Respons Menhub Harga Pertamax Naik ke Rp 16.250 per Liter

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka bunyi mengenai akibat kenaikan nilai BBM terhadap sektor transportasi. Khususnya kenaikan nilai BBM berjenis Pertamax alias RON 92.

Menurutnya, Kementerian ESDM dan Pertamina sudah melakukan kalkulasi sebelum meningkatkan nilai BBM, meskipun dia belum bisa membeberkan dampaknya.

"Nanti kita hitung lagi lagi. Tapi tentunya Kementerian ESDM ketika naikkan Pertamax-nya sudah dihitung dampaknya," kata Dudy, saat ditanya wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (11/6/2026).

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa sistem penentuan nilai BBM non subsidi berbeda dengan BBM subsidi. Pasalnya, produk non subsidi mengikuti pergerakan nilai pasar, sehingga ketika nilai minyak bumi meningkat, penyesuaian nilai menjadi susah dihindari.

Sejumlah kendaraan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax di salah satu SPBU Pertamina di Jakarta, Rabu (10/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Sejumlah kendaraan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax di salah satu SPBU Pertamina di Jakarta, Rabu (10/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Sejumlah kendaraan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax di salah satu SPBU Pertamina di Jakarta, Rabu (10/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

"Nah jika bicara BBM non subsidi, seperti Pertamax, harganya ini kan memang mekanismenya dilepaskan ke nilai pasar. Jadi ketika nilai minyak ini naik, mau tidak mau ada penyesuaian," ujar Anggia ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (11/6/2026).

Lebih lanjut, dia menyebut komponen pembentuk nilai BBM tidak hanya dipengaruhi oleh nilai minyak mentah alias produk BBM itu sendiri. Namun terdapat sejumlah aspek lain nan turut menentukan, seperti biaya distribusi, biaya penyimpanan, pajak, dan beragam komponen biaya lainnya.

"Tapi nan paling krusial adalah teman-teman, pengarahan dari Presiden Prabowo jelas kepada Pak Bahlil, bahwa golongan nan paling rentan, masyarakat miskin, nan paling terdampak, nan banyak menggunakan terutama BBM subsidi, ini nan kudu dijaga," kata dia.

(emy/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News