mungkin Anda sering mendengar perihal ini melalui movie alias komik, tetapi faktanya kejadian kilas kembali sebelum kematian ini pernah terbukti melalui beragam riset dan jurnal ilmiah. Berikut rangkuman singkatnya.

Sebuah studi nan dilakukan oleh mahir bedah saraf Dr Ajmal Zemmar dari University of Louisville, Kentucky menemukan bahwa otak memutar kilas kembali kehidupan hanya dalam hitungan detik menuju kematian. Penemuan ini terjadi secara tidak sengaja ketika seorang pasien laki laki berumur 87 tahun mengalami serangan jantung mendadak saat sedang menjalani pemeriksaan aktivitas otak dengan electroencephalogram alias EEG, perangkat nan merekam aktivitas listrik otak.

Pasien tersebut sebelumnya mengalami tegang epilepsi, dan tim medis beriktikad memantau aktivitas otaknya. Namun pada momen kritis itulah, ketika serangan jantung terjadi, perangkat EEG justru merekam gimana otaknya bekerja di detik detik terakhir hidupnya.

Sebelumnya, banyak orang nan pernah mengalami pengalaman mendekati kematian alias NDE (Near Death Experience) mengaku memandang kilas kembali hidup mereka dalam waktu singkat. Namun, pernyataan tersebut belum pernah mempunyai bukti ilmiah nan kuat hingga rekaman EEG dari pasien 87 tahun ini muncul. nan lebih menarik, otak memutar kembali memori memori krusial dalam hidup hanya dalam waktu sekitar 30 detik sebelum jantung berakhir berdebar sepenuhnya. Fenomena ini membuka wawasan baru tentang gimana otak manusia bekerja di akhir kehidupan.

Penutup

Pada akhirnya, Fotografer Memori bukan hanya kisah tentang studio foto nan menyimpan kenangan terakhir, tetapi juga pengingat lembut bahwa hidup adalah kumpulan momen mini nan membentuk siapa kita dan apa nan kita tinggalkan.

Melalui setiap tamu nan datang kepada Hirasaka, pembaca bakal diajak untuk memandang kembali sungguh berharganya waktu, sungguh bermaknanya hubungan sederhana, dan sungguh rapuhnya pemisah antara datang dan pergi.

Buku ini mengajarkan kita untuk menghargai setiap detik nan tetap diberikan, merawat kenangan nan membikin kita bertumbuh, serta berbaikan dengan hal-hal nan tak selalu bisa kita kendalikan.

Saat menutup laman terakhirnya, Grameds mungkin bakal tersadar bahwa tidak perlu menunggu momen terakhir untuk memandang kembali hidup kita dengan penuh syukur, lantaran setiap hari adalah kesempatan baru untuk menciptakan memori nan layak disimpan selamanya.

Gimana Grameds, apakah kalian tertarik untuk mengikuti perjalanan di studio foto alam baka berbareng Hirasaka? Yuk langsung saja dapatkan Buku Fotografer Memori Karya Sanaka Hiiragi ini hanya di Gramedia.com!

Penulis: Gabriel

Rekomendasi Buku

Witch Bakery: Toko Roti Pengantar Jiwa

Witch Bakery

button cek gramedia com

Sebuah toko roti asing menawarkan pekerjaan kepada Lala nan sudah acapkali ditolak saat mencari pekerjaan paruh waktu. Ternyata, toko roti itu merupakan pemberhentian sementara para arwah hewan sebelum menuju bumi bawah. Berbagai arwah datang dengan angan mewujudkan kemauan terakhir mereka dengan pemilik sebelumnya.

Lala menemukan bahwa dirinya mempunyai keahlian untuk berkomunikasi dengan hewan. Dia pun menerima pekerjaan tersebut dan berkenalan dengan banyak Doong Doong berbentuk roti.

Piranesi

Piranesi

button cek gramedia com

Sejak Dunia berawal, dipastikan ada 15 orang nan eksis:

ORANG PERTAMA: DIRIKU

Aku percaya saya berumur antara 30–35 tahun. Tinggiku kira-kira 183 cm dan tubuhku bertipe ramping.

ORANG KEDUA: YANG LAIN

Aku memperkirakan umur nan Lain sekitar 50–60 tahun. Dia seorang intelektual sepertiku dan satu-satunya manusia lain nan tetap hidup. Piranesi. Seperti itulah dia memanggilku. nan terasa asing lantaran sejauh nan kuingat, itu bukan namaku.

ORANG KETIGA SAMPAI KELIMA BELAS

Kerangka-kerangka nan kutemukan di beragam Aula dalam beragam kondisi.

Toko Obat Cinta Keluarga Botero (Botero Family’s Love Pharmacy)

Toko Obat Cinta Keluarga Botero

button cek gramedia com

Toko Obat Cinta family Botero bukanlah toko obat biasa. Di sinilah luka hati diobati, kasih nan retak dipertautkan, dan keberanian untuk mencintai kembali tumbuh.

Melalui kisah Hyosun, Hana, dan mereka nan singgah, novel ini mengingatkan kita bahwa cinta, seaneh dan serumit apa pun, selalu menjadi obat paling mujarab bagi manusia. Mereka nan telah meminum racikan obat cinta bersaksi tentang kemanjurannya.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia