Jakarta -
Polisi telah menetapkan artis Revaldo Fifaldi sebagai tersangk kasus penyalahgunaan narkoba. Selanjutnya, polisi bakal melakukan asesmen kepada Revaldo untuk menentukan apakah nan berkepentingan direhabilitasi alias tidak.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, memastikan bahwa proses norma terhadap Revaldo Fifaldi terus melangkah sesuai patokan nan berlaku. Namun keputusan rehabilitasi bakal ditentukan dari hasil asesmen.
"Ya, nan pertama proses hukumnya kita tetap proses secara patokan nan berlaku. Masalah rehabilitasi, kita bakal kelak menunggu hasil putusan tim asesmen terpadu untuk apakah dia direhab alias tidak," kata Nasriadi kepada wartawan di kantornya, Rabu (22/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kasus narkoba nan menyeret Revaldo untuk keempat kalinya ini menjadi catatan tersendiri.
"Tetapi kita ketahui bahwasanya nan berkepentingan telah berulang. Berulang, jika tidak salah dari keterangannya sendiri dia ini adalah perkara nan keempat. Artinya sudah tiga kali ditangkap, ini nan keempat nan berurusan dengan norma tentang narkotika tersebut," paparnya.
Meski demikian, apakah kemudian Revaldo bakal ditahan atas perkara tersebut, Nasriadi mengatakan perihal itu tetap menunggu hasil asesmen.
"Tetapi kami dari interogator bakal menyampaikan bahwasanya nan berkepentingan ini adalah perbuatan nan berulang menggunakan narkoba, menggunakan psikotropika nan berulang. Nanti hasil daripada tim asesmen nan bakal menjadi konklusi apakah nan berkepentingan bakal direhab alias tetap menjalankan pidananya sebagai tersangka pengguna dan penyimpan narkotika," paparnya.
Motif Pakai Narkoba
Polisi mengungkap argumen artis Revaldo Fifaldi mengonsumsi narkoba. Kepada penyidik, Revaldo mengatakan alasannya agar badannya menjadi bugar.
"Kita bertanya kenapa dia memakai lagi, alasannya adalah lantaran ya lantaran agar badannya fit, kemudian agar tenaganya kuat dan sebagainya," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi, Rabu (26/8/2026).
Selain itu, Revaldo juga mengatakan kepada interogator bahwa alasannya mengonsumsi narkoba lantaran banyak pikiran. Namun, dia mengatakan interogator konsentrasi kepada kepemilikan narkobanya.
"Bahkan sesekali dia memakai lantaran dia banyak pikiran. Nah kita tidak mendalami pikirannya apa, kita konsentrasi kepada dia menggunakan, menyimpan narkotika itu," jelasnya.
(mea/dhn)
14 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·