Jakarta, CNN Indonesia --
Siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra alias Ocha menjadi sorotan usai polemik penjurian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI.
Ocha berterima kasih atas support masyarakat setelah perdebatan dengan juri mengenai jawabannya viral di media sosial. Ocha mengatakan support itu memotivasinya untuk lebih semangat dan berkembang.
"Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas support dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga perihal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya," ujar Ocha ditemui di area Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ocha berada di Jakarta setelah memenuhi undangan dari Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy.
Ocha mengaku kaget video pandai cermatnya viral. Dia tidak menyangka atensi nan diberikan masyarakat kepadanya sangat besar.
"Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video nan tersebar juga booming," katanya.
Pada kesempatan nan sama, Rifqinizamy Karsayuda juga mengapresiasi keahlian para peserta LCC MPR dari SMAN 1 Pontianak. Sebagai alumni dari SMA tersebut, Rifqi juga menekankan para peserta nan tetap remaja tersebut kudu dilindungi secara psikologis.
"Saya kira saya terkejut memandang keahlian komunikasi adik-adik saya. Ini kan jika saya dulu berfaedah kelas 1, kelas 2 SMA. Waktu itu saya memimpin OSIS di SMA ini nggak sebagus ini keahlian komunikasi saya," ujar Rifqi.
"Yang tidak kalah krusial kita juga kudu sadar mereka adalah remaja nan secara ilmu jiwa kudu kita proteksi," sambungnya.
Dalam video nan beredar dilihat Senin (11/5), juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban nan sama dari peserta. Dalam lomba itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban mengenai proses pemilihan personil BPK.
Namun, jawaban serupa nan disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri nan sama, ialah Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes lantaran merasa jawaban mereka sama. Namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
MPR juga telah menonaktifkan majelis juri dan MC pada aktivitas pandai jeli itu. MPR bakal mengevaluasi aktivitas tersebut secara menyeluruh.
"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan majelis juri dan MC pada aktivitas LCC ini," demikian keterangan MPR dalam akun IG resminya, Selasa (12/5).
Baca selengkapnya di sini.
(tim/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·